coretan tentang autocad dan excel

April 20, 2013

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon dengan Excel dan Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 19:26
Referensi :  
Platform : Excel 2007 & Civil 3D
Lokasi File :  

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:

  1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
  2. [XLS]: Edit raw data
  3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK
  4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.

1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team,  terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

  Team 1 Team-2 Team-3
Titik Kontrol Poligon Utama Poligon Cabang Poligon Cabang
Range Nomer Titik Poligon 1 – 50 51 – 100 101 – 150
Titik Detail Detail Detail Detail
Range Nomor Detail 1000-4999 5000-9999 10000-15000

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team Folder Files Keterangan
1 Team1 1_130219.trn Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team 1
    1_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 1
    1_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 1
    1_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 1
2 Team2 2_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 2
    2_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 2
    2_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 2
3 Team2 3_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam,  untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan Action
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]
1.2. Insert Form Edit TRN image
Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]
Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]
image
Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan kode titik (PCODE)
1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form
image
1.4. Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri alat Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum dimasukkan di sheet [LISTBM]
image
Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E
1.7. Memasukkan nomor BM atau Tempat berdiri alat Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.
image
Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER DOUBLE"
1.8. Re-Run Copy Rumus Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

  1. Tinggi Alat
  2. Tinggi Target
  3. PCODE
  4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

  1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya
  2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight
  3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight
  4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat
  5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]

2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File Cell di excel Error/Kesalahan Koreksi
1_130219.trn [A166:A167] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429
image
  [A237:A238] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473
  [A252:A253] TT ke titik P15 Berubah TT ke P15 dirubah menjadi 1.424
  [A348] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P23 seharusnya P25 PCODE diganti menjadi P25
  [A442] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P2 seharusnya P1 PCODE diganti menjadi P1
  [A353:A354] Berdiri alat tetapi tidak menembak detail sama sekali Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan Action
2.2.1. Insert Form Edit TRN sama dengan langkah 1.2
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form masukkan file 1_130220.trn ke form baru
2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]  adalah 1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk file 1_130221.trn sheet [1_130221], [J6]=1628
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk file 1_130222.trn sheet [1_130222], [J6]=2647
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan Action
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke FBK [1_130219.fbk] Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)
3.2. Lakukan konversi untuk sheet [1_130220], [1_130221] dan [1_130222]  

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan Action
4.1. Jalankan program Civil 3D Pilih template satuan metric
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
Cara setting silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

image

Cara membuat network silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn
MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0
MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:
NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"
NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

Save file note dengan extensi *.fbk, misak [KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D
image
Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file [KoordAwal.fbk]
click [OK]
4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0
image
Click kanan [Directions]>>[New]
Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomatis terisi
click [OK]
4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Saat import file tersebut, muncul pesan error :
image
Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada yang terlewat.

click [Yes] untuk membatalkan proses import.

image

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya Menjadi
image image

 

Tahapan Action
4.8. Reimport FBK
image
Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]
Pilih [Re-import]
4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan [1_130222.fbk]  
4.9. Hasil import FBK  

image

=bersambung ke analisa data poligon==

Advertisements

January 22, 2013

[CAD-CIV-17]: Membuat Surface dari Data LIDAR / Point Clouds di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 19:06
Referensi :  
Platform : Civil 3D
Lokasi File :  

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric. Contoh dalam tahapan ini, saya menggunakan _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]

[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu group [Create Ground Data]

image
3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification kemudian click [Next]

4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud database].
PointCloud format : LAS
click tombol image untuk memilih file hasil scanner. Setelah file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]

5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat. Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file yang diimport. Makin besar akan semakin lama.

image
6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style
Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan sebagai Ground:
6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].
6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]
6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian pilih [Copy]
6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification [Ground]
6.5. Click tab [Classification]
6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]
6.7. Kemudian click [OK] 
image
7. Menampilkan  point cloud hanya ground saja
7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].
7.2. Click [Point Clouds]
7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih [Point Cloud Properties].
7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]
7.5. click [Apply] kemudian [OK]
7.6. Tampilan titik ground saja seperti gambar di samping
image
8. Membuat surface dari ground points
8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi  LIDAR Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan menu seperti di samping.
8.2. Pilih [Add Points to Surface..]
8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian click [Finish]
image
9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.

10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.
10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]
10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian click [OK]
10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7 menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

image

==semoga bermanfaat==

January 18, 2013

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.csv) ke ESRI Shape File (*.shp) dengan AutocadMap atau Civil3D

Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur — Tags: , , , — cadex @ 14:57
Reference :  
Platform : min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
Lokasi File : sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric. Contoh saya menggunakan template map2d.dwt image
2. Ketikkan Command: mapimport
2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description
image
3. Lakukan setting import point:
3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM
image
4. Contoh hasill import.
Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10
image
5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z image
6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

image
7. Setting export shp
7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter image
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama dengan nama block saat import atau di langkah #3

image
8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp
8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes…]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}
image
9. Tampilan setelah setting attributes
9.1. Click [OK]
image
10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp image

Silahkan dicoba..

June 23, 2012

[CAD-CIV-15]: Monitoring Borrow Pit dengan Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 10:55
Referensi :
Platform :
Lokasi file :

 

Salah satu pekerjaan land surveyor atau “tukang ukur” adalah memonitor pekerjaan galian di borrow pit atau tempat lokasi pengambilan tanah. Saya akan berbagi bagaimana cara monitoring pekerjaan ini. Jika anda mempunyai cara yang lebih baik atau cara lain jangan sungkan-sungkan untuk memberi masukan.

Asumsi:

1. File hasil pengukuran berupa list koordinat yang disimpan dalam bentuk file csv (comma delimited) dengan sususan PENZD (Point, East, North, Z/Elevasi, Desripsi/Kode)

2. Unit gambar dan ukuran adalah meter.

Berikut adalah tahapan-tahapan yang saya terapkan:

1. Sebelum melakukan pengukuran, kode detil, nama file, nama surface harus disepakati terlebih dahulu. Misalnya

Kode Nama File Nama Surface Keterangan
EG EG.csv EG titik tinggi / elevasi tanah atau lahan yang belum di gali
PG0620 PG0620.csv PG0620 progress galian bulan 06 tanggal 20
PG0623 PG0623.csv PG0623 progress galian bulan 06 tanggal 23

2. Menentukan point number yang unik untuk menghindari duplicate point numbers atau nomer ganda. Misalnya

Point Number Range Keterangan
1-999 point number untuk titik kontrol atau titik titik referensi juga termasuk untuk temporary point
1000-9999 point number untuk existing tanah sebelum digali
>10000 point number untuk progress galian

Range point number bisa diperlebar lagi jika diperkirakan daerah yang akan disurvey membutuhkan detail yang lebih banyak.

