coretan tentang autocad dan excel

April 20, 2015

Aplikasi Microsoft Excel untuk Menghitung Konstanta Pasang Surut dengan Metode Hitung Kwadrat Terkecil

Filed under: Geodesy — cadex @ 14:27

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya di http://cadex.co yaitu [XLS-SVY-22] dengan masih menggunakan dasar teori http://cadex.co/2015/01/26/xls-svy-22-rumus-excel-untuk-menghitung-konstanta-pasut-amplitudo-dan-phase-dengan-metode-hitung-kuadrat-terkecil/.

Perbedaan dengan tulisan sebelumnya adalah:

  • Data pengukuran water level (tinggi muka air) adalah tiap jam selama 29 hari
  • Penggunakaan fungsi OFFSET() diganti dengan fungsi INDEX() untuk mempercepat proses perhitungan karena fungsi OFFSET() adalah termasuk dalam category Volatile Function dalam Microsoft Excel

Berikut adalah tahapan pengolahan data pengukuran tinggi water level untuk menghitung 9 Konstanta Pasan Surut (Pasut):

Input Data Pengukuran

Data dimasukkan dalam sheet [input]

 

 

[A3] =”D-“&ROWS($B$3:B3) Membuat kode urut D-1 yang merupakan kode pengamatan hari pertama.
Copy rumus [A3] sampai ke kode D-29 atau pengamatan hari terakhir
[B3] Masukkan tanggal awal pengamatan
[B4] =B3+1 Tanggal hari berikutnya, yaitu tanggal pertama [B3] ditambah 1 (hari)
Copy rumus di [B4] ke bawah sampai hari terakhir pengamatan
Format cells [B4:B31] : Date
[C2] =TIME(0,0,0) Jam pengamatan dimulai di 00:00
[D2] =C2+TIME(1,0,0) Pengamatan 1 (satu) jam berikutnya
Copy rumus [D2] ke kanan sampai pada jam 23:00
Format cells [D2:Z2] : Time
[C3:Z31] Masukkan tinggi muka air sesuai dengan tanggal di kolom B dan jam di baris 2 dengan satuan meter

 

Buat Named Range dengan ketentuan sebagai berikut

Name Data
Refer to =$C$3:INDEX($Z$3:$Z$3000,COUNT($Z$3:$Z$3000))

 

Cara membuat Named Range, silakan click [XLS-PMG-02]: Rumus Terbilang Di Excel (Tanpa Macro/VBA)

 

Proses Hitungan Kuadrat Terkecil (Least Square)

Misal proses hitungan Least Square (Hitung Kuadrat Terkecil) yang terdiri dari proses pembentukan [Matrix L], [Matrix A], [Matrix X] dan [[Matrix V] ada di sheet [Calc-9], maka urutan perhitungannya adalah sebagai berikut:

Matrix Observasi [Matrix L]

Data yang telah diisikan di sheet [input] kemudian dirubah menjadi data matrix observasi (Matrix L).

 

 

[B1] =COUNT($A$4:$A$40000) menghitung jumlah data pengamatan berdasarkan isian jam di kolom [A4:A40000].pada contoh kali ini, maksimal data jam diisikan sampai A40000.
[B2] =2*9+1 banyaknya parameter yang akan dicari yaitu A1–A9 (9 parameter), B1–B9 (9 parameter) dan Z0 (1 parameter). Total parameter=19
[A4] =IF(MOD(ROWS($B$4:B4),24)=0,24,MOD(ROWS($B$4:B4),24)) membuat array atau deret 1 – 24 di kolom A yaitu nomer urut jam pengamatan
copy rumus [A4] ke [A5]
[B4] =1
[B5] =B4+(A5=1) membuat array nomer urut hari pengamatan
copy rumus [A5:B5] ke bawah sampai [A699:B699] atau sampai ke hari pengamatan terakhir
[C1] =input!$B$3 tanggal pertama pengamatan
[D4] =ROWS($E$4:E4) membuat nomer urut
[E4] =$C$1+$B4-1+TIME($A4-1,0,0) membuat urutan tanggal dan jam pengamatanset format cell atau format number di [E4] menjadi “d-mmm-yy h:mm;@”
[F4] =INDEX(Data,B4,A4) Mengambil data pengamatan pada hari ke 1 jam ke 1
Copy [D4:F4] ke bawah sampai ke [D699:F699]

 

Buat Named Range dengan ketentuan sebagai berikut

Name MatrixL
Refer to =$F$4:INDEX($F$4:$F$39970,$B$1)

 

Membuat Matrix Koefisien (Matrix A)

 

Untuk menghitung Matrix Koefisien (Matrix A) dibutuhkan informasi kecepatan sudut untuk masing-masing konstanta pasut seperti dalam table di bawah:

 

 

Berdasarkan table di atas dan dasar teori perhitungan pasut di http://cadex.co/2015/01/26/xls-svy-22-rumus-excel-untuk-menghitung-konstanta-pasut-amplitudo-dan-phase-dengan-metode-hitung-kuadrat-terkecil/, maka spreadsheet untuk menghitung Matrix A adala

 

 

[I1] =1 Atur format number “w 0”
[J1] =MOD(COLUMNS(H$1:$I1),2)+I1 Copy rumus [J1] ke kanan sampai [Z1] untuk membuat deret 1,1,2,2,3,3,……..,9,9
[I2] =INDEX($AO$5:$AO$13,I$1) Mengambil nilai kecepatan sudut dari range [AO5:AO13]
[H3] Z0 Parameter muka air rata-rata
[I3:Z3] Isian parameter A1—A9, B1—B9
[H1:H699] 1 Masukkan angka 1 di kolom [H1:H699]
[I4] =IF(LEFT(I$3,1)=”A”,COS(I$2*$D4),-SIN(I$2*$D4)) Copy rumus[I4] ke [I4:Z699]

 

Name MatrixA
Refer to =$H$4:INDEX($Z$4:$Z$39970,$B$1)

 

Menghitung Matrix Parameter (Matrix X), Matrix Koreksi (Matrix V) dan Matrix Ukuran Terkoreksi (Matrix La)

 

 

