coretan tentang autocad dan excel

November 2, 2013

[XLS-SVY-05]: Form Excel untuk Perhitungan Pasut dengan Hitung Kwadrat Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 09:06
Referensi : [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel
Platform : Excel
Lokasi File : download rev-2
download rev-3

Pada post [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel telah dijelaskan teori perhitungan pasang surut metode least square dengan vba excel.

Kali ini akan diuraikan tahapan pengisian pada form excel yang sudah ada program macro (vba) untuk perhitungan prediksi pasang surut (Tidal Prediction)

1. Jalankan file Excel, kemudian set security level ke ‘medium’.
Untuk excel 2003, click menu ‘Tool2’>>’Macro’>>’Security’
Pilih Security ‘Medium’. Untuk excel yang lain silahkan di cari di menu help atau bisa dicari lewat om google.
2. download rev-2 (excel 2003) formnya, kemudian extract zip filenya
3. Setelah buka file hasil download tersebut. Saat ada konfirmasi macro, click ‘Enable Macros
4. Dalam form tersebut sudah ada contoh data hasil pengamatan pasang surut selama 29 hari (1-29 Maret 2008) dengan interval bacaan pada peil scale (rambu ukur) pasang surut tiap 1 jam
Bacaan rambu ukur, dimasukkan dalam satuan meter.
Data ini bisa diganti jumlah harinya, asalkan interval pengamatan adalah 1 (satu) jam

Bagian-bagian dari form perhitungan atau prediksi pasut:

pasut

Urutan pengisian adalah:

1. Isikan informasi lokasi pengamatan, jenis alat yang dipakai dan unit pengukuran di area nomer 1
2. Area Nomer 2 :
-Masukkan di cell [B10] tanggal awal pengamatan.
-Isikan bacaan pengamatan rambu ukur tiap jam di [C10:Z10] dari jam 0:00 sampai jam 23:00
-Isikan pengamatan di tanggal berikutnya di hari ke-2 sampai hari ke-29 sehingga didapat data pengamatan pasang surut sebanyal 29 hari x 24 bacaan/hari = 696 bacaan
3. Tekan Ctr+r sehingga muncul:
image

[$C$10:$Z$38]: Data pengamatan pasang surut
[$G$67:$G$75]: Periode untuk masing-masing 9 konstituent.
kemudian click ‘OK’

4. Hasil perhitungan di Area nomer 4:
image
5. Grafik di Area nomer 5 akan terbentuk secara otomatis. Grafik ini terdiri dari 4 Series yaitu:
1. Posisi Mean Sea Level
2. Actual Pengamatan Pasang Surut
3. Prediksi Pasang Surut berdasarkan rumus harmonic dengan 9 parameters (9 konstituent)
4. Grafik beda elevasi antar hasil hitungan (prediksi) dan actual
6. Tabel di area nomer 6:
image

Update 15 November 2012:

Untuk memfasilitasi pengunjung yang menginginkan hitungan untuk data pengamatan 15hari, silahkan di download rev-2.

Cara penggunaannya sama dengan sebelumnya, hanya saja yang membedakan adalah pilihan blok data pasutnya menjadi [$C$10:$Z$24]. Dengan cara yang sama pula silahkan dicoba jika datanya lebih dari 29 hari.

Mohon tanggapannya jika ada error atau salah hitung

 

Update 1 September 2012:

Revisi terbaru (download rev-3) menggunakan macro di excel 2007. Pada versi ini data input dan output dimasukkan dalam sheet yang berbeda.

Sheet [Input] hanya berisi informasi data pengukuran elevasi dan informasi pendukung lainnya seperti lokasi pengamatan.

image

Sheet [Calculation] ada tambahan tombol [Calculate] untuk memulai menghitung setelah data dimasukkan secara lengkap di sheet [Input]

image

Tampilan grafik dirubah sedikit dengan menampilkan label Mean Sea Level (MSL) dan label deviasi antara harga perhitungan dan pengamatan yang mempunyai deviasi terbesar.

image

==selamat mencoba==

135 Comments »

  1. kenapa aku coba g’ bisa ya?
    security level sudah saya rubah namun setelah langkah 3 (tekan ctrl+r) itu tidak mucul..
    mungkin bisa dijelaskan?
    trimakasih sebelumnya..

    Comment by arda — May 30, 2012 @ 02:07

    • pesan errornya apa? kalo dicoba pakai data yang di contoh bisa nggak?

      Comment by cadex — May 30, 2012 @ 09:51

  2. apa datanya bisa di isikan cuman 15 hari

    Comment by arsal — June 23, 2012 @ 13:06

    • sudah bisa Pak…
      silahkan download ulang formterbaru. Tetapi tetap disarankan pengamatan minimum 30 hari

      Comment by cadex — June 23, 2012 @ 14:54

  3. pak ada ngak file pengolahan pasang surut dengan metode admiralty,,??????

    Comment by arsal arifuddin — July 27, 2012 @ 16:22

    • tidak ada mas. saya juga masih mencari

      Comment by cadex — July 27, 2012 @ 22:50

      • mas ada formula pasang surut 15 hari ngak,,,, metode apa jha,,,,,,yg jlas ada

        Comment by asal arifuddin — August 1, 2012 @ 17:56

      • untuk pengamatan 15 hari bisa menggunakan admiralty atau bisa juga pakai least square dengan merubah dimensi matrix pengamatan. Posting di sini menggunakan 30hari pengamatan, dengan merubah source codenya bisa untuk juga mengolah data 15 hari.

        memang saya sengaja untuk membuta yang 30 hari karena seperti yang saya comment di bawah:
        “saya punya pengalaman pengamatan 15hari dibandingkan 30hari beda significant. mbeda menurutku adalah karena kalo pengamatan 15 hari tidak melalui dua fase pasang purnama (spring tide) dan dua fase pasang perbani (neap tide)”

        Comment by cadex — August 2, 2012 @ 08:05

      • bleh ngak mas yg 30 hr diubahkan ke 15 hr soalx sy ngak ngerti metode least square please,,,,,,