3. Mengecek list koordinat hasil survey.

Contoh file list koordinat lahan sebelum digali:

image Format list koordinat adalah comma delimited dengan susunan PENZD
Point Number sudah mengikuti aturan langkah 2.

Note: selalu lakukan checking seperti ini sebelum data diproses di civil 3d, untuk file progress galian

4. Jalankan Civil 3D

4.1. Setting drawing unit ke meter.

  • Pada tab [Setting], click kanan [Drawings], kemudian pilih [Edit Drawing Setting..]
  • Pilih drawing units = [Meters]

image

 

4.2. Membuat surface existing.

  • Pada tab [Prospector], click kanan [Surfaces], pilih [Create Surface]
  • Isikan properties :
Properties Value
Name EG
Description Surface sebelum digali atau Original Surface

untuk setting style dan render material biarkan saja sesuai default.

4.3. Memasukkan titik elavasi ke surface dari file csv.

  • Masih di tab [Propestor], click tanda +, kemudian click tanda + di surface [EG]
  • Click tanda + sebelah kiri [Definition].
  • Click kanan [Point Files], kemudian pilih [Add…]
    image
    • Pilih file format PENZD
    • kemudian click image
    • pilih file EG.csv, kemudian click OK
    • lakukan zoom extend
    • Surface sudah terbentuk dengan style defaultnya

4.4 Membuat Surface Style untuk Editing Surface

Agar surface bisa diedit, elemen surface yang berupa titik dan garis TIN (Triable Irregular Network) harus ditampilkan. Caranya  adalah dengan membuat surface style baru dengan meng-ON Component Type [Points] dan [Triangles]

  • Pada tab Setting, berturut-turut click tanda + di [Surface] kemudian [Surface Style]
  • Click kanan [Surface Style], [Contours & Triangles], kemudian pilih [Copy]
  • Pada kotak dialog Surface Style, click [Information], kemudian masukkan name misalnya “Contours Points and Triangles”
  • image
  • Masih di kotak dialog Surface Style, click [Display]. Set ON Component Type [Points] dan [Triangles], kemudian click OKimage
  • Balik lagi click tab [Propector], click kanan Surface [EG] di bawah groups [Surfaces], kemudian pilih [Surface Properties]
  • Rubah Surface Style properties menjadi “Contours Points and Triangles”, kemudian click OK.
  • Surface otomatis terupdate displaynya dengan menampilkan contour, titik dan TIN.

4.5. Menambahkan batas terluar atau outer boundary di surface.

Batas terluar digunakan untuk membatasi TIN agar kontur terbentuk di dalam areal pengukuran atau menghari kontur terinterpolasi ke titik yang tidak diinginkan.

Pada gambar sebelah kiri, garis hijau adalah outer boundary yang terbentuk secara otomatis saat create surface. Outer boundary ini menghasilkan TIN dan contour salah interpolasinya. Biasanya ditandai dengan “contour yang tertarik” (lihat area A) atau garis TIN yang menghubungkan titik yang berjarak jauh tidak ke titik yang terdekat (lihat Area B)

Langkah-langkah untuk membuat outer boundary :

  • buat polyline tertutup melalui titik-titik terluar TIN
  • Pada tab [Propectors], click tanda + berurutan di [Surfaces]>> [EG]>>[Definition]
  • Click kanan [Boundaries] di bawah group [Definition], kemudian click [Add]
  • Masukkan nama boudary, kemudian pilih polyline yang telah dibuat.
  • Gambar kanan adalah surface setelah diedit boundary-nya.
image image

4.6. Membuat surface progress, hitung volume.

Sebelum surface progress dibuat, set properties surface style menjadi “_NoDisplay”, jika surface style ini tidak ada, Anda bisa membuat sendiri seperti yang telah diuraikan di langkah 4.4. bedanya adalah dengan meng-OFF kan semua visible component type-nya.

  • Buat surface progress pertama [PG0620]. Langkah-langkahnya seperti dijelaskan di 4.3
  • Buat Outer Boundary di surface [PG0620]
    image Polyline warna putih adalah outer boundary yang telah dibuat.
  • Hitung volume cut atau fill (jika ada).
  • Pada menu Civil 3D, pilih menu [Analyze] kemudian pada group [Volumes and Materials], pilih [Volumes]
  • image
  • Lakukan langkah-langkah seperti urutan di bawah:
  • image

4.7. Update Surface EG karena perubahan progress.

  • copy surface asal [EG]
  • karena surface [EG] tidak terlihat karena sebelumnya diset surface stylenya “_NoDisplay”, tampilkan lagi surface EG dengan merubah surface stylenya menjadi “Border Only”
  • copy surface dengan perintah di commandline Command:copy
  • tentukan base point dan destination di koordinat yang sama.
  • Setelah dicopy, pada tab [Prospector] di bawah groups [Surfaces] ada surface baru yang bernama [EG(1)] yaitu surface hasil copy dari surface [EG]
  • Rubah Surface ini menjadi [EG0620] atau bisa diartikan Surface setelah bulan 06 tanggal 20. Anda bisa menulis keterangan surface di kotak description. Surface ini masih sama dengan [EG], tahap selanjutnya adalah melakukan update atau paste surface dari [PG0620]
  • Pilih surface [EG0620], click kanan icon [Edit] di bawah group [Definition], kemudian pilih [Paste Surface..]
  • Pilih surface [PG0620], kemudian click [OK]

4.8. Buat surface untuk progress berikutnya. Surface [PG0623]

  • Hitung volume dengan [Base Surface] menggunakan surface hasil langkah 4.7, surface [EG0620]

4.9. Update Surface [EG0620] karena progress kedua misal menjadi surface [EG0623]

  • Hitungan composite volume menjadi
  • image

5.0 Menampilkan Contour Progress

Asal Progress #1 Progress #2
image image image

=selamat mencoba==

June 9, 2012

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK)

Filed under: Civil3D, Excel, Tukang Ukur — Tags: — cadex @ 23:49
Referensi : [XLS-SVY-15]: Form Hitungan Koordinat Hasil Pengukuran Theodolit Digital
[CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan)
Platform : Excel 2003/2007, Civil3D, Land Development+Civil Design
Lokasi File :

Add-ins ini dimaksudkan untuk merubah form input data hasil pengukuran poligon, pengukuran theodolit digital atau pengukuran theodolit manual (stadia system) menjadi Autodesk Field Book (*.fbk) . Setelah data dirubah menjadi fbk, maka data tersebut dapat diimport ke database survey di civil 3D ataupun land development desktop yang telah terinstall autodesk survey. Beberapa keuntungan jika data disimpan dalam databse survey adalah:

