[CAD-MAP-16]: Network Topologi untuk Menampilkan Informasi Jarak

Reference : [CAD-MAP-12]: Menulis Text Jarak dan Azimut Menggunakan Query dan Annotation di AutocadMap
Platform : Autocad Map
Download :  

 

Pada tulisan [CAD-MAP-12]: Menulis Text Jarak dan Azimut Menggunakan Query dan Annotation di AutocadMap telah dijelaskan