[AD4] =INDEX(MMULT(MMULT(MINVERSE(MMULT(TRANSPOSE(MatrixA),MatrixA)),TRANSPOSE(MatrixA)),MatrixL),AB4)
Rumus di atas adalah rumus array atau array formula. Saat menggunakan rumus array, setelah menuliskan rumus di atas akhir dengan combinasi CTRL+SHIFT+ENTER
Copy rumus [AD4] ke bawah sampai [AD22]
[AF4] =MMULT(H4:Z4,$AD$4:$AD$22)-$F4
[AG4] =F4+AF4
Copy rumus [AF4:AG4] ke bawah sampai [AF699:AG699]

 

Menghitung Konstanta Pasut

 

 

[AP5] =VLOOKUP(AP$3&$AI5,$AC$5:$AD$22,2,0) Mengambil nilai parameter A1
Copy rumus [AP5] ke range [AP5: AQ13] untuk mengambil nilai parameter yang lain
[AR4] =AD4 Mengambil nilai parameter Z0
[AR5] =SQRT(AP5^2+AQ5^2) Menghitung amplitude
[AS5] =MOD(DEGREES(ATAN2(AP5,AQ5)),360) Menghitung sudut phase
[AT5] =RADIANS(AS5) Merubah unit sudut dari derajat ke radians
Copy rumus [AR5:AT5] ke bawah sampai [AR13:AT13]

 download contoh file

January 26, 2015

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase) Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil (lanjutan)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 16:13

Referensi

:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File

:

 

Uraian di bawah adalah lanjutan dari posting sebelumnya

A. Input Data Pengamatan

image

Data pengamatan dimasukkan dengan format table seperti di atas dengan terlebih dahulu memasukkan tanggal pengamatan pertama di cell [C6]. Data pengamatan muka air tiap jam pada tanggal yang sama dimasukan sesuai mulai dari kolom [D:AA].

B. Konstanta Astronomis untuk 9 Konstituent

image

Cell

Rumus

Keterangan

[E27]

=360/D27

Merubah periode menjadi kecepatan satuan derajat/jam

   

Copy rumus di [E27] ke bawah untuk menghitung kecepatan sudut tiap konstituen

[F27]

=RADIANS(E27)

Merubah kecepatan sudut dalam satuan radian/jam

   

Copy rumus [F27] ke bawah untuk menghitung kecepatan sudut di tiap konstituen

C. Membuat Persamaan Observasi dan Menghitung dengan Hitung Kuadrat Terkecil

C.1. Matrix Observasi [L]

image

Cell

Rumus

Keterangan

[E74]

=COUNT(B6:B20)

Menghitung lama pengamatan dalam satuan hari

[E75]

=E74*24

Menghitung banyaknya pengamatan atau observasi

[AC6]

=IF(COUNT($AD$6:AD6)<=$E$75,COUNT($AD$6:AD6),NA())

Urutan pengamatan atau urutan persamaan observasi.

   

Copy rumus [AC6] sampai ke [AC365]

[AD6]

=1

Masukkan angka 1 untuk hari pertama

[AD7]

=AD6+($AE7=1)

Jika periode jam di cell [AE7]=1, maka masuk ke hari berikutnya

   

Copy rumus [AD7] sampai ke [AD365]

[AE6]

=IF(MOD(ROWS($AD$6:AD6),24)=0,24,MOD(ROWS($AD$6:AD6),24))

Membuat urutan atau deret periode jam dari jam ke-1 sampai ke-24

   

Copy rumus [AE6] sampai ke [AE365]

[AF6]

=OFFSET($C$5,$AD6,)+OFFSET($C$5,,$AE6)

Mengambil tanggal dan jam pengamatan

   

Copy rumus [AF6] sampai ke [AF365]

[AG6]

=OFFSET($C$5,$AD6,$AE6)

Mengambil nilai muka air sesuai dengan tanggal dan jam pengamatan

   

Copy rumus [AG6] sampai ke [AG365]

     
C.2. Matrix Koefisien [A]

image

Cell

Rumus

Keterangan

[AI1]

=MOD(COLUMNS($AI$2:AI2),2)

Membuat deret angka 1,1,2,2,3,3,4,4,…..,9,9

   

Copy rumus [AI1] sampai ke [AZ1]

[AI2]

=OFFSET($F$26,AI1,)

Mengambil kecepatan sudut untuk masing-masing konstituen

   

Copy rumus [AI2] sampai ke [AZ2]

[AH6]

=1

δht1/δZo

   

Copy rumus [AH6] sampai ke [AH365]

[AI6]

=IF(LEFT(AI$5,1)="A",COS(AI$2*$AC6),-SIN(AI$2*$AC6))

Jika huruf pertama di cells [AI5]=A, maka dihitung δht1/δA1, jika B maka δht1/δB1

   

Copy rumus [AI6] sampai ke [AI6:AZ365]untuk menghitung nilai derivative untuk setaip persamaan observasi

Buat Named Range dengan properties sebagai berikut:

image

C.3. Menghitung Parameter

image

Cell

Rumus

Keterangan

[BD6]

=MMULT(MMULT(MINVERSE(MMULT(TRANSPOSE(MatrixA),MatrixA))
,TRANSPOSE(MatrixA)),MatrixL)

Menghitung Parameter

   

Untuk mengcopy rumus di [BD6}, lakukan langkah berikut:

· Block atau pilih range [BD6:BD24], kemudian tekan tombol F2

· Kemudian tekan bersamaan CTRL+SHIFT+ENTER

[BF6]

=INDEX(MMULT(MatrixA,$BD$6:$BD$24),AC6)-AG6

Menghitung koreksi ukuran

   

Copy rumus di [BF6] sampai [BF365]

[BG6]

=BF6+AG6

Tinggi muka air terkoreksi

D. Menghitung Amplitudo dan Phase

image

Cell

Rumus

Keterangan

[D81]

=BD6

Tinggi muka air rata-rata

[E82]

=VLOOKUP(E$80&$B82,$BC$6:$BD$24,2,0)

Mengambil parameter A1

   

Copy rumus [E82] ke range [E82:F90]

[G81]

=D81

 

[G82]

=SQRT(E82^2+F82^2)

Menghitung amplitude

   

Copy rumus [G82] sampai [G90]

[H82]

=MOD(DEGREES(ATAN2(E82,F82)),360)

Menghitung sudut phase dalam satuan derajat/jam

[I82]

=RADIANS(H82)

Menghitung sudut phase dalam satuan radian/jam

Dengan acuan hitungan di atas, maka untuk pengamatan 30 hari atau lebih bisa dikembangkan lebih lanjut. Demikian juga jika diperlukan untuk perhitungan konstanta pasut yang lebih atau kurang dari 9 konstituent.