  1. Bisa melakukan proses pemetaan situasi secara otomatis ([CAD-CIV-14]: Menggunakan Linework untuk Pemetaan Situasi di Civil 3D)
  2. Dapat melakukan analisa perhitungan kerangka kontrol horisontal atau vertikal seperti ([CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan))
  3. Data tersimpan secara terstrukturberbentuk tabel maupun grafis (kaidah GIS) sehingga sangat mudah untuk melakukan editing dan pencarian data

Sebelum menjalankan program atau membuka file add-ins, program excel harus diset untuk bisa menjalankan macro. Cara setting untuk excel 2003 bisa dibaca di [XLS-SVY-05]: Form Excel untuk Perhitungan Pasut dengan Hitung Kwadrat Terkecil, sedangkan untuk excel 2007 ikuti langkah berikut:

  1. Pada tab [Developer] dalam grup [Code], pilih [Macro Security]. Jika tab [Developer] belum ada, click Microsoft Office Button image kemudian pilih [Excel Options], and dalam [Popular category],  click [Show Developer tab in the Ribbon]
  2. Dalam [Macro Settings] category, di grup [Macro Settings], click [disable all macros with notification]

Selanjutnya untuk langkah di bawah akan dijelaskan langkah-langkah menggunakan add-ins dengan excel 2007.Langkah-langkah untuk excel 2003 silahkan disesuikan saja.

  1. Download file, kemudian extract file hasil dowloand. File hasi extract adalah Xls2Fbk.xla
  2. Jalankan excel, kemudian buka file xls2fbk.xla
  3. Click [Enable Macros], saat muncuk peringatan Microsoft Office Excel Security Notice
  4. Click menu [Add-Ins], kemudian click [XLS FBK] untuk melihat pilihan menunya.
  5. image
  6. Misalkan kita akan mencoba merubah data ukuran hasil theodolit digital ke FBK dengan contoh data yang sudah ada. Pilih atau click [Contoh Form Theodolit Digital/TS]. Catatan: Anda bisa mencoba data yang lain asalkan form harus sama dengan yang ada di contoh. Apabila form berbeda atau ada perubahan, program tidak bisa mengkonversi data ukuran dengan sempurna.
  7. Untuk merubah data ukuran ke fbk, click [Data Theodolit Digital/TS>>FBK]
  8. Hasil list FBK ditampilkan di kolom [AO]
  9. Copy list FBK di kolom [AO] ke notepad, kemudian simpan filenya dengan ekstensi *.fbk. Misal disimpan dengan nama xls2fbk.fbk
  10. Apabila titik kontrol belum ada di database survey civil 3D, buat juga fbk dengan note dari list titik kontrol yang ada di sheet [ListBM]. Format fbk untuk titik kontrol adalah :
  11.  imageMisal file fbk untuk titik kontrol disimpan dengan nama TitikKontrol.fbk
  12. Jalankan Civil 3D, kemudain pilih template metric.
  13. Buat database dan lakukan setting seperti yang telah di jelaskan di [CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan). Misal survey databasenya diberi nama LandSurvey.
  14. Di Civil3D pada menu [Home], pilih [Import Survey Data] di grup [Create Ground Data]
  15. Pilih survey database [LandSurvey], kemudian click [Next]
  16. Pilih data source type [Field Book File], kemudian click image
  17. Karena database survey baru, maka perlu dimasukkan titik kontrol baru. Pillih File TitikKontrol.fbk, kemudian click [Next]
  18. Click tombol [Create New Network], masukkan nama Network misalnya Blok01, isikan deskripsi jika diperlukan, kemudian click [OK] disusul click [Next].
  19. Pada pilihan [Import Options], biarkan sesuai default
  20. click tombol [Finish]. Civil 3D akan mengupdate database baru
  21. Ulangi langkah 14 sampai 16.
  22. Pilih file field book xls2fbk.fbk kemudian click [Next]
  23. Pilih network [Blok01] kemudian click [Next], kemudian click [Finish]. civil 3D akan mengupdate gambar dan titik hasil survey.
  24. image

Jika ingin melihat data ukuran yang tersimpan di database survey:

  1. Click [Survey Points] di tool space civil 3D pada tab [Survey]. List titik detail, akan ditampilkan di bawah
  2. Click kanan salah satu titik tersebut, kemudian pilih [Edit Setup that observe…]
  3. image

==selamat mencoba==

May 27, 2012

[CAD-CIV-14]: Menggunakan Linework untuk Pemetaan Situasi di Civil 3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 12:38
Reference : AutoCAD Civil 3D 2011 User Documentation
Platform : Civil 3D 2010 (minimal)
Lokasi File :

Posting sebelumnya [CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan) kerangka untuk pemetaan sudah dihitung, tahapan selanjutnya adalah mulai memetakan situasi.

Pemetaan situasi dengan civil 3D tidak bisa dilepaskan dengan metode pengukuran saat dilapangan. Metode yang dimaksud adalah cara penamaan detail (field code) dan pengkodean linework. Keterangan detail tentang linework silahkan dibaca di:

image

Tahapan pemetaan situasi agar bisa diolah di civil 3D adalah:

  • Observasi lapangan untuk menentukan nama detail (field code). Lakukan pengambilan detail sebisa mungkin mengikuti field code untuk mengurangi salah input saat memasukkan field code. Contoh hasil skets observasi lapangan:
skets Keterangan:
— Titik 1 dan 2 adalah titik kontrol atau benchmark.
— nomer titik detail dimulai dari angka 1001
— Ada tiga detail jalan masing-masing diberi nama field code JL1, JL2 dan JL3
— Ada dua detail bidang tanah masing-masing diberi nama field code BD1 dan BD2
  •  Pengukuran detail bisa dilakukan dengan alat total station, digital theodolit, theodolit ataupun GPS RTK. Contoh kali ini diasumsikan pengukuran dilakukan dengan total station atau digital theodolit. Data yang direcord adalah ID titik (harus numeric), Sudut Horisontal, Jarak Miring, Sudut Vertical dan field code atau biasa PointCode atau PCODE.
  • Konversi data lapangan ke FBK dilakukan setelah proses download dari TS ke komputer atau setelah dilakukan input data ukuran ke spread sheet untuk theodolit digital. Contoh file FBK dari skets di atas:

Note: Kolom kedua adalah keterangan dari FBK tidak merupakan bagian dari FBK. FBK yang diproses hanya di kolom pertama saja

Format FBK yang dipakai adalah Creates a point using a FACE 1 angle and a vertical angle

F1 VA (point) [angle] [distance] [vertical angle] (description)