        Comment by arsal arifuddin — August 4, 2012 @ 09:12

      • coba saya oprek programmnya terlebih dahulu, tapi mohon sabar ya…

        Comment by cadex — August 7, 2012 @ 08:45

  4. IYa mkch sblumx mas,,, saya berharap secepatx mas,,,,,,,,,, semoga ilmux bermanfaat bagi orang bxk

    Comment by arsal arifuddin — August 10, 2012 @ 18:25

  5. Salam kenal sebelumnya Pak,

    Ijin bertanya, mengapa fasa yg dihasilkan berbeda dgn hasil DISHIDROS ya Pak, jika kita gunakan data DISHIDROS dan kita analisa kembali thd data tersebut. Selain itu mengapa parameter B nilainya menjadi tebalik ya Pak (saya coba buat least square dengan MATLAB hasilnya -B). Saya pun masih gagal dalam menghitung fasa-nya (hasil saya mirip dgn Bapak namun masih berbeda dgn milik DISHIDROS)

    thx

    Comment by d.magetsari — September 11, 2012 @ 12:02

    • salam kenal juga…
      bisa dishare data dishidrosnya. bisa jadi dishidros menggunakan rumus harmonic yang lain atau lebih complete dengan memasukkan unsur geografis (lintang dan bujur). Program di excel ini juga saya developed dari program matlab.,,

      Comment by cadex — September 11, 2012 @ 12:23

      • Q: Maaf Pak baru sempat konek i-net lagi..apakah ada alamat email Pak? saya akan share data dishidros nya Pak. Sebenarnya data tsb saya ketik ulang dari tabel pasang surut hidros dan saya coba analisa harmonik dgn least square saya Pak, lalu saya juga menggunakan XLS-SVY-05.xls Bapak, namun ttp menemui kendala pada nilai fasa.
        A: coba cek, nilai fase di data dishidros dicamtumkan 360-g atau g saja?

        Q: Oiya Pak apakah ada cara untuk menghitung faktor koreksi geografis Pak seperti yg anda maksud? apakah Bapak punya perhitungannya? jika ada bole kami dishare Pak untuk bisa dikembangkan juga?
        A: Saya masih mencarinya. mungkin dihitung tidak berdasarkan rumus yang mengacu ke astronomis.

        Trims

        Comment by d.magetsari — October 23, 2012 @ 14:07

      • terimakasih response-nya.
        alamat email ada di page “curriculum vitae”
        kalo tidak keberatan, minta tolong dishare juga coding least squarenya kita pelajari sama2.’

        Comment by cadex — October 23, 2012 @ 14:11

  6. salam kenal pak,
    perkenalkan nama saya kasman dari FPIK IPB, ada yang mau saya tanyakan pak untuk perhitungan pasut yang bapak buat range 1 bulannya hanya 29 hari kalo untuk yang 31 hari bisa di pakai ngk perhitungan ini dan maaf saya kurang mengerti maksud dari komponen data observastion dan calculation itu perhitungannya dari mana yah pak, dan satu lagi nilai U itu diperoleh dari hasil perhitungan yang mana yah pak… terima kasih dan maaf kalo pertanyaannya agak panjang..

    Comment by kasman madi — November 11, 2012 @ 12:37

    • salam kenal juga
      — bisa untuk pengamatan lebih dari 29 hari. minimal 15 hari
      — komponen data observation: data hasil pengamatan pasut tiap jam atau data actual pasut
      — komponen data calculatioan: hitungan pasut dari rumus tidal harmonic setelah didapat 19 parameter hasil least square yaitu 9 kontituent amplitudo, 9 konstituent phaste dan 1 tinggi rata2 (zo)
      — u dalam notasi least square calculation biasanya mengacu ke banyaknya parameter yang tidak diketahui atau yang akan dicari yaitu 19 parameter seperti diuraikan di atas.

      Comment by cadex — November 11, 2012 @ 19:21

  7. PAK SAYA MAU BERBAGI ILMU,,,, SAYA PUNYA METODE ADMIRALTY,,,,,, TP SAYA MAU BAPAK BUATIND SAYA METODE LEAST SQUARE IMPUTAN 15 HARI,,,,,, SAYA RASA KITA BISA BERBAGI ILMU,,,, BIAR BISA MEMBANSINGKAN HASIL NILAI EROR ADMIRALTY DAN LEAT SQUARE

    Comment by arsal — November 14, 2012 @ 20:05

    • sebetulnya untuk 15hari bisa kok pakai form tersebut. kalo boleh kirim aja contoh pengamatan pasutnya 15 harinya sekalian dengan program admiralty-nya nanti saya coba hitungkan dengan least square dengan form yang sama.

      Comment by cadex — November 15, 2012 @ 10:33

  8. bapak hitung saja dulu dengan data 15 hari,,, setelah selesai,,,,bru d confrm biar kita bisa sm2 krim

    Comment by arsal — November 18, 2012 @ 17:37

    • kenapa tidak dicoba sendiri dihitung dari form yang ada blog ini ?
      1. download filenya (link ada di atas)
      2. hapus datanya sehingga menjadi 15 hari
      3. jalankan programnya

      #programs sudah saya share tanpa syarat apapun#

      Comment by cadex — November 18, 2012 @ 18:31

  9. pak kita bilang imputan 15 hari bisa d download d ats tp trxta kok mzh 29 hari pak,,,,,,,,,,, truzt sy mau nax standart deviasix mksdx apa pak?????