Silakan download file di sini untuk dipelajari lebih lanjut.

==semoga bermanfaat==

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase) Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 09:41

Referensi

:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File

:

 

Pada posting [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel hitungan kontanta pasut yang terdiri dari Amplitudo dan Phase dengan metode hitung kuadrat terkecil menggunakan VBA Excel atau macro. Sedangkan pada posting kali ini akan diuraikan proses hitungan yang sama tetapi hanya dengan menggunakan rumus/fungsi Microsoft Excel tanpa menggunakan VBA Excel.

Mengacu ke rumus pengembangan rumus Tidal Harmonic Analysis di bawah :

image

Mengacu ke Rumus-5, jika akan mencari 9 nilai Konstanta Pasut, maka nilai yang akan dicari (parameter) ada 19 parameter yaitu nilai Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9. Selanjutnya nilai masing-masing Amplitudo dan Phase dihitung dengan Rumus-6 dan Rumus-7.

Nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 adalah suatu konstanta kecepatan sudut untuk masing-masing constituent yang didapat dari 5 (lima) dasar kecepatan astronomi (5 (Five) Basics astronomical speeds). Silakan baca di link berikut untuk rumus mendapatkan nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 dari Five basic astronomical speeds.

Persamaan observasi untuk pengamatan muka air tiap jam selama 15 hari akan didapatkan (15 hari x 24 jam /hari )=360 jam atau 360 persamaan dengan uraian sebagai berikut:

image

Dengan menggunakan prinsip least square (hitung kuadrat terkecil), persamaan observasi di atas kemudian dibentuk dalam format matrix:

[L]+[V]=[A].[X]

[L] : matrix data ukuran (observasi), [V]: matrix koreksi, [A]: matrix koeffisien dan  [X]: matrix parameter  dihitung dengan rumus sebagai berikut:

image

Matrix [A] dihitung dengan men-derivatifkan atau “menurunkan” tiap persamaan observasi terhadap Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9 atau terhadap parameter yang dicari

image

Klik di sini untuk penerapan rumus excelnya

October 12, 2014

[CAD-MAP-15]: Import Kontur dari SHP File dengan AutoCAD MAP

Filed under: Excel — cadex @ 22:39
Referensi :
Platform : AutoCAD Map atau Civil 3D
Lokasi File :

Saya akan berbagi pengalaman tentang proses import file .shp ke AutoCAD dengan menggunakan program AutoCAD MAP.

File SHP atau kadang disebut juga sebagai ESRI SHP file adalah file berbasis GIS (Geographical Information System) yang biasa digunakan dalam program GIS buatan ESRI seperti ArcView maupun ArcGIS. Seiring dengan perkembangan software GIS saat ini, file SHP sudah bisa dibaca atau diimport dengan software selain software dari ESRI salah satunya adalah program AutoCAD MAP.

Salah satu ciri utama dari file berbasis GIS adalah adanya hubungan antara object grafis (data spasial) dengan object table atau (data attribute) selain ciri lainnya yaitu terdapat file proyeksi koordinat atau sistem koordinat.

Program yang aku gunakan saat menyusun tutorial ini adalah Autodesk Civil 3D 2011, jadi tampilan pada tutorial ini adalah mengacu ke Civil 3D 2011. Jika Anda menggunakan program Civil 3D yang lain atau AutoCAD MAP silakan disesuaikan langkah langkah yang aku tulis dibawah:

A. Mengecek data spatial dan attribute dengan [Connect Feature Source] dan [Display Manager]

  • Jalankan program AutoCAD MAP atau Civil 3D. Pilih satuan [metric]
  • Jika menggunakan Civil 3D, click icon [workspace switching] ganti [workspace] ke [Tool based – Geospatial]
  • Pada group ribbon [Data], click icon
  • Pada [Data Connection by Provider] pilih [Add SHP Connection]
  • Masukkan nama connection dan pilih lokasi folder SHP, kemudian click [Connect]
  • Sesuai dengan informasi di atas, nama file SHP adalah KonturDarat dengan sistem koordinat UTM84 Zone 50N
  • Click [Add to Map], untuk menampilkan file SHP di AutoCAD MAP
  • Tampilkan [AutoCAD MAP Task Pane]
  • Ketik di Command:mapwspace
  • Kemudian pilih [On]
  • Pada [AutoCAD MAP Task Pane] pilih tab [Display Manager]
  • Pilih grup [KonturDarat] , kemudian click icon [Table] untuk menampilkan data attributenya.
  • Tampilan hubungan data grafis dengan attributenya :
  • Pada AutoCAD MAP, [Display Manager] digunakan untuk membuat peta atau [View Map]dari beberapa data source dan querynya lengkap dengan symbol garis, titik, polygon dan label. Contoh tampilan peta kontur setelah diatur warna garis kontur sesuai dengan elevasinya. Note: Cara mengatur symbol dalam [Display Manager] tidak dibahas dalam webpage ini.
  • Object yang ditampilkan dalam [Display Manager] bukan merupakan object AutoCAD. Agar menjadi object AutoCAD, maka [View Map] harus dieksport ke AutoCAD atau di [Save As] DWG.