STN 2 1.513
BS 1
PRISM 1.4
F1 VA 1001 294.5912 35.829 90.0231 “JL3 B”
F1 VA 1002 279.1312 41.497 89.5053 “JL2 B”
F1 VA 1003 257.3711 28.806 90.0936 “JL2 BD1 B”
F1 VA 1004 237.4339 70.482 89.5650 “BD1”
F1 VA 1005 218.3453 69.184 90.0331 “BD1”
F1 VA 1006 207.1909 25.465 89.5906 “BD1 JL2 C”
F1 VA 1007 191.2055 29.146 90.0130 “JL2 BC”
F1 VA 1008 182.4652 40.470 89.5219 “JL2 OC”
F1 VA 1009 188.1611 52.096 90.0813 “JL2 EC”
F1 VA 1010 200.3716 75.480 90.0023 “JL2 BD2 B CPN1005”
F1 VA 1011 206.1716 97.115 90.0013 “JL2 E”
F1 VA 1012 198.2110 102.913 89.5720 “JL1 B”
F1 VA 1013 172.1222 20.278 90.0312 “JL3 C BC”
F1 VA 1014 148.3254 27.972 89.5938 “JL3 OC”
F1 VA 1015 125.2822 31.592 90.0331 “JL3 EC”
F1 VA 1016 74.1939 63.610 89.5906 “JL3 E”
F1 VA 1017 84.4612 72.152 90.0130 “C JL1 CPN1012”
Alat berdiri di STN 2, Tinggi alat 1.513
BachSight ke titik 1, sudut backsight 0.0000 (format d.mmss)
Tinggi prisma atau target 1.4
Target 1001, memulai PCODE JL3 (“JL3 B“)
Target 1002, memulai PCODE JL2 ( “JL2 B” )
Target 1003, lanjut PCODE JL2 & memulai PCODE BD1 (“JL2 BD1 B“)
Target 1004 lanjut PCODE BD1 (“BD1”)
Target 1005, lanjut PCODE BD1 (“BD1”)
Target 1006, lanjut PCODE BD1 & melanjutkan lagi PCODE JL2 (“BD1 JL2 C“)
Target 1007 lanjut PCODE JL2, posisi titik ada di awal curve (“JL2 BC“)
Target 1008 lanjut PCODE JL2, posisi titik di curve  (“JL2 OC“)
Target 1009 lanjut PCODE JL2, posisi titik di akhir curve  (“JL2 EC“)
Target 1010 PCODE JL2, memulai PCODE BD2 yg dihubungkan ke titik 1005 (“JL2 BD2 B CPN1005“)
Target 1011 akhir PCODE JL2 (“JL2 E“)
Target 1012 memulai PCODE JL1 (“JL1 B“)
Target 1013 melanjutkan PCODE JL3, posisi titik ada di awal curve (“JL3 C BC“)
Target 1014 melanjutkan PCODE JL3, posisi di curve (“JL3 OC“)
Target 1015 melanjutkan PCODE JL3 posisi titik di akhir curve (“JL3 EC“)
Target 1016 akhir PCODE JL3 “JL3 E
Target 1017 melanjutkan PCODE JL1 kemudian dihubungkan ke titik 1012 (“C JL1 CPN1012“)

Dari FBK di atas, Kode linework yang dipakai untuk menghubungkan PCODE adalah :

B Begin: memulai linework atau figure
C Continue: melanjutkan linework, jika sebelumnya berisi code PCODE yang tidak sama
E End: akhir dri linework atau figure
BC Begin Curve: titik di awal curve
OC On Curve: titik di curve
EC End Curve: titik di akhir curve
CPN Connect Point: Menghubungkan ke titik yang sudah ada

Anda bisa mendefiniskan sendiri kode tersebut atau melihat code yang lain melalui fasilitas ‘Linework Code Set’

image

  • Import FBK ke Civil 3D, agar filed book di atas bisa dijalankan Anda harus mempunyai koordinat Control Point titik 1 dan titik 2. Apabila Anda sudah menyelesaikan tutuorial [CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan) maka proses import field book adala sebagai berikut:
image — Click kanan [Networks], [KerangkaKontrol]
— Pilih Import>>Import field book
— Misal field book di atas disimpan dengan nama field detail.fbk
image
  • Jika dikehendaki figure disimpan dalam layer yang berbeda dapat dilakukan setting die ‘Figure Prefix Database Manager’ sebelum dilakukan import ke Civil 3D.

image

  • Tampilan setelah proses import

image

  • Click kanan [KerangkaKontrol], kemudian pilih [Insert into drawing]

image

==selamat mencoba==

May 25, 2012

[CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan)

Filed under: Civil3D, Excel, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 00:57

 

Referensi :

[CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

  :

[XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel

Platform : Excel , Civil 3D 2011
Lokasi File :  

Perhitungan poligon di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D menggunakan input berupa data jarak datar dan sudut horisontal. Kali ini akan diterangkan cara memasukkan data hasil pengukuran total station (TS) yang masih berupa data pembacaan sudut horisontal, backsight and foresight (bacaan belakang dan muka), sudut zenith atau vertikal, jarak miring, tinggi alat dan tinggi target. seperti contoh yang ada di [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel

Sebetulnya program civil 3D sudah menyediakan fasilitas ‘Survey Data Collection Link’ untuk konversi beberapa raw data TS ke FBK seperti yang dijelaskan snapshot di bawah:

image Survey Data Collection Link ini hanya bisa dipakai jika format penyimpanan data dalam TS mengikuti aturan di civil 3D.

Aturan utama yang harus diikuti adalah: "penamaan titik harus numeric dengan angka bulat"
Contoh format pengukuran dari [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel:

OccupiedStn BM01
InstHt 1.513 Desc 002
RefStn BM03 HA 134°24’39″ VA 90°02’31″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc 002

penamaan titik dengan format alphanumeric seperti BM01 dan BM03 tidak diperbolehkan di Civil 3D. Agar bisa dibaca di Civil 3D maka nama titik diganti dengan angka. Misal 3 untuk menggantikan BM01 dan 1 untuk BM03. Sehingga format data mentah TS menjadi:

OccupiedStn 3
InstHt 1.513 Desc 002
RefStn 1 HA 134°24’39″ VA 90°02’31″ SD 81.514 TargetHt 1.404 Desc BM03

Karena format data TS yang diterima tidak sesuai dengan persyaratan Civil 3D, maka saya menggunakan bantuan excel untuk data extraction dan proses konversi ke FBK menggunakan visual basic application for Excel.

Berikut spreadsheet excelnya:

image

Rumus dan cara pengisian kolom [A:J] sama dengan yang telah diuraikan di [XLS-SVY-14]: Menghitung Poligon dari Data Total Station dengan Excel.

Karena FBK atau civil 3D tidak menerima nama titik dengan alphanumeric, maka perlu dibuatkan daftar konversi alphanumric ke numeric.