    Comment by andi — November 21, 2012 @ 12:23

    • 1. pastikan download ulang formnya
      2. benar datanya masih 29hari, tetapi kalo data hari ke 16-sampai 29 dihapus atau range (A25:Z38) datanya menjadi 15 hari kan?
      ##Kalo data hasil pengamtan 15Hari dibuat menjadi 29 hari itu namanya ngarang##

      3. Jalankan programnya, jangan lupa saat menjalankan program (CTrl+R) pastikan blok data pasut dari semula untuk 29 hari di $C$10:$Z$38 menjadi $C$10:$Z$24
      4. coba cari di google dengan keyword “standard deviasi”

      Comment by cadex — November 21, 2012 @ 12:58

  10. PAK MHON PENJELASAN DARI TABEL DI AREA NOMER 6,,,,,,
    SEBENARX YANG MANA NILAI DARI HWS,MSL,LWS, YANG DIGUNAKAN,,,,,,,,,,,
    APAKAH NILAI YANG DIHASILKAN SUDAH DIIKAT DENGAN DENGAN NOL LWS

    Comment by ANDY — November 21, 2012 @ 15:56

    • ini sekedar saran:
      Supaya comments blog di ini terlihat nyaman di mata bagi pembaca yang lain, sebaiknya comments jangan ditulis dalam huruf CAPITAL atau huruf BESAR.

      Dari beberapa milist dan forum yang saya ikuti tulisan dalam HURUF BESAR itu berarti si pemberi comments sedang MARAH-MARAH!!. Karena tertulis di blog saya, maka anggapan saya Bapak sedang MARAH-MARAH ke saya. “Semoga anggapan saya keliru”

      Kembali ke pertanyaan Bapak:
      terus terang sejak mulai menghitung sampai sekarang, saya masih rancu dengan istilah HWS,LWS karena dari beberapa literatur menjelaskan berbeda-beda. Jika Bapak punya referensi atau literatur yang lain, mungkin bisa di share di sini dan dengan senang hati akan saya buatkan revisi programnya. Terus terang saya juga lupa, Notasi yang saya pakai di tabel nomer 6 mengacu ke mana. Saya akan terus mencari literaturenya, syukur-syukur Bapak bisa menemukan lebih dahulu.

      Masalah pengikatan:
      Tabel nomer 6 pada range D81:D87 ada notasi (symbol) : HHWL,MHWL,MSL,MLWL,CDL,LLWL,LAT demikian juga pada J80:P80.

      Jika diinginkan pengikatan terhadap LAT, terhahap notasi yang lain. Gunakan nilai di kolom LAT (kolom P)
      atau
      Jika diinginkan pengikatan terhadap MSL, terhahap notasi yang lain. Gunakan nilai di kolom MSL (kolom L)

      Comment by cadex — November 21, 2012 @ 17:11

      • Maaf pak tadi saya nulis g tau klo caps_x aktif,,,, nnti slesai krim bru prhatiind,,,,,Maaf pak sblumx
        Q: saya mau nax lg pak,,,, yang mana menjadi nilai HAT (high astronomical tides) soalx dalam tabel bpk mempunyai hasil perhitungan LAT.
        A: Kalo LAT=Z0(all constituents), maka HAT=Z0+(all constituents)

        Q: bbrt yang di tabel sudh diikat terhadap LWS, MSL, atau HWS,,,, tergantung kita mau ikat dimana,,,, jadi klo diikat di LAt berarti semua nilai di kolom P yang digunakan dalam perencanaan elevasi pak yach???
        A: Maaf perencanaan elevasi apa yang dimaksud? . Tetapi perlu diingat LAT biasanya didapat dari pengamatan yang lama. Saya quote dari http://www.pol.ac.uk/ntslf/tgi/definitions.html “HAT and LAT are determined by inspecting predicted sea levels over a number of years” jadi bukan hanya dari pengamatan 30 hari saja. apalagi hanya 15 hari

        Comment by ANDY — November 21, 2012 @ 17:23

  11. Q: saya lihat d kolom kalau diikat nol LWS maka semua tinggi muka air mengacu pada LWS dengan menambahkan nilai dari LWSbenarkan pak???/
    A: Saya anggap LWS=LLWL ya…biar referensinya sama dengan di tabel. Hasil hitungan LLWL=Z0-(M2+S2+K2+K1+O1+P1)=-0.6 (kolom I) , kemudian hasil hitungan HHWL=Z0+(M2+S2+K2+K1+O1+P1)=3.9. Maka tinggi HHWL jika diikat ke LLWL=3.9-(-0.6)=4.5 cek hasilnya dengan angka di kolom O

    Q: kemudian yang kedua,,,,,, betul memank pak untuk mendapatkan surut astronomis terendah membutuhkan data dgn range panjang klau tidak salah,,, 18.6 tahun saya punya skripsi membahas tentang itu pak,,,,, tapi perhitungan yang dihasilkan dari sini adalah sudah memenuhi standar perencanaan elevasi dermaga,,,, karena HAT dan LAT itu datang sekitar 3-5 tahun beda dengan LWS dan semacamnya,,, mereka muncul sesuai perputaran bulan,,,, itulah inti dari LWS dan HWS or semacamx . jadi nilai dari perhitungan pendek sudah cukup memenuhi untuk perencanaan bangunan air
    A: Saya kira elevasi yang dimaksud adalah elevasi untuk menentukan mean sea level yang acuan untuk pemetaan topografi. Saya juga pernah terlibat dalam team design dermaga dan jetty juga mengacu ke HAT dan LAT tersebut. Tapi perlu diingat perhitungan ini hanya didasarkan pada pasut krn efek pergerakan matahari, bulan dan bumi belum memasukkan unsur musim. Misal dilakukan pengukuran hanya 15 hari di musim kemarau dan 15 hari di musim penghujan apakah hasilnya akan sama?. Satu lagi alasan kenapa saya lebih suka pengukuran 30 hari, karena dalam pengukuran durasi 30 hari, saya akan mendapatkan data pasut saat spring tide 2x dan neap tide 2x. kalo 15 hari hanya didapat masing-masing 1x. kenapa saya butuh 2x spring dan neap tide karena :1. untuk jaga2 jika yang durasi 15hari ada data yang nggak valid 2. bisa membandingkan hasil konstituent. 3. Secara statistik lebih banyak data akan lebih baik kesimpulan yang didapat

    Comment by andy — November 21, 2012 @ 20:58

  12. mkch pak buat ilmux terust apa maksdx pak garis putus pada grafik bagian bawah,,,,,,,

    Comment by andy — November 23, 2012 @ 12:50

    • di bawah grafik ada legendanya. terulisnya apa?