  • Pada contoh file kontur SHP di atas, setelah proses save as ke DWG atau [Save Current Map to DWG], garis kontur menjadi object LWPOLYLINE yang dikelompokkan dalam satu layer. Contoh tampilan object LWPOLYLINE setelah di list:
  • Hasil list di atas, nilai elevasi =0.000 atau Z=0.000. Apabila diinginkan LWPOLYLINE mempunyai elevasi sesuai dengan nilai CONTOUR, maka penggunaan fasilitas [Save Current Map to DWG] menjadi tidak sesuai. Pada langkah berikutnya dijelaskan cara membuat LWPOLYLINE dengnan nilai elevasi sesuai dengan nilai CONTOUR dan dipisakan dalam layer yang berbeda sesuai dengan elevasinya.
  • B. Import data grafis dan attribut file SHP
  • Langkah A digunakan untuk mengecek data gafis dan data attribute file SHP. Berdasarkan pengecekan file SHP di atas, data grafis sudah benar berupa object kontur dengan nilai elevasi yang diambil dari data attribute kolom CONTOUR.
  • Tutup file autocad hasil langkah A
  • Buat file baru lagi dengan satuan metric.
  • Pada menu [Insert] pada group [Import], pilih [Map Import] , kemudian pilih file SHP
  • Click tulisan <none> di bawah kolom [Data], kemudian pilih [Create Object data]
  • Click [Select Fields]
  • Pilih hanya field [CONTOUR] , kemudian [OK] sampai kotak dialog [Map Import] tertutup dan proses import dimulai.
  • Lakukan cek object data setelah proses import selesai. Ketik pada command:adeeditdata
  • Pilih salah satu garis kontur, sehingga ditampilkan :
  • Object data sudah terimport sempurna. Object data ini sebenarnya adalah data attribute dari garis kontur yang dipilih.
  • Sampai tahap ini nilai elevasi di LWPOLYLINE masi 0.000 dan masih tersimpan dalam satu layer.
  • C. Menjalankan Topology Query untuk mengisi elevasi LWPOLYLINE dan membuat Layer sesuai dengan nilai elevasinya
  • Aktifkan [AutoCAD MAP Taskpane] dengan mengetik Command: mapwspace
  • Click kanan folder [Topologies], pada tab [Map Explorer] di [AutoCAD MAP Task Pane]
  • Pilih [Create]
  • [Topology Type]: Network, [Topology Name]: GarisKontur kemudian click [Next]
  • [Select Links]: All, [Layers]: KonturDarat, kemudian clicl [Finish]. Tunggu sampai proses topology selesai
  • Click kanan Topology GarisKontur di bawah folder [Topologies]. Pilih [Analysis] >> [Topology Query]
  • Pada [Topology Query], pilih [Define Query]
  • Click [Location] pada Query Type kemudian pilih [All]
  • Click [Draw] pada Query Mode
  • Click [Alter Properties] pada Options
  • Pada [Select Property], pilih [Layer], kemudian click [Expression]
  • Pilih CONTOUR di folder [Object Data] >> [KonturDarat] . Click [OK] kemudian [Add]
  • Pada [Select Property], pilih [Elevation], kemudian click [Expression]
  • Pilih CONTOUR di folder [Object Data] >> [KonturDarat] . Click [OK] kemudian [Add]
  • Tampilan properties alteration menjadi:
  • Click [OK], kemudian click [Execute Query]
  • Hasil perintah list di salah satu garis kontur
  • LWPOLYLINE sudah mempunyai elevasi dan disimpan di layer sesuai dengan nilai elevasinya

pada tulisan berikutnya akan dijelaskan cara membuat label di kontur dengan query topology

==selamat mencoba==

October 10, 2014

[CAD-CIV-18]: FATAL ERROR: Unhandled e0434352h Exception at 75a7812fh

Filed under: Excel — cadex @ 15:26

Referensi

:

forum.autodesk.com

Platform

:

Autocad atau Autodesk Civil 3D

Lokasi File

:

 

 

Hari ini, 10 Oktober 2014, saat saya menjalankan Autodesk Civil 3D, program Civil 3D memberikan pesan error: FATAL ERROR: Unhandled e0434352h Exception at 75a7812fh kemudian program tertutup dan tidak bisa dijalankan.

Program saya jalankan lagi, tetapi masih mengeluarkan pesan error yang sama demikian juga saat saya re-boot pesan yang sama tetap muncul.

Sempat terpikir untuk re-install program Civil 3D, tetapi tidak ada salahnya terlebih dahulu bertanya ke google untuk mencarikan web atau forum yang pernah membahas masalah tersebut. Setelah memasukkan pesan error yang sama di mesin pencari google, ternyata memang benar masalah tersebut pernah dibahas di forum.autodesk.com. Error tersebut bisa diselesaikan melalui registry editor dengan merubah keyword

“LastUpdateTimeLoWord”=dword:00000000

“LastUpdateTimeHiWord”=dword:00000000

di folder [HKEY_CURRENT_USER\Software\autodesk\AutoCAD\……………..\WebServices\CommunicationCenter]

Berikut langkah-langkah yang aku lakukan setelah membaca penjelasan dari forum tersebut dengan menggunakan OS Windows 7:

  1. Click tombol [Start]
  2. Pada isian [Search program and files], ketik : Regedit
  3. Pada [Registry Editor], pilih folder [HKEY_CURRENT_USER\Software\Autodesk\AutoCAD\
  4. Arahkan cursor ke folder di atas, kemudian tekan Ctrl+F untuk melakukan pencarian registry
  5. Pada isian [Find What], masukkan kata kunci: CommunicationCenter
  6. Click [Find Next]
  7. Tampilan registry editor:

Note: Nilai di “LastUpdateTimeHiWord” dan “LastUpdateTimeLoWord” tidak (0) jika sebelumnya ada pesan error FATAL ERROR: Unhandled e0434352h

  1. Double click “LastUpdateTimeLoWord”, kemudian masukkan di [Value Data], nilai : 0
  2. Double click “LastUpdateTimeHiWord”, kemudian masukkan di [Value Data], nilai: 0
  3. Tutup Registry Editor

Program saya jalankan ulang dan pesan error tidak muncul lagi…

Thanks to google and forum.autodesk.com

April 11, 2014

[XLS-SVY-22]: Hitungan Azimuth dari Poligon Tertutup

Filed under: Excel — cadex @ 15:45
Referensi : Kumpulan Rumus
Platform :  
Lokasi File :  

Pada gambar pengukuran poligon tertutup di bawah, azimuth awal dalam poligon tertutup menggunakan nilai pendekatan karena koordinat Titik-1 belum mempunyai nilai tetap atau Fix. Jika setelah pengukuran poligon tersebut ada pengukuran titik kontrol horisontal yang lebih teliti, misalnya dengan GPS Geodetic, di titik BM.1 dan Titik-1, maka nilai azimuth fix atau tetap dari titik BM.1 ke Titik-1 dapat dihitung.