Contoh daftarnya adalah sebagai berikut:

image Tips pengkodean nama titik saat pengukuran agar bisa diolah di Civil 3D:
1. Untuk Titik Poligon Utama (Loop Besar) diberi kode angka di range 1-99
2. Untuk Poligon Turunannya diberi kode angka di range 100-999
3. Untuk pengukuran detail dimulai dari angka 1000

Tambahan kolom bantu untuk membuat FBK:

image

[K:K] isikan kode STN di data yang berisi tempat berdiri alat atau STN
[L2] =INDEX($X$2:$X$10,MATCH($B2,$Y$2:$Y$10,0))
  mencari kode numeric dari nama titik di [B2]
Copy rumus ini di setiap berdiri alat
[M2] =C2
  tinggi alat dalam satuan meter
  informasi di kolom K:M dipakai untuk setup berdiri alat yang nantinya dirubah menjadi format FBK (Ref: Creates a new setup station ):

STN [point] (instrument. height) (description)

   
[N3] =H3
  tinggi target atau prisma dalam satuan meter
[O3] =IF(J3="B","F1 ","F2 ") & "VA"
[P3] =INDEX($X$2:$X$10,MATCH($D3,$Y$2:$Y$10,0))
[Q3] =SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(E3,"°","."),"’",""),"″","")
  merubah format sudut 134°24’39″ menjadi 134.2439 format sudut dalam FBK adalah d.mmss
  Apabila kolom sudut derajat,menit dan detik terpisahada di A1, B1 dan C1, maka rumus sudut dalam format d.mmss adalah D1=(A1 & "." & TEXT(B1,"00") & TEXT(C1*100,"00"))*1
[R3] =G3
  jarak miring dalam meter
[S3] =SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(SUBSTITUTE(F3,"°","."),"’",""),"″","")
  merubah sudut vertikal mendaji d.mmss
[T3] =D3
  Informasi di kolom [O:T] dipakai untuk membuat titik dengan masukan pengukuran Biasa dan LuarBiasa atau dalam bahasa FBK disebut FACE1 dan FACE2 (Creates a point using a FACE 1 angle and a vertical angle):

F1 VA (point) [angle] [distance] [vertical angle] (description)

Contoh hasil konversi ke FBK saat alat berdiri di station 2 atau BM01:

image

Untuk merubah ke FBK dari semua hasil pengukuran TS dibuatkan macro atau visual basic application sebagai berikut:

Private Sub FBK_Click()
    Dim rgTarget As Range, rgCekRecords As Range
    Dim rgData As Range, rgPrism As Range
    Dim lstRow As Integer, cR As Range, i As Integer, j As Integer
    Dim strFBK() As String, strF12 As String
   
    Const idxStnID As Integer = 2, idxTargetID As Integer = 4
   
    Set rgTarget = Range("V2") ‘ouput hasil konversi FBK
    Set rgCekRecords = Range("T5000") ‘maksimum data 5000 baris di kolom T
    Set rgData = Range("K2:T2") ‘data awal
   
    lstRow = rgCekRecords.End(xlUp).Row ‘mengecek jumlah baris terakhir di kolom T
    Set rgData = rgData.Resize(lstRow) ‘resize data awal sesuai records
   
    rgTarget.Resize(lstRow).ClearContents ‘menghapus data sebelumnya
    j = -1
    For Each cR In rgData.Columns(idxStnID).Cells ‘mencari station id di kolom idxStnID
        If Not IsEmpty(cR) Then ‘jika kolom stnid tidak kosong simpan stn dan instrumet heightnya
            j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
            strFBK(j) = "STN " & cR & " " & cR.Offset(0, 1)
        Else
            Set rgPrism = cR.Offset(0, idxTargetID – idxStnID)
            ‘jika kolom idxTargetID tidak kosong simpan tinggi target
            If Not IsEmpty(rgPrism) Then
                j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
                strFBK(j) = "PRISM " & rgPrism
                strF12 = vbNullString
                For i = 1 To 6 ‘membuat format FBK untuk sudut dan jarak
                    With rgPrism
                        strF12 = strF12 & .Offset(, i) & " "
                    End With
                Next i
                strF12 = Trim(strF12) ‘menghilangkan spasi terakhir
                j = j + 1: ReDim Preserve strFBK(j)
                strFBK(j) = strF12
            End If
        End If
    Next cR
   
    rgTarget.Resize(UBound(strFBK) + 1) = Application.WorksheetFunction.Transpose(strFBK)
   
End Sub

Silahkan donwload file spreadsheet excelnya di sini.

File excel tersebut dalam format *.xlsm (excel 2007 macro), apabila saat dibuka ada peringatan "Security Warning" click tombol [Option], kemudian pilih "enable this content" kemudian click tombol [FBK] untuk membuat list FBK di [V2]

Copy list FBK tersebut mulai dari baris ke dua sampai terakhir ke notepad kemudian simpan dengan extensi *.fbk, misalnya poligon.fbk . Buat juga file FBK di notepad yang berisi titik kontrol :

image

simpan FBK titik kontrol ini misalnya TitikKontrol.fbk

 

 

Sampai tahap ini file FBK sudah bisa dimasukkan dalam program civil 3D. Tahapannya sama dengan yang telah diuraikan di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D hanya saja dilewatkan bagian pembuatan FBK:

1. Membuat dan setting survey database jika belum ada

2. Membuat Network

3. Import Fieldbook (FBK)

4. Membuat Jalur Poligon

5. Check Hitungan Poligon

6. Edit input Least Square

7. Running Least Square

8. Tampilkan hasil di gambar

1. Membuat dan setting survey database

  • Jalankan civil 3D
  • ketik new di command: , kemudian pilih template metric. Biasanya aku memilih: _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
  • Pada toolspace civil 3D, pilih tab [Survey], kemudian click kanan [Survey Databases], lalu pilih [Set Working Folder]
  • Pilih lokasi untuk menyimpan database
  • Jika sudah dipilih lokasinya, click kanan lagi [Survey Database], lalau pilih [New local survey database]
  • Masukkan nama database misalnya ‘cadex’
  • click kanan ‘cadex’, kemudian pilih [Edit survey database setting..]
  • Masukkan Value seperti gambar di bawah:

image

  • click OK jika sudah selesai.