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 13:36

  13. apa mksdx observation,calculation, observation-calculation pak????

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 16:10

    • sudah pernah saya jawab dari penanya lain, silahkan lihat comment & replay di atas nomer 6
      observation-calculation cara bacanya “nilai observasi dikurangi nilai hasil hitungan”

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 16:29

  14. mksdx fungsix apa pak,,????? dari nilai itu dan d masukkan di grafik

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 16:38

    • maksudnya untuk membandingkan data hasil pengukuran dan hasil hitungan. kenapa perlu dibandingkan? karena pengukuran yang baik atau ideal tanpa kesalahan seharusnya sesuai dengan model matematisnya. Misal anda mengukur segita, ukuran anda harus dicek apakah jumlah sudutnya sama dengan 180 derajat? ternyata setelah dijumlahkan sudut hasil ukuran hasilnya adalah 186 derajat berarti ada yang salah kan? Itu maksudnya kenapa saya bandingkan hitungan muka air hasil pengamatan dan hasil hitungan.

      kenapa dimasukkan ke grafik ? nggak dimasukkan juga nggak apa2 kalaupun nggak pakai grafik juga nggak apa2. Yang kita cari kan konstanta pasutnya bukan grafiknya.

      Tapi dengan dimasukkan atau disimulasikan di grafik saya bisa tahu di jam berapa yang mempunyai simpangan lebih besar, tanpa harus mempelototi angka satu-satu. tinggal dicari grafik yang menjulang tinggi atau turun.

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 17:03

  15. apa maksudx pak kolom yang ada min max dari obs,calc dan delta

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 17:21

    • kalo ini pertanyaannya basic banget.
      pernah menggunakan fungsi min() dan max() di excel?

      Kalo sudah, berarti saya tidak perlu menjelaskan
      kalo belum, silahkan baca di helpnya excel…

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 17:54

  16. Mksdx bkn itu pak,,,,, apa mksd dan tujuan dari perhitungan itu,,,,, dan dimana letak nilai eror dari perhitungan bapak

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 18:01

    • Saya anggap sudah tahu fungsi min() dan max() di excel. Saya anggap juga sudah tahu istilah observation, calculation dan observation-calculation (delta)
      sekarang buka file excel formnya dan jawab pertanyaan ini:
      1. berapa elevasi minimum dan maximum dari observasi (hasil pengamatan) ?
      2. berapa elevasi minimum dan maximum dari calculation (hasil hitungan) ?
      3. berapa beda terendah dan tertinggi dari observation-calculation ?

      Kalo bisa menjawab berarti tahu fungsinya…

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 18:40

  17. okey sudah dimengerti pak,,,,, sekarang VtV, n, apa mksd dan tujuanx pak,,,, truzt knp bpk ambil nilai u 19

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 18:52

    • Q: u 19?
      A: lihat lagi comment #6

      Q VtV = maksudnya. untuk jelasnya silahkan baca buku tentang least square banyak kok di internet kalo mau cari.

      Saya terangkan yang ringkas saja:
      Masih ingat definisi observation-calculation? atau bisa disebut sebagai delta atau dalam istilah least square di beri simbol V. Kalo pengukurannya benar dan model matematisnya (rumus) juga bener maka nila V akan mendekati nol. Karena pengukuran pasti tidak sempurna, maka akan dihasilkan nila V>0 atau V<0.

      Pengukuran 29hari akan didapat nilai V sebanyak 272. Jika pengukurannya bagus maka nilai jumlah kuadrat dari V akan mendekati nol. Dalam rumus SUM(V*V) atau SUM(V^2) mendekati nol. Atau kalo dalam notasi matrix bisa ditulis VtV=perkalian matrix Transpose(V) x V

      Hasil VtV bisa untuk mencari standard deviasi. Nilai standard deviasi ini bisa diuji dengan uji statistik ("belum saya tulis di form") apakah hasil ukuran atau hitungan bisa memenuhi interval konfidensi tertentu biasanya untuk CI=95%

      Rumus standard deviasi silahkan dicari sendiri ya…? karena saya bukan dosen, tapi hanya praktisi…

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 19:13

  18. okey pak, sekarang apa bpk punya cara memperbaiki data actual ketika hasil prediksi dengan lapangan berbeda,,, mngkn pengaruh gelombang saat pembacaan peilschalll????

    Comment by ANDY — November 23, 2012 @ 19:27

    • Kita berusaha membuat station peil yang bagus misal pakai AWLR (automatic Water Level Recorder) tetapi bagaimana kalo rumus prediksi yang salah atau kurang tepat? atau karena pengamatan yang kurang sehingga menghasilkan konstanta yang salah? Apakah rumus tersebut akan valid jika ada pemanasan global, sehingga muka air laut naik? Itulah sebabnya pengamatan pasut dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Di UK aja tiap tahun ada laporan konstanta pasut yang tiap tahunnya berbeda.

      Comment by cadex — November 23, 2012 @ 19:45

  19. saya punya mslah pak,,, apa bpk mngerti apa yang dimksd 20 cm dari MSL terpakai

    Comment by ANDY — November 24, 2012 @ 10:31

    • kalimat lengkapnya gimana?

      Comment by cadex — November 24, 2012 @ 21:13

  20. Berdasarkan defenisi Australia yaitu indian Spring Low Water maka
    Z0 = S0-(AM2+AS2+AK1+AO1)
    Z0 = 120-(34+29+21+14)
    = 22 CM dari MSL terpakai
    begitu kalimatx pak????

    Comment by ANDY — November 26, 2012 @ 11:23

    • Terus terang saya juga nggak ngerti maksudnya, tetapi kalo dari rumusnya , berarti MSL terpakai = 120
      berarti Indian Spring Low Water 98 cm dibawah MSL yaitu di angka 22 pada peil schale

      Z0 = S0-(AM2+AS2+AK1+AO1)
      Z0 = 120-(34+29+21+14)
      Z0 = 120-(98)
      Z0= 22

      Comment by cadex — November 26, 2012 @ 12:01

  21. pak bgaimana cara prediksi pasang surut 20-30 tahun kedepan

    Comment by ANDY — November 26, 2012 @ 16:52

    • kurang tahu kalo yang ini. Soalnya banyak faktor yang mempengaruhi. Mungkin metodenya tidak menggunakan tidal harmonic lagi..