Apabila ternyata titik yang diukur dengan GPS Geodetic adalah di titik BM.1 dan Titik-4, maka azimuth awal tidak bisa dihitung secara langsung

image

Tahap perhitungan azimuth dari poligon tertutup adalah:

Pertama, poligon tertutup dihitung dengan input koordinat azimuth pendekatan dan koordinat pendekatan :

Apabila hasil Ketelitian Sudut dan Ketelitian Linear memenuhi kriteria atau persyaratan yang diminta, maka dilanjutkan tahap berikutnya. Jika tidak memenuhi, maka perlu dicek lagi pengukuran dan input data poligonnya.

Kedua, titik awal poligon (BM.1) diganti dfengan titik tetap sehingga secara otomatis Microsoft Excel menghitung koordinata Titik-4.

Koordinat Titik-4 ini masih merupakan koordinat pendekatan. Hasil perbandingan azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Fix" dengan azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Pendekatan" akan didapatkan nilai koreksi azimuth pendekatan.

Cell

Rumus

Keterangan

[AA7]

 

koordinat (X) Titik-4 hasil hitungan poligon

[AB7]

 

koordinat (Y) Titik-4 hasil hitungan poligon

[AC6]

=DEGREES(ATAN2((AB7-AB5),(AA7-AA5)))
+IF(ATAN2((AB7-AB5),(AA7-AA5))<0,360)

azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Pendekatan"

[AD7]

 

koordinat (X) "Titik-4 Fix"

[AE7]

 

koordinat (Y) "Titik-4 Fix"

[AF6]

=DEGREES(ATAN2((AE7-AE5),(AD7-AD5)))
+IF(ATAN2((AE7-AE5),(AD7-AD5))<0,360)

azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Fix"

[AG6]

=AF6-AC6

koreksi Azimuth Awal

[AH6]

 

Azimuth Awal

[AI6]

=AH6+AG6

Azimuth Awal setelah dikoreksi

[AJ6:AL6]

 

konversi derajat decimal ke derajat, menit, detik

Setelah didapatkan nilai azimuth awal dikoreksi, hitungan poligon tertutup menjadi :

=selamat mencoba=

April 10, 2014

[XLS-PMG-07]: Menghitung upah lembur dengan excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) Bagian 2 (Revisi 10 April 2014)

Filed under: Excel, Project Management — Tags: , , — cadex @ 16:53

Referensi

:

[GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004)

Platform

:

Excel 2007

Lokasi File

:

 

Pada posting [GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) telah diuraikan cara menghitung lembur atau menentukan faktor pengali lembur untuk 5 hari kerja. Kali ini akan diuraikan cara menghitung faktor pengali lembur untuk 6 hari kerja. Hitungan kali ini memasukkan hari kerja adalah Senin s.d Sabtu dengan asumsi hari Sabtu adalah hari pendek. Jam kerja normal senin sampai sabtu adalah 7 jam, sedangkan untuk hari pendek adalah 5 jam. Kutipan dari Keputusan Menteri Pasal 11 :

Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :
a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja : a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam; a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.
b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka : b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam. b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam. c. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

ayat a, b atau text berwarna biru adalah sebagai dasar untuk perhitungan lembur. Seperti posting sebelumnya [GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004), list hari libur dibuat terlebih dahulu. List hari libur di posting kali ini menggunakan named range dengan type dynamic, bukan static range yang telah dijelaskan sebelumnya. Static Named range mengharuskan kita untuk memlilih range terlebih dahulu sebelum mendefinisikan range, dimensi range (records) akan bertambah jika penambahan data ada di tengah static range atau dengan cara insert rows. Sedangkan Dynamic Named Range, range akan otomatis berubah dimensinya atau bertambah data secara otomatis jika record ditambahkan ataupun diiinsert. Tahapan-tahapan yang dibuat di bawah dikerjakan engan Excel 2007, jika Anda menggunakan excel versi lain, silahkan disesuaikan. Tahapan pembuatan dynamic range adalah :

  • Buat list daftar hari libur di sheet tersendiri, misalnya daftarnya sebagai berikut :

  • Pada menu group [Formula], pilih [Define Name]

Masukkan nama range, misal "_LiburNasional" Refers to: =OFFSET($B$1,1,-1,COUNT(A:A),1) maksud dari rumus di atas adalah :— membuat range dengan acuan $B$1, turun 1 baris, kemudian ke kiri 1 kolom. Hasil dari perintah ini adalah $B$2 — dilanjutkan dari B2, membuat range dengan tinggi sebanyak angka atau tanggal di kolom A:A atau COUNT(A:A) dengan lebar 1 kolom. Jika tanggal hari libur di kolom A ada 20 tanggal, maka  akhir dari perintah ini adalah $B$2:$B$20

  • Buat tabel kode hari kerja yaitu kode hari yang membedakan hari normal, sabtu, minggu, hari libur nasional dan hari libur di hari pendek (sabtu)

Buat ‘static named range’ dengan nama yang telah didefinisikan di kolom ‘named range’:

— block [J2:K5]

— dari menu [Formulas], pada group [Define Names], pilih [Create from Selection]

— Pada pilihan ‘Create names from values in the’ , centang (check) hanya di [Right Column]

  • Memberi kode hari di list tanggal absensi. misal tabel disusun sebagai berikut:

Revisi 10 April 2014

Kolom A dan B diisi manual, sedangkan untuk kolom C:H diisi dengan rumus excel. Rumus untuk kolom C:H adalah: Catatan: rumus atau formula ditulis dalam satu baris dalam excel



Cells

Rumus

Keterangan

[C2]

=IF(COUNTIF(_LiburNasional,A2)>0,IF(WEEKDAY(A2,2)=6,3,2),IF(WEEKDAY(A2,2)=6,1,IF(WEEKDAY(A2,2)=7,2,0)))

menentukan kode hari berdasarkan tanggal di A2

[D2]