2. Membuat Network

  • Click kanan [network] di bawah database [cadex], kemudian pilih [new]
  • masukkan nama, misalnya ‘KerangkaKontrol’

3. Import Field book

  • Click kanan [KerangkaKontrol]>>[Import]>>[Import Field book]
  • Pilih field book titik kontrol (TitikKontrol.fbk) click [OK]
  • Click kanan [KerangkaKontrol]>>[Import]>>[Import Field book]
  • Pilih field book ukuran poligon (poligon.fbk), kemudian click [OK]
  • Pada tahap ini posisi titik dan jalur pengukuran sudah tergambar di civil 3D
  • click tanda + di samping kiri [KerangkaKontrol]
  • Pilih [Setup], maka akan ditampilkan list tempat berdiri alat, backsight, tinggi alat dan koordinat sementara
  • Click kanan salah satu tempat bediri alat (Station Point), kemudian pilih [Edit Observations..]
  • Misal dipilih Station Point 3

image

  • Bandingkan datanya dengan data di excel.

4. Membuat Jalur Poligon

  • Dari data TS dan file FBK, pengukuran poligon  dimulai dari station 2 dengan backsight pertama ke titik 1, kemudian pindah ke station 3 sampai 7. Karena tidak informasi Koordinat titik Fix M110 atau station 9, maka bidikan foresight terakhir adalah ke titik fix station 8 atau (S002)
  • Click kanan [Traverse] di bawah [KerangkaKontrol], kemudian pilih [New]
  • Sesuai deskripsi di atas, masukkan nilai seperti gambar di bawah:
  • image
  • kemudan click OK

5. Check Hitungan Poligon

  • click [Travers], kemudian pilih click kanan [Poligon-1], kemudian pilih [Traverse Analysis]

image

Masukkan persyaratan ketelitian penutup horisontal dan vertikal yang diinginkan. kali ini saya memakai defaultnya saja seperti di gambar.

setelah di click tombol [OK] akan ditampilkan hasil analisa dalam notepad yang terdiri dari :

1. Hasil koordinat setalah adjusment

2. Koreksi Sudut

3. Hitungan tinggi atau vertikal

4. Ketelitian Penutup Poligon .

 

  • Hasil Ketelitian penutup poligon :

image

6. Langkah 6-8, silahkan dicoba sendiri seperti yang telah diterangkan di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

==silahkan mencoba==

==mohon koreksinya jika ada yang salah==

January 7, 2012

[CAD-CIV-12]: Mengisi Elevasi Garis Kontur dari Text Label Kontur

Filed under: Civil3D — Tags: — cadex @ 10:33

 

Referensi :  
Platform : Civil 3D 2011
Lokasi File :  

Kadang kita menerima file CAD berisi garis kontur, biasanya berupa polyline, beserta labelnya. Tetapi setelah dicek properties dari polyline tersebut nilai elevasi dari poliline masih bernilai 0 atau tanpa elevasi. Keadaan seperti ini akan menyusahkan kita saat akan mengolah kontur tersebut untuk dijadikan surface di civil 3D.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana cara mengolah polyline tersebut sampai menjadi surface dalam civil 3D mulai dari mengambil object kontur dari file asal CAD. Karena saya menerima file CAD dalam format microstation (dgn), maka tahapan untuk  pengolahannya adalah:

1. Import file dgn ke civil 3D

2. Cleanup Polyline

3. Mengisi Elevasi ke Polyline dengan Autolisp

4. Membuat Surface

Detail tiap tahapannya adalah:

1. Import file microstation (dgn) ke civil 3D

  • Terlebih dahulu, jalankan civil 3D dengan pilihan satuan metric.
  • Jika menu command: prompt tidak tampil, tekan Ctrl+9 untuk menampilkannya.
  • Masukkan perintah  di command: dgnimport
  • Pilih file yang akan diimport, kemudian click [OK]
  • Zoom Extend untuk melihat hasil import
  • image
  • pilih atau select object kontur kemudian tekan Ctrl+1  untuk melihat propertiesnya
  • image
  • Berdasarkan informasi dari properties:
  • object kontur berupa Polyline ada di Layer [Level 58] dengan nilai Elevasi = 0.000

Lakukan hal yang sama untuk memilih object kontur yang lain untuk mengecek jika ada object kontur yang tersimpan dalam Layer yang berbeda.

Dalam contoh di atas, object kontur tersimpan juga di Layer [Level 59] untuk kontur majornya.

 

 

 

 

  • Pilih object Label Kontur, kemudian check propertiesnya. Dalam contoh di atas, Label untuk kontur minor adalah berupa object Text tersimpan di layer [Level 58] sedangkan untuk label majornya ada di [Level 59]

2. Cleanup Polyline

  • Matikan semua layer, kecuali [Layer 58] dan [Layer 59]
  • zoom in ke group kontur berlabel, khusunya ke kontur berlabel yang rapat. Misalnya hasil zoom in seperti berikut:

image

  • Gambar di atas, terlihat beberapa garis kontur terpotong oleh labelnya. Garis kontur yang terpotong ini seharusnya digabung terlebih dahulu sebelum diproses pemberian elevasi yang akhirnya dibuat sebagai surface di civil 3D.
  • Dengan fasilitas Tools>>Clean Up di autodeskmap (sudah terinstall di civil 3D), proses penggabungan ini bisa dilakukan secara otomatis.
  • Ukur jarak kontur yang terpotong. Misal didapat Distance = 5.583 meter
  • Dengan Clean Up bisa ditentukan bahwa semua polyline yang mempunyai gap maksimal 5.6 m akan dihubungkan atau digabung (join polyline). Tetapi perlu diperhatikan bahwa untuk kontur berlabel rapat hal ini akan meyebabkan salah penggabungan. Dalam gambar di atas yang dilingkari warna biru, karena jarak antara kontur minor dan majornya leboh kecil dari 5.583 m, maka polyline untuk kontur 12.5 akan menyambung ke kontur 13.0. Kesalahan ini tidak terjadi untuk daerah yang ditandai dengan kotak biru karena jarak antar kontur berlabel, lebih dari 5.583
  • Untuk menghindari kesalahan di atas, untuk kontur berlabel rapat harus dihubungkan secara manual sebelum dilakukan clean up
  • Jika sudah dilakukan penggabungan di kontur berlabel rapat, maka kontur sudah siap untuk clean up
  • masukkan perintah di command: mapclean
  • Pilih [Select all], kemudian pilih lokasi layer tempat object yang akan di cleanup:
  • image
  • Click [Next]
  • Pilih [Cleanup Actions], [Snap Clustered Nodes], kemudian click [Add].
  • Masukkan Cleanup parameters tolerance 5.6m “semua node yang mempunyai gap lebih kecil 5.6 meter akan digabungkan”
  • Pilih lagi [Cleanup Actions], [Dissolve Pseudo Nodes], kemudian click [Add] “node yang sudah tergabung akan di join sebagai satu polyline”

image

  • Click [Finish]
  • Lakukan re-checking, jika ada polyline yang terhubung tidak benar, lakukan edit secara manual
  • Gambar Kontur yang telah terhubung polylinenya

image 

3. Mengisi Elevasi ke Polyline dengan Autolisp

Agar polyline kontur tersebut bisa diubah menjadi surface, maka tiap polyline harus dipudate properties elevasinya sesuai dengan angka yang tertera di label. Proses update ini bisa dilakukan degan perintah command line command:_change.