      Comment by cadex — November 26, 2012 @ 17:00

  22. pak apa gunax tunggang pasang surut

    Comment by ANDY — November 26, 2012 @ 18:10

    • coba aja cari di perpustakaan, saya belum pernah dengar istilah tersebut.
      Pertanyaan juga sudah meyimpang dari Judul Posting Web ini.

      Comment by cadex — November 26, 2012 @ 18:15

  23. pak saya mau bertanya alasannya kenapa pengukuran pasang surut itu dilakukan 30 hari atau minimal 15 hari ?? terima kasih

    Comment by harispramana53 — December 8, 2012 @ 17:13

    • silahkan dibaca di comment nomer #11

      Comment by cadex — December 8, 2012 @ 20:46

  24. selamat pagi pak…salam kenal..sya agung dari mahasiswa teknik geodesi UNDIP…
    rencananya sya pingin tugas akhir membuat program aplikasi menghitung pasut metode least square..cuma sya masi bingung cara nyusun matrik nya pak..mohon petunjuk dari bapak..terimakasih
    kalau berkenan bisa dijelaskan lewat email sya pak.. agungsetyawan2710@yahoo.com
    terimakasih bnyak sebelumnya pak.

    best regard
    -agung-

    Comment by agung_geodesi — February 2, 2013 @ 12:05

  25. salam, boleh saya tau alur kerja pada tabel admiralty?

    Comment by atik — February 24, 2013 @ 23:02

    • saya juga sedang cari, belum ketemu juga cara perhitungan admiralty…

      Comment by cadex — February 26, 2013 @ 15:43

  26. salam, untuk perhitungan pasut dengan periode setahun/lebih apakah bisa dengan tabel tersebut?

    Comment by fandi — March 19, 2013 @ 12:40

    • seharusnya bisa, tetapi proses perhitungannya yang akan berat karena dimensi matrix akan menjadi besar

      Comment by cadex — March 21, 2013 @ 11:42

  27. Pak bisa ngak dibuatkan untuk prediksi setahun begitu,,,,, biar tingkat akurasx tinggi

    Comment by Arz — April 8, 2013 @ 12:03

    • silahkan dibaca jawaban saya di comment #26. Atau jika ada datanya, coba saya hitungnya. apakah program tersebut bisa untuk menghitung data selama satu tahun

      Comment by cadex — April 9, 2013 @ 12:00

  28. Maksudx data dengan 15 atau 30 hari bisa tidak menghasilkan dta untuk prediksi psut setahun???/

    Comment by Arz — April 15, 2013 @ 08:45

    • maaf kalo saya salah mengartikan pertanyaan sebelumnya
      prediksi setahun sih secara teori bisa, karena biasanya hasil dari pengamatan pasut diaplikasikan untuk design dermaga atau pelabuhan. Tentunya dengan harapan dermaga/pelabuhan dipakai lebih dari setahun.

      Comment by cadex — April 16, 2013 @ 06:41

  29. Selamat pagi pak. Mohon arahanyannya; jika untuk pengolahan data pasut yg lebih dari 8 bulan bisa gak dengan metode admiralty? bedanya dengan pengolahan least square, bagaimana pak? terimakasih.

    Comment by Yose — April 17, 2013 @ 09:13

    • maaf saya belum pernah mengolah data dengan admiralty, jadi nggak bisa jawab.

      Comment by cadex — April 17, 2013 @ 09:17

  30. Mau tanya pak, apa ada program untuk mengisi data pasut yang kosong. Jadi apabila kita mendapatkan data amatan atau data dari tide gauge tapi tidak lengkap, ada beberapa jam yang kosong?

    Comment by wsn — April 20, 2013 @ 02:29

    • kalo saya sih kalo data amatan kosong, ya saya biarkan kosong. saat pengolahan hitungan atau analysis tidak perlu dimasukkan.

      Comment by cadex — April 20, 2013 @ 11:02

      • maksudnya gmn pak? apa data pada hari yang memiliki data kosong tidak digunakan, jadi jumlah harinya berkurang?

        Comment by wsn — April 20, 2013 @ 11:32

      • ada istilah yang terkenal di pengolahan data yaitu “garbage in, garbage out” kalo data yang dipakai adalah sampah, maka keluarannyapun sampah.
        Jadi kalo data lapangannya kurang ya jangan dilakukan pengolahan lebih lanjut karena nantinya juga tidak akan berguna.

        kalo di kaedah surveying disyaratkan ada pengukuran lebih, misal untuk pengamatan pasut disyaratkan 15 hari, maka sebaiknya dilakukan pengukuran lebih dari 15 hari, sehingga jika ada data yang hilang atau diragukan syarat minimum tetap terpenuhi. Hal ini lebih mudah dan murah dibandingkan jika harus kembali ke lapangan untuk melakukan pengukuran ulang…

        Comment by cadex — April 20, 2013 @ 11:44

      • ok pak. thx infonya.

        Comment by wsn — April 20, 2013 @ 11:57

  31. Apa bpk punya data hasil hitungan dari 15 or 30 hari dapat prediksi untuk setahun pak?????

    Comment by Arz — April 21, 2013 @ 19:06

    • sudah didownload formnya? data yang ada di form adalah hasil pengamatan 30hari jika datanya dikurangi 15hari menjaid data pengamatan 15hari.
      jika sudah ditemukan 9 konstituentnya, maka akan bisa dipakai untuk prediksi setahun bahkan lebih. Tetapi prediksi ini akan sangat tergantung dari lokasi dan lama pengamatan. Pengamatan 30 hari akan lebih teliti jika dibandingkan dengan pengamatan 15 hari. Pengamatan 2tahun akan lebih teliti daripada pengamatan 15 hari. Dishidros atau bakosurtanal/BIG biasanya mengeluarkan hasil hitungan konstanta pasut setiap 1 tahun.