=(C2=Normal)*(B2>7)+(C2=Sabtu)*(B2>5)

jam lembur x 1.5

[E2]

=IF((C2=Normal)*(B2>8),B2-8,IF((C2=Sabtu)*(B2>6),B2-6,IF(C2=LiburMinggu,IF(B2<7,B2,7),IF(C2=SabtuLibur,IF(B2<5,B2,5)))))+0

jam lembur x 2

[F2]

=(C2=LiburMinggu)*(B2>7)+(C2=SabtuLibur)*(B2>5)

jam lembur x 3

[G2]

=IF((C2=LiburMinggu)*(B2>8), B2-8,IF((C2=SabtuLibur)*(B2>6),B2-6))*1

jam lembur x 4

[H2]

=SUMPRODUCT(D2:G2,$D$1:$G$1)

total faktor pengali

Copy Rumus [C2:H2] ke bawah..

 

Silahkan download file revisi untuk contoh sample aplikasi perhitungan gaji lengkap dengan hitungan lembur untuk 6 hari kerja. File hasil download adalah simulasi perhitungan dari input daftar karyawan & unit price gaji, list hari libur, form resume absensi dan contoh form slip gaji. Jika ada kesalahan perhitungan, jangan sungkan-sungkan untuk memberi masukan.

==selamat mencoba==

March 15, 2014

[XLS-PMG-08]: Update Hari Libur di Microsot Project dengan VBA Excel

Filed under: Excel, Project Management — cadex @ 14:47
Referensi :
Platform : Microsoft Excel dan Microsoft Project
Lokasi File :  download

Salah satu setting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Microsoft Project (MSProject) adalah memasukkan Hari Libur Nasional ke dalam kalender. Apabila proyek yang akan dilaksanakan telah disepakati atau diusulkan bahwa di hari Libur Nasional adalah bukan hari kerja, maka tanggal-tanggal hari libur tersebut harus dimasukkan dalam list exceptions di calendar yang akan dipakai.

Contoh Kalender (Calendar) yang belum dimasukkan daftar hari libur adalah:

Daftar hari libur bisa dimasukkan secara manual di tab Exceptions dengan memasukkan nama hari libur diikuti dengan tanggal awal libur dan akhir libur.

Apabila list hari libur tersimpan dalam Microsoft excel seperi di bawah:

Maka dengan bantuan Visual Basic Application for Excel (VBA Excel), proses update calendar di MSProject bisa dilakukan secara otomatis.

Berikut adalah code VBA Excel yang dimaksud:

Sub UpdateHariLiburNasional()

‘Code berikut berfungsi untuk menambahkan hari libur nasional di microsoft project (MSProject).

‘Pada visual basic editor direferensikan ke Microsoft Project Library agar dapat mengakses object di ‘Microsoft Project.

‘karena saya menggunakan microsoft project 2010, maka nama referensinya : Microsoft Project 14.0 ‘Object Library

‘untuk MSProject versi yang lain, nama referensi hanya berbeda pada angka di belakang tulisan ‘”Microsoft Project XX.X”

‘Alokasi memory untuk object aplikasi MSProject dan Project yang aktif

Dim msApp As MSProject.Application, msPro As Project

‘akan muncul pesan error jika program MSProject belum dijalankan

On Error Resume Next

‘set ke object aplikasi MSProject

Set msApp = GetObject(, “MSProject.Application”)

If Err.Number Then

Err.Clear

MsgBox ” Program Microsoft Projet Belum diaktifkan”

Exit Sub

End If

‘set ke object projek yang aktif

Set msPro = msApp.ActiveProject

‘alokasi memory untuk object kalender

Dim zCal As Calendar, nmCalendar As String

‘set ke object kalender

‘nama kalender yang akan diisi hari libur pada contoh kali ini adalah “Standard”

‘jika nama kalender tidak ditemukan, maka keluar prosedur

nmCalendar = “Standard”

On Error Resume Next

Set zCal = msPro.BaseCalendars(nmCalendar)

If Err.Number Then

Err.Clear ‘bersihkan error

MsgBox “Kalender ” & nmCalendar & ” tidak ada”, vbCritical

GoTo BersihkanAplikasiMSProject

Exit Sub ‘keluar prosedur

End If

‘membaca list tanggal pada Microsoft Excel di sheet yang aktif

‘informasi tangal ada di kolom A, sedangkan informasi keterangan ada di kolom B

‘data dibaca dimulai dari baris ke-dua

Dim rgTanggal As Range, rg As Range

‘set range tanggal di aktif sheet

Set rgTanggal = Range(Range(“a2”), Range(“a2”).End(xlDown))

‘membaca tanggal dan keterangan hari libur

For Each rg In rgTanggal

‘menambahkan exception di object calender

zCal.Exceptions.Add _

Type:=pjDaily, _

Start:=rg.Value, _

Finish:=rg.Value, _

Name:=rg.Offset(, 1).Value

Next rg

BersihkanAplikasiMSProject:

Set msApp = Nothing

End Sub

Seperti telah tercatat di code VBA Excel di atas, syarat-syarat sebelum menjalan VBAExcel di atas adalah:

  1. VBA sudah direferensikan ke object MSProject Library
  2. Program Microsoft Project dan Microsft Excel harus dibuka bersamaan.
  3. Nama Calender yang dipilih harus sudah ada di MSProject yang aktif.

Contoh calendar yang telah diupdate:

Selamat mencoba..

December 30, 2013

Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap

Filed under: Excel — cadex @ 15:54

Referensi

:

 

Platform

:

AutocadMap

Lokasi File

:

tidak tersedia

 

Luas bidang tanah yang telah tergambar di autocadmap bisa dihitung luasnya dengan menggunakan fasilitas topologi. Ada tiga jenis topologi dalam autocadmap yaitu topology garis / network, topology titik /point dan topologi polygon. Jenis topology polygon adalah topology yang sesuai untuk proses perhitungan luas karena dalam pembuatan topologi polygon salah satu informasi yang didapat adalah luasan polygon tertutup.

Melalui “Topology Query”, hasil topology tersebut bisa diexport ke text (ascii) file untuk dibuatkan daftar atau list informasi luas untuk tiap id bidang dan juga bisa menampilkan text informasi luas secara otomatis di autocadmap.

Agar memudahkan saat proses editing gambar dalam pembuatan topologi, berikut adalah syarat-syarat gambar yang akan dibuat topology polygon berdasarkan pengalaman saya:

  1. Pembatas bidang tersebut terletak di layer yang sama atau dalam satu layer
  2. Pembatas bidang bertipe line atau polyline atau lwpolyline dua (2) dimensi
  3. Tiap satu bidang tanah mempunyai satu centroid atau kode bidang bisa berupa text atau blok attribute
  4. Pembatas bidang harus tertutup

Berikut contoh gambar beberapa bidang tanah yang akan dihitung luasannya dengan topology polygon:

Syarat #1: Cek pembatas bidang terletak dalam satu layer

Pilih salah satu garis pembatas bidang kemudian rubah warna layernya sehingga warna garis berbeda dengan pembatas yang lain. Dalam contoh gambar ini, layer pembatas bidang adalah : 020100. Layer tersebut kemudian diberi warna merah.

Garis yang ditandai kuning adalah bukan pembatas bidang atau pembatas bidang tetapi belum atau tidak complete. Rubah layer garis yang ditandai tersebut menjadi layer lain.

Text berwarna merah adalah text yang seharusnya bukan menjadi pembatas bidang sehingga text tersebut harus dikeluarkan dari layer pembatas bidang.

 

Gambar setelah editing layer batas bidang:

Syarat #2: Pembatas bidang berupa LINE, POLYLINE atau LWPOLYLINE dua (2) dimensi

Telah dijelaskan di atas bahwa layer untuk object pembatas bidang adalah 020100 sehingga object dalam layer tersebut harus berisi object LINE, POLYLINE atau LWPOLYLINE. Cara mengecek type object dalam sebuah layer adalah sebagai berikut:

2.1. Ketik pada command: QSELECT

lakukan setting atau pilihan

Properties: Layer

Operators: = Equals

Value: 020100

kemudian click [OK]

 

Semua object dalam layer 020100 akan terpilh (selected)

2.2. Ketik lagi pada command:QSELECT

lakukan setting

Apply to: Current selection

Click object type

 

Ternyata dalam layer yang 020100 masih ada object lain selain line dan Polyline yaitu Text dan Point

 

Pilih Object Type Text kemudian rubah layernya

 

2.3. Ulang langka 2.2. sehingga object type di layer 020100 hanya terdiri dari Multiple, LINE dan POLYLINE

 

Syarat #3: Tiap satu bidang harus mempunyai satu (1) id sebagai centroid.

Pada contoh gambar di atas ID bidang adalah berupa text yang berisi lima digit angka yang diletakkan di layer 080201. Rubah warna layer ini sehingga mudah untuk diidentifikasi kemudian lakukan checking type object yang ada pada layer ini. Karena ID bidang berupa text, maka pada layer ini harus terdiri dari object yang berupa text saja. Lakukan langkah-langkah yang telah diuraikan di atas untuk mengecekan object.

Jika sudah dilakukan checking type object, matikan semua layer kecuali layer batas bidang (020100) dan layer id (080201)

Syarat #4: Pembatas bidang harus tertup.

Bagian yang ditandai biru adalah bidang yang belum tertutup sehingga diperlukan editing lebih lanjut pada pembatas bidang tersebut. Dalam gambar ini proses editing yang dilakukan adalah memotong (break) garis lama yang sebelumnya ada di layer 040100 menjadi layer 020100 (layer batas bidang).

Gambar menjadi:

Gambar di atas sudah siap dilakukan proses pembuatan polygon topology dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Cleaning Gambar
    1. Ketik pada command: MAPCLEAN
    • Pilih [Select All]
    • Pada Layers masukkan layer batas bidang (120100)
    • Click [Next

    1. Clean up options, pilih cleanup actions:
    • Delete Duplicates: untuk menghapus garis atau polyline yang duplicates
    • Erase Short Objects: menghapus object garis yang sangat pendek
    • Break Crossing Object: otomatis break garis jika saling berpotongan
    • Snap Clustered Nodes: node yang berdekatan akan otomatis bersatu.

     

    click [Next]

    1. Pilih [Modify original objects] di [Cleanup Method]
    2. Click [Finish]

     

  2. Pembuatan Topologi
    1. Ketik pada command: MAPWSPACE

      kemudian pilih [On]

      Setelah proses ini, task pan autocadmap akan ditampilkan seperti gambar di samping

       

      Pilih Tab [Map Explorer]

    1. Click kanan [Topologies], kemudian pilih [Create]
     
    1. Pilih Topology Type: Polygon
      1. Topology Name (misal):bd
      2. Click tombol [Next]
     
    1. Pilih Select All
      1. Click simbol layer, kemudian pilih layer pembatas bidang 020100
      2. Click tombol [Next]

    1. Select Nodes. Pilih Select All
      1. Click tombol [Next]
     
    1. Create New Nodes, uncheck pilhan create new nodes
      1. Click [Next]

    1. Select Centroids. Pilh Select All
      1. Click simbol layer, kemudian pilih layer yang berisi text di bidang (080201)
      2. Click [Next]

    1. Create New Centroid. Uncheck pilihan create missing centroids
      1. Click [Next]

    1. Error Markers:
    • Polygon tanpa ID ditandai dengan Rhombus warna Cyan
    • Polyon yang saling berpotongan ditandai dengan octagon warna Green
    • Polygon dengan ID lebih dari satu ditandai dengan square warna red
    • Polygon yang tidak menutup tidandai dengan triangle warna yellow

    Clck [Finish]

    1. Setelah click [Finish], jika ada kesalahan polygon, autocadmap memunculkan kotak peringatan.

       

      Pada contoh kali ini diidentifikasi sebagai polygon yang saling berpotongan atau (intersections detected)

       

      click [Close]

       

      kemudian cari symbol octagon yang berwarna green atau hijau.

    1. Pada gambar disamping ternyata ada double polygon atau batas bidang yang bertumpuk.

       

      Saya hapus bidang yang double tersebut sehingga tidak ada double

    1. Ulangi langkah 1-18

       

      setelah diulang langkah di atas, pesan error yang muncul adalah Link doesn’t belong to any polygon

       

      Error ini menandakan bahwa ada polygon yang belum menutup atau belum ada break line di perpotongan garis. Error ditandai dengan segitiga warna kuning.

    1. Contoh error dan koreksinya:
    • Ditemukan polygon yang tidak menutup sempurna (lingkaran hijau) sehingga menyebabkan polygon terbuka.
    • Lakukan trim garis di lingkaran hijau

    1. Gambar setelah dikoreksi

    1. Contoh garis yang harus di-break
    • Pada gambar disamping garis yang terpilih harus dipecah atau break
    • Gunakan perintah break sehingga garis yang terpilih menjadi dua garis seperti gambar di bawahnya.’

    setelah diedit:

    1. Jika tidak ada error, maka ada tambahan topology di map explorer

    1. Untuk mengetahui informasi luas dari hasil topology polygon:
    • Click icon atau ketik di command: ADEEDITDATA
    • Pilih ID bidang (text di layer 080201)

     

Sampai pada tahap ini proses pembuatan topologi telah selesai. Tahap selanjutnya adalah mengexport list informasi luas tersebut ke text file melalui tahapan berikut:

  1. Klik kanan nama topology di map explorer kemudian pilih Analysis>>Topology Query

  1. Lakukan setting di Topology Query:
  • Topology Type: None
  • Click [Define Query]
 
  1. Set di [Define Query Topology]:
  • Click [Location], kemudian pilih [Boundary Type]: All
  • [Query Mode]: Report
  • Click [Options]

  1. Pada [Output Report Options], click [Expression…]
  • Pada group [Properties], pilih String] kemudian clik [OK] lalu click [Add]
  • Click lagi [Expression…], kemudian di bawah group [Topologies] pilih Topology Polygon:bd
  • Pada group [Polygon Centroid], pilih [Area]
  • Click [OK]
  • Clik [Add]
  • Click [Browse], kemudian pilih folder tempat menyimpan hasil report query

  1. Output Report Options menjadi

Hasil report akan disimpan dalam file peta_bidang.txt dalam format comma delimeted dengan susunan kolom pertama (.STRING) adalah nomer ID Bidang dan kolom kedua (.AREA@TPMCNTR_bd) adalah informasi luas dari topology bd

  • Click [OK]
  • Click [Execute Query]

  1. Hasil report query di file peta_bidang.txt
  • File tersebut bisa juga dibuka dengan mirosoft excel ataupun diimport ke Microsoft access atau file database lainnya

 

Untuk menampilkan text informasi luas di autocadmap lakukan langkah-langkah seperti berikut:

  1. Buat Layer baru khusus untuk text informasi luas. Misal txtLuas
 
  1. Lakukan seperti langkah 1 & 2 seperti di atas
 
  1. Setting di [Define Query Topology]
  • Click [Clear Query] untuk menghilangkan query sebelumnya
  • Click [Location]>>[Boundary Type]:All
  • [Query Mode]: Draw
  • Check opsi sebelah kiri [Alter Properties…]
  • Click [Alter Properties..]
  • Pada group [Select Property], click [Text]

  1. Seeting di [Define Text]:
  • Click [Expression]
  • Pada [Text Value Expression] pilih [Topologies]>>[Polygon:bd]>>[Polygon Centroid]>>[Area]
  • Click [OK]

     

bd adalah nama topology polygon yang telah dibuat.

 

Hasil Text Value disamping adalah mencetak informasi luas di layer:txtLuas dengan banyaknya angka di belakang tanda desimal sebanyak 13 digit seperti seperti hasil report query pada langkah 6 di atas.

  1. Merubah tampilan text luas.
  • Rubah text value seperti petunjuk di samping
  • Click [OK]

Text value semula

:AREA@TPMCNTR_bd

 

Menjadi

(STRCAT “LUAS : ” (FIX :AREA@TPMCNTR_bd) ” M2″)

 

Property Alteration menjadi:

  1. Click [Execute] di [Define of Query Topology]
  • Tampilan setelah ada informasi luas
  • Text luas berhimpit dengan text id bidang

  1. Agar tampilan luas berada di bawah nomor ID bidang. Lakukan Langkah berikut:
  • Ketik di command:QSELECT
  • Properties: Layer
  • Operator: = Equal
  • Value: txtLuas
  • Click [OK]
  • Ketik command: MOVE
  • Geser ke Bawah

 

 

Posting berikutnya akan dicoba untuk me-link-an antara database yang tersimpan dalam database access atau excel yang berisi daftar nama dan informasi lain sehingga dalam file autocadmap bisa disajikan peta tematik tematik yang lebih informative.

===Selamat mencoba===

 

December 28, 2013

[XLS-SVY-13]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD Versi 1.1

Filed under: Excel — cadex @ 01:20

Originally posted on coretan tentang autocad dan excel:

Referensi : [XLS-SVY-007]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD
Platform : Autocad , Excel 2007/Excel 2003
Lokasi File :

Pada posting [XLS-SVY-007]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD, telah diuraikan tahapan untuk membuat gambar cross section dari file excel.

Posting kali ini akan saya akan mencoba untuk versi plotting cross section dari excel ke autocad dengan beberapa fasilitas tambahan. Berikut adalah snap shot program vba-excel / macronya:

image

Fasilitas tambahan seperti yang ditampilkan di atas adalah:

  • Ada tambahan custom menu bar, sehingga tidak lagi menggunakan menu run macro
  • Ada setting parameter skala horizontal, skala vertikal, tinggi huruf dan tinggi band (informasi baris) di bawah cross section
  • Bisa memproses beberapa sheet sekaligus
  • Setting elevasi datum
  • Type labelling bisa di tiap perubahan slope atau di tiap pertambahan jarak.
  • Bisa dilakukan checking cross section di excel dengan cara menggambarkan cross section dalam bentuk grafik atau chart secara otomatis.

Contoh hasil plotting…

View original 910 more words

Older Posts »

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 798 other followers