Contoh di bawah adalah merubah properties elevasi polyline menjadi 12.

Command: _change

Select objects: 1 found

Select objects:
Specify change point or [Properties]: p

Enter property to change
[Color/Elev/LAyer/LType/ltScale/LWeight/Thickness/TRansparency/Material/Annotative]: e

Specify new elevation <12.000>: 12

Enter property to change
[Color/Elev/LAyer/LType/ltScale/LWeight/Thickness/TRansparency/Material/Annotative]:

Dengan cara di atas, kita akan selalu memasukkan (input) nila elevasi secara manual dan selalu mengulang perintah _change.

Saya telah membuat program Autolisp sederhana yang bisa membaca angka di label kontur untuk kemudian dimasukkan ke properties elevasi polyline sesuai dengan nilai yang tertera di label.

(Defun c:SetElev()
  ;;fungsi ini dipakai untuk merubah elevasi polyline kontur
  ;;sesuai dengan tulisan atau labelnya (contour label)
  ;;caranya adalah pilih labelnya terlebih dahulu, kemudian pilih polyline
  ;;yang akan diberi elevasi
 
  (vl-load-com)(gc)
  (setq acaddoc (vla-get-activedocument (vlax-get-acad-object)))
  (setq ent (car(entsel "\nPilih Text>>")))
  (while (/= ent nil)
  (setq obj (vlax-ename->vla-object ent))
  (setq nmObj (vla-get-objectname obj))
  (if (= nmObj "AcDbText");;object harus bertype text
    (progn
        (setq elev (atof (vla-get-textstring obj)))
        (setq obj (vlax-ename->vla-object (car (entsel "\nPilih Polyline>>"))))
    (setq nmObj (vla-get-objectname obj))
    (if (= nmObj "AcDbPolyline");;object harus bertype polyline
      (progn
        (setq nmLayer (vla-get-layer obj))
        (vla-put-elevation obj elev);;rubah elevasi
        (vla-update obj);;update object
        );prgn "AcDbPolyline
    );end if
   
    );progn "AcDbText"
  );end if
  (setq ent (car(entsel "\nPilih Text>>")))
  );end while
)

Copy code autolisp di atas ke program notepad, kemudian save as dengan extensi *.lsp. Misal nama filenya adalah SetElevasiDariText.lsp

Load autolisp SetElevasiDariText.lsp dengan mengetikkan perintah di command:appload

Pilih filenya, kemudian click [Load] akhiri dengan clisk [Close]

cara menjalankan programnya adalah

  • Ketik di command:SetElev
  • Pilih Label Kontur pada saat muncul perintah Pilih Text>>
  • Kemudian Pilih Polyline yang akan dirubah elevasinya saat muncul perintah Pilih Polyline>>
  • Begitu seterusnya, sehingga semua polyline terisi elevasi
  • untuk mengakhirinya tekan tombol Enter atau ESC

4. Membuat Surface

Apabila semua polyline sudah terisi elevasi, maka proses pembuatan surface dapat dimulai.

  • Aktifkan toolspace civil 3D jika toolspace belum aktif dengan cara mengetik di command:showts
  • Pada toolspace, pilih tab [Propector], kemudian click kanan [Surfaces], lalu pilih [Create Surface]
  • Masukkan nama surface dan stylenya atau click [OK], jika akan memakai style dan nama sesuai dengan template yang aktif.
  • Surface baru telah terbentuk :

image

  • Polyline kontur akan dimasukkan ke Surface1 dengan merubah polylines tersebut menjadi Breaklines. Karena dalam civil 3D belum saya temukan cara membuat surface dari polyline seperti yang ada di land development
  • di bawah group Surface 1, Click kanan icon [Breaklines], kemudian pilih [Add Breaklines]
  • Tulis Descriptionnya, pilih Type [Standard], akhiri dengan click [OK]
  • Kemudian pilih kontur polylines nya..
  • Surface 1 sudah terbentuk. Lakukan editing surface untuk pengecekan lebih lanjut.

===selamat mencoba===

December 22, 2011

[CAD-CIV-11]: Migrasi dari Land Development ke Civil 3D

Filed under: Civil3D — cadex @ 21:09

Sebelumnya saya telah mempunyai data alignment dan surface (dtm) dalam format land development  2006 (LDD 2006). Karena LDD 2006 sudah saya upgrade ke Civil 3D 2011 dan pekerjaan yang terdahulu dilanjutkan lagi, maka perlu dilakukan migrasi dari LDD 2006 ke Civil 3D 2011.

Sebelum dilakukan migrasi, berikut adalah informasi tentang LDD 2006 sebelumnya:

Unit : Meter
Coordinate System : Indonesian Datum 1974
Zone : 47N

Karena unit yang akan dipakai adalah ‘meter’, jalankan civil 3D dengan pilihan “civil 3d metric”

1. Setting Unit dan Coordinate System di Civil 3D, seperti yang telah diuraikan di section “Membuat file Autocad Civil 3D dengan satuan metric” 

image

2. Import Surface atau DTM dari LDD.

Pada Menu civil 3D 2011, pilih [Insert], kemudian di group [Import] pilih [Land Desktop]

image

2.1.  Pilih lokasi path land desktop, kemudian nama projectnya. kemudian pilih object yang ingin diimport. Saya hanya import satu DTM dan beberapa alignment.

2.2. Kemudian click [OK].

 

 

 

 

 

 

Selamat mencoba…trik sederhana di akhir tahun 2011

October 16, 2011

[CAD-CIV-10]: Perhitungan Sudut Rata-Rata dari Set Pengukuran Sudut di Civil3D (….salah hitung????)

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: , , — cadex @ 21:55
Reference : Creating an Observation Using a Face1 or Face2 Angle
Platform : Civil 3D 2011
File :

Pada posting sebelumnya telah diuraikan cara menghitung sudut dan jarak rata-rata dari beberapa set (seri) pengukuran sudut dan jarak menggunakan spreadsheet excel. Kali ini akan dicoba perhitungan rata-rata sudut dan jarak dengan civil 3d dan dicoba dibandingkan hasilnya.

Sesuai dengan referensi di atas:

“You can then input the measurements, using the Face1 (direct) and Face2 commands. These commands apply collimation (if set), and automatically average the sightings after you input observations”

Face1 (direct) atau kode F1 bisa kita definisikan sebagai pengukuran dengan kedudukan alat dalam posisi ‘Biasa’, sedangkan Face2 atau F2 adalah posisi kedudukan alat ‘Luar Biasa’. Beda sudut antara F1 dan F2 biasanya mendekati 180 derajat.