      Comment by cadex — April 22, 2013 @ 08:54

  32. Bgmn carax pak,,,,, dr konstituentx bisa d dpt prediksi setahun

    Comment by Arz — April 22, 2013 @ 10:26

  33. Maaf Pak, saya mau tanya, saya baru mengambil MK survei hidrografi dan masih belum banyak mengerti,
    untuk 9 konstituen itu di dapat dari mana y Pak?? Lalu untuk bagian observation n calculation mungkin bisa dijelaskan didapatkan darimana dan mengapa cuman hanya sampai 12 bukan 15 atau 29 hari??
    terima kasih perhatiannya……

    Comment by Raffi — April 25, 2013 @ 08:05

    • Saya coba jawab semoga tidak tambah bingung:
      1. untuk 9 konstituen itu di dapat dari mana?
      masih inget teori mencari variable dari persamaan? misal
      3a+4b=13
      a+b=10
      untuk mengetahui nilai variable a dan b minimal dibutuhkan dua persamaan. Bagaimana kalo ada tiga persamaan dengan dua variable misal:
      3a+4b=13
      a+b=10
      4a-3b=5
      Variable (a dan b) didapat dengan hitungan least square atau Hitung Kwadrat Terkecil.

      Pada persamaan tidal harmonic terdapat 9 variable/constituent (H1 sd H9) dan 1 mean sea level, tetapi untuk mempermudah penyelesaiannya rumus tersebut dikembangkan menjadi 18 varible (A1 sd A9 dan B1 sd B2) dan 1 (Zo) Mean Sea level. Sehingga minimal dibutuhkan 19 persamaan untuk menyelesaikan variable tersebut.

      Karena persamaan tersebut melibatkan konstanta rotasi bumi, bulan dan matahari, maka perlu pengamatan pasut secara terus menerus (misal tiap jam) selama minimal satu bulan. sehingga didapat kondisi air saat pasang purnama (bulan,matahari dan bumi segaris) dan pasang perbani (matahari, bulan dan bumi tegak lurus).

      2. Lalu untuk bagian observation n calculation mungkin bisa dijelaskan didapatkan darimana?
      observation: data hasil ukuran. calculation: didapat dari rumus tidal harmonic setelah didapat 9 konstituents.

      3.dan mengapa cuman hanya sampai 12 bukan 15 atau 29 hari
      coba jalankan macronya, apakah masih 12 hari?

      Comment by cadex — April 25, 2013 @ 09:27

      • terima kasih jawabannya, untuk yang ke-3==>Saya run sekali lagi, bila menggunakan 29 cuman dapat 26 hari 7 am, sebelumnya saya run 15 hari cuman yang muncul pada 12 hari 7 am, bagaimana Pak?

        Comment by Raffi — April 25, 2013 @ 19:38

      • silahkan download lagi form revisi-2. ternyata form rev-1 ada bugs seperti yang ada tulis terimakasih

        Comment by cadex — April 26, 2013 @ 09:16

      • pak, apakah di area nomor 4 tidak perlu dilakukan perubahan?? saya memodelkan pasut setahun dari data yang saya dapatkan selama tahun 2011,data ini langsung saya inputkan pada area nomor 2 baik 15 maupun 29….

        Comment by Raffi — May 1, 2013 @ 12:00

      • tidak ada perubahan untuk area nomor 4 karena ini konstanta ini berkaitan dengan peredaran bumi, bulan dan matahari yang diasumsikan tetap (basic astronomical speed). Keterangan tentang basic astronomical speed, silahkan baca di https://cadex.wordpress.com/2012/11/18/xls-svy-19-simulasi-pasang-surut-laut-berdasarkan-input-9-konstituent-9-phase-bagian-2/

        Area nomer 2 maksimal untuk 29 hari jika data lebih dari itu maka perlu dimodifikasi. Saya belum pernah mencoba untuk data setahun mengingat dimensi matrix akan besar dan pertimbangan memory komputer. Jika sehari ada 24 jam pengamatan, maka dalam setahun akan ada data tinggi= 24*365=8760 dimensi matrix yang akan diproses adalah 8760 x 19

        Comment by cadex — May 7, 2013 @ 07:09

  34. terima kasih Pak sharing ilmunya, mungkin jika ada kesulitan saya akan tanyakan lagi…

    Comment by Raffi — April 30, 2013 @ 09:37

  35. Pak Kenapa Rev2-nya masih 12 hari Aja Grafiknya

    Comment by Arz — August 3, 2013 @ 13:30

    • barusan saya downlod file yang dimasud, grafiknya 29 hari.

      Comment by cadex — August 3, 2013 @ 19:37

  36. Maksudnya untuk imputan 15 hari pak,,,, Grafik Yang Terbentuk Cuman 12 Hari

    Comment by Arz — August 19, 2013 @ 11:47

    • 1. baru saja saya download lagi programnya
      2. Hapus data mulai hari (day) #16 sampa #29. atau block range A25:Z38 kemudian tekan [delete]
      3. Dari langkah di atas data yang akan diproses adalah 15 hari yaitu dr tanggal 1 Maret-15 Maret 2008
      4. Tekan Ctrl+R untuk aktifkan macro
      5. Masukkan alamat atau range data pasut $C$10:$Z$24
      6. Kemudian click OK
      7. Check tanggal dan jam di range A90 ke bawah. Tanggal sudah tercetak dari 1 Maret 2008 00:00 sampai 15 Maret 23:00
      8. Perhatikan juga axis dari grafik, juga tercetak mulai 1 Maret 2008 sampai 15 Maret 2008. Bukan tercetak hanya 12 Hari
      9. Lakukan setting minimum axis dan maximum axis untuk mengecek.

      Kalo menggunakan data sendiri, lakukan setting di langkah 9:
      1. Masukkan minimum axis sesuai dengan angka di cell H9
      2. Masukkan maximum axis seduai dengan angka di cell I9

      Comment by cadex — August 19, 2013 @ 21:16

  37. Pak Masih Berlanjut,,, Saya Punya Hasil Perhitungan Dari Rumus Admiralty dan Least Square dari kita Pak Tapi Menimbulkan Hasil Konstanta Pasut Yang Berbeda Mulai dari M2 dan seterusnya,, Tapi Nilai MSL sama. Ada Saya Kirim Pak Lewat Email, Mungkin Bapak Bisa Bantu Saya Dari Hasil Least Square Yang Cukup Mencolok Perbedaannya. Saya Krim Ke email Bapak yang Ini zainul_ulum@cbn.net.id, Email Saya arsalarifuddin@ymail.com Tolong Bantuannya Pak

    Comment by Arz — August 21, 2013 @ 08:42

    • cara mudah mengeceknyanya adalah coba masukkan hasil hitungan admiralty ke rumus tidal harmonic, jika hitungan benar, maka grafiknya atau elevasinya akan sama dengan hasil pengamatan…

      Comment by cadex — August 21, 2013 @ 08:53

  38. Bagaimana Mas,, Sudah Ada Hasil Ngak…????

    Comment by Arz — September 7, 2013 @ 09:05

    • sudah saya kirim ke arsalarifuddin@ymail.com tanggal 1 september 2013. Apakah email saya masuk ke spam. Saya coba kirim lagi

      Comment by cadex — September 7, 2013 @ 10:07

  39. Maaf Pak, saya mau tanya. Saya skrang sedang menyusun skripsi, tentang studi lingkungan fisik laut. tapi saya kesulitan tentang bagaimana menghitung pasang-surut, saya sdah melakukan pengamatan selama 30 hari dilapangan. karena di jurusan saya tidak ada mata kuliah yang membahas tentang pasang surut, mohon saran/bantuannya Pak. Terimakasih.

    Comment by AKAMSI — September 27, 2013 @ 07:42

    • saran saya ke perpustakaan seperti di IPB, ITB atau bisa ke perpustakaan Badan Informasi Geografis

      Comment by cadex — September 27, 2013 @ 16:14

  40. slmat siang pak,blh minta no tlp n almta rmh bpk tidak,,,sya bth bimbingannya pak,untuk tugas akhir saya kebetulan saya mau menganalisis ttg pasang surut…
    trima kash..

    Comment by novel — February 8, 2014 @ 09:06

    • silahkan diskusi lewat email saja seperti yang tertulis di page curriculum vitae

      Comment by cadex — February 8, 2014 @ 09:57

  41. Ini Gunanya Untuk Apa Pak Yang Nilai 0.243 dan -0.353. Boleh Dijelaskan Pak Secara Jelas

    Comment by FKMTSI — February 14, 2014 @ 11:04

    • untuk mengetahui simpangan terbesar antara hasil hitungan dan pengamatan. Jika data ukuran ada yang salah biasanya, simpangannya besar.

      Comment by cadex — February 14, 2014 @ 11:19

  42. maaf pak sebelumnya…mau tanya saya coba donwload file excel dari one drive kok tidak bisa di download kenapa ya pak…trims
    mohon pencerahnnya…kbtulan kami sdg bingung mncari perhitungan peramalan pasut…sekiranya dapat dibantu….
    oya email sy zafnia@gmail.com

    Comment by robby — March 10, 2014 @ 22:40

    • downloadnya lewat pc atau hape? coba downlaod lewat PC. Saya telah coba bisa kok..

      Comment by cadex — March 11, 2014 @ 06:45

  43. Pak Saya Ada Pertanyaan
    Saya Punya Data Pasang Surut Selama Setahun
    Bagaimana Caa Pengolahannya Pak ?
    Apa Dia Tetap Di Olah Per Bulan Or Datanya Langsung Selama 365 Hari Alias Setahun ?
    Mohon Bantuannya Pak

    Comment by FKMTSI — March 24, 2014 @ 13:54

    • silahkan dibaca comment nomer #26

      Comment by cadex — March 24, 2014 @ 21:19

  44. Pak Kenapa Formulanya Tidak Bisa Imputan 31 Hari ? Boleh Dibantu Pak Filenya Sudah Sy Krim Di Emailnya Bapak, Mohon Bantuan Dan Pencerahannya Pak

    Comment by FKMTSI — April 18, 2014 @ 10:13

    • sudah dicoba download program revisi-3 ?

      Comment by cadex — April 21, 2014 @ 08:56

  45. Thanks Pak. Pak Saya Mau Tanya Tempat Kursus Khusus Survey Dimana Yach Pak ? Ada Referensi Tempat Mungkin.

    Comment by FKMTSI — April 21, 2014 @ 14:27

  46. Pak Saya Mau Bertanya. Apa ini Masih Dipengaruhi Waktu GMT, Soalnya Setiap daerah Beda GMTnya. Apakah +7, +8, Or Bagaimana ? dan Kalau Dia Dimasukin Diformula, Imputnya Dimana ?

    Comment by FKMTSI — April 26, 2014 @ 14:22

    • seharusnya ada pengaruhdi beda fase. Saya juga sedang mencari formulanya…

      Comment by cadex — April 26, 2014 @ 23:54

  47. Pak Sy Mau Nanya, Bapak Punya Perhitungan Gelombang ?

    Comment by FKMTSI — May 13, 2014 @ 13:26

    • perhitungan gelombang yang dimaksud apa?
      apakah kecepatan arus? atau tinggi gelombang?

      Comment by cadex — May 14, 2014 @ 08:48

      • Yang Perhitungan Gelombang Rencana Pak Melalui Data Angin. Yang Menentukan Gelombang Rencana Dengan Fetch. Kalau Bapak Punya Formula Perhitungan Arus Boleh Pak Diberiin. Biar Nambah Ilmu. Mksh Sebelumnya Pak

        Comment by fkmtsi — May 14, 2014 @ 09:39

      • saya belum mempelajari lebih lanjut tentang arus..

        Comment by cadex — May 14, 2014 @ 13:53

      • Yang gelombang jha pak klo bisa. Boleh ngak pak ?