Data survey (observation) diinput ke civil 3d menggunakan fasilitas ‘survey command language’. Kumpulan dari Survey command language biasa disebut dengan istilah file fbk di civil 3D. Aplikasi atau cara setting bisa dilihat pada posting mengolah gambar cross section di civil 3d. Proses konversi dari data yang telah ditulis di spreadsheet excel ke civil 3d akan menggunakan fasilitas fbk ini.

Data di spreadsheet excel:

image

Catatan:

** Karena dalam civil 3d survey, kode point (titik) harus berupa angka bulat, maka untuk titik BMS1, BMS2 dan BMS3 dirubah menjadi angka bulat menjadi 1, 2 dan 3.

** Data ukuran yang akan dimasukkan adalah: kedudukan instrumen, target, bacaan sudut horisontal dan jarak horisontal (HD).

** unit jarak dinyatakan dalam METER dan sudut dalam format DMS.

** diasumsikan koordinat di titik 1 (BMS1) adalah (North,East) = (6000,5000), azimuth dari titik 1 ke 2 adalah 45° 30’ 15” dalam format DMS ditulis 45.3015

Urutan survey command languange:

No Survey Command Language Keterangan
1 UNITS METER DMS setting unit dalam meter dan sudut format DMS
2 NE 1 6000 5000 set koordinat di titik 1 adalah 6000N, 5000E
3 AZ 1 2 45.3015 azimuth dari titik 1 ke 2 45° 30’ 15”
4 STN 1 “BMS1” posisi alat (kedudukan instrument) di titik 1
5 BS 2 50.1128 Back sight ke titik 2
6 F1 2 50.1128 266.411 “BMS2” Bacaan kedudukan alat “Biasa” ke titik 2 (BMS2)-Seri#1
7 F1 3 65.1505 514.197 “BMS3” Bacaan kedudukan alat “Biasa” ke titik 3 (BMS3)-Seri#1
8 F2 3 245.1458 514.189 Bacaan kedudukan alat “Luar Biasa” ke titik 3 – Seri#2
9 F2 2 230.1121 266.408 Bacaan kedudukan alat “Luar Biasa” ke titik 2 – Seri#2
10 F1 2 50.1132 266.41 Seri#3
11 F1 3 65.1509 514.197 Seri#3
12 F2 3 245.1450 514.192 Seri#4
13 F2 2 230.1125 266.409 Seri#4

Tulis atau copy simpan kumpulan survey command language dalam notepad (atau file ascii) dengan ekstensi fbk. Misal filenya dinamai “poligon.fbk”.

14. Jalankan program civil 3D, kemudia click/pilih toolspace survey

image

Buat survey database baru, jika survey databases belum ada.

14.1. Click kanan [Survey Databases], kemudian pilih [New local survey database..]

14.2. Masukkan nama database, misal “terestris01”, kemudian click tombol [OK].

 

 

 

 

 

 

 

15. Edit survey database setting

image

15.1. Click kanan survey database [terestris01], kemudian piih [Edit survey database settings..]

15.2. Pada pilihan [Survey database setting], set pilihan sbb:

Coordinate Zone: jangan dirubah, krn koordinat masih lokal

Distance: Meter

Angle: Degress DMS

Direction: North Azimuth

Saat ini cukup setting di atas, untuk setting yang lain akan dibahas di posting berikutnya. atau bisa juga dibaca di posting terdahulu…

 

16. Buat Network baru.

image

16.1. Click icon [Networks] pada toolspace [survey], kemudian click [New]

16.2. Masukkan nama network, misal “KKH”

16.3. Jika diperlukan, masukkan juga keterangan deskripsinya.

16.4. Click OK

Network baru bernama [KKH] seharunya sudah ada di group [Networks]

 

 

 

17. Import FBK (observation) ke network

image

17.1. Click kanan network [KKH], kemudian pilih [Import]

17.2. Pilih [Import field book], kemudian pilih file fbk yang telah disimpan hasil dari konversi spreadsheet. Hasil dari tahapan nomer 1 sampai 13.

17.3. Kemudian click OK

 

 

 

 

18. Check hasil import FBK

image

18.1. Click icon [Setups] di group network KKH

18.2. Click kanan baris di bawah [Station Point]

18.3 Pilih [Edit observations]

18.4. Akan ditampilkan data set pengukuran sudut dan jarak.

 

 

 

 

 

 

19. Check hasil hitungan rata-rata sudut dan jarak

19.1. Click kanan network [KKH], kemudian pilih [Survey Command Window..]

image

19.2. Pada kotak command: masukkan

A 2 1 3

perintah di atas adalah untuk melihat atau menampilkan sudut dari titik 2 ke titik 3 dengan station di titik 1. hasilnya adalah

Angle: 15-03-31

19.3. Masukkan juga di kotak command:

D 1 2

perintah di atas adalah untuk menampilkan jarak dari titik 1 ke titik 2, hasilnya adalah

Distance: 266.409

 

 

20. Membandingkan dengan hasil hitungan excel

Civil 3D Excel
Sudut 15-03-31 15-03-34
Jarak 266.409 266.409

Review:

Terlihat bahwa hasil hitungan sudut di civil 3D, berbeda dengan hasil hitungan di excel. Karena dalam online help civil 3D menyatakan bahwa:

Face1/Face2 angles can be collected in any order. The only requirement is that the Face1 backsight be recorded first. If Face2 observations are recorded, then a corresponding Face2 backsight should also be recorded. In the case where Face2 foresight observations are recorded previous to the Face2 backsight, the Face2 backsight is assumed to be the Face1 backsight plus 180°.

Saya coba rubah urutan pengukuran di file FBK sehingga face2 foresight selalu tercatat sesudah backsight face2, ternyata hasil hitungannya tetep 15-03-31 bukan 15-03-34.

Sepertinya civil 3D selalu memperlakukan Face2 backsight is assumed to be the Face1 backsight plus 180°.

Berikut hitungannya dengan menggunakan excel untuk membuktikan pernyataan di atas:

image

Kesimpulan:

*** Untuk perhitungan sudut rata-rata (angle reduction), lebih baik menggunakan spreadsheet atau calculator.

*** Jika ingin memasukkan data ukuran ke civil 3d khusus untuk sudut, sebaiknya masukkan nilai rata2 yang telah dihitung terlebih dahulu.

===saya sudah submit masalah ini ke autodesk,  semoga segera mereka punya solusi tentang masalah ini====

Older Posts »

Blog at WordPress.com.