        Comment by fkmtsi — May 14, 2014 @ 19:11

      • yang gelombang juga belum sempat cari. coba anda cari refrensi dan rumusnya, nanti saya coba buat rumus excelnya

        Comment by cadex — May 16, 2014 @ 11:26

  48. Okey Pak Secepatnya Saya Carikan Materinya Beserta Contoh Data Angin dari BMKG. Untuk Perhitungan Gelombang Dengan Menggunakan Arah Fetch. Nannti Saya Kirim Ke Email Bapak. Terima Kasih Pak

    Comment by FKMTSI — May 16, 2014 @ 15:51

  49. kalau yang data anginnya dalam satu tahun,gimana ya pak?terimakasih

    Comment by didi — June 2, 2014 @ 12:09

    • maaf, belum pernah memproses data angin. Kalopun ada datanya sepertinya perlu belajar lagi…

      Comment by cadex — June 2, 2014 @ 12:34

  50. Terimakasih atas share program dan tutorial sebelumnya pak. selanjutnya saya mau tanya, saya ada data satu lokasi 3 bulan dengan interval per 30 menit pencatatan. berdasarkan data 3 bulan itu saya mau mencari konstanta harmonisnya kemudian berdasarkan konstanta harmonis 3 bulan tersebut saya ingin memprediksi pasut selama 18,6 tahun. kemudian level terendah dari pasut prediksi selama 18,6 tahun itu akan saya jadikan LAT pendekatan. kira2 prosedurnya bagaimana ya pak? trimakasih lagi :D

    Comment by Ruly Habsoro Sandhi — July 22, 2014 @ 16:36

    • untuk interval per 30menit, maka perlu unit periode harus disesuaikan. Semula satuan radian/jam menjadi radian/menit. Contoh periode untuk M2 semula 0.50587 radian/jam menjadi (0.50587/60) rad/menit

      Untuk prediksi selama 18.6 atau saat bulan mencapai deklinasi maksimum terus terang saya belum pernah mencobanya..

      Comment by cadex — July 23, 2014 @ 13:15

  51. Salam kenal pak saya dadan dan baru mendownload untuk cara perhitungannya sebelumnya dikuliah hanya teori saja prakteknya tidak ada, dan kebetulan mau ada pekerjaan untuk batimetridi samarinda. Apabila ada kesulitan mohon bantuannya pak. Trims
    Salam
    Dadan

    Comment by dadan m ramdhan — November 5, 2014 @ 07:53

  52. terima kasih infonnya

    Comment by Indrawathy Nafdae Rukmana — January 19, 2015 @ 11:37

  53. cara mngthui MSL dengan mnggunakan matlab?

    Comment by endi dalpan — March 11, 2015 @ 20:17

    • saya tidak bisa matlab.

      Comment by cadex — March 12, 2015 @ 06:52

  54. Trimakasih sebelumnya, ilmu yang dishare sangat berguna. Bagaimana cara memprediksi pasut sekian tahun kedepan dari konstanta pasut yang telah diketahui?

    Comment by amin — April 21, 2015 @ 11:00

  55. ini untuk prediksi atau analisis pak?
    bsa gx bpk ksih penjelasan secara tiori analisis data pasut menggunakan macro?

    Comment by endi dalpan — May 27, 2015 @ 14:52

  56. assalamu’alaikum bapaki,
    apakah bapak punya modul untuk mengerjakan pasut dengan metode least square?
    terus untuk membuat grafik itu apakah membutuhkan softwere khusus atau langsung lewat excel?
    untuk metode ini apakah membutuhkan softwere khusus seperti MATLAB karena saya baca-baca dijurnal itu ada yang pakai MATLAB?terimakasih pak,

    Comment by 123masuk — January 24, 2016 @ 20:18

  57. Pak, pada metode least square GMT sangat mempengaruhi beda phase, dilokasi penelitian sy terdpt pada WIT yg mempunyai GMT +9 yg menjdi prtanyaannya dimana GMT nya di masukan pd formula? serta inpunya dmn? Terima Kasih.

    Comment by Jekson Tuankotta — January 26, 2016 @ 11:34

    • maaf Pak, saya masih mencari rumus untuk memasukkan pengaruh keterlambatan fase karena pengaruh posisi. Tetapi dengan perhitungan Least Square kondisi tersebut sebenarnya sudah terakomodir saat least square adjustment.

      Comment by cadex — February 24, 2016 @ 08:26

    • Memang benar sekali bahwa lokasi mempengaruhi beda phase.

      mengacu ke rumus (5) di https://cadex.co/2009/12/18/xls-svy-01-prediksi-pasut-dengan-vba-excel/

      phase=arctan(B/A)

      hasil dari persamaan di atas, akan didapatkan phase local di tempat pengamatan muka air.

      Tolong koreksi jika saya salah…

      Comment by cadex — May 9, 2016 @ 17:42

  58. Terima ksh Pak, tp perhitungan least square saya yg menggunakan nilai tabel pasut dishidros dgn memasukan nilainya kembali pd form least square milik Bapak menghasilkan komponen pasut dan Zo yg berbeda dr milik dishidros sendiri. mengapa bisa demikian Pak? apakah dishidros menggunakan formula yg berbeda dlm menentukan amplitudo komponen pasut dan Zo? ataukah karena nilai phase 360 -g yg digunakan olh dishidros? dan Zo pada metode least square bpak merupakan mean sea level atau Zo (chart datum/muka surutan) ? tolong dikoreksi jika saya keliru Pak…tolong jawabannya segera. terima kasih

    Comment by cadexco2013 — August 9, 2016 @ 23:49

  59. pak, apakah ada karya ilmiah atau artikel ilmiah milik bapak yg telah dipublikasikan dan bisa didownload secara gratis di internet tentang metode least square yg bapak kembangkan ini? karena skripsi saya mengacu pd metode least square yg bpk buat sehingga harus memiliki tinjauan pustakanya. Terima ksh Pak

    Comment by cadexco2013 — August 10, 2016 @ 00:01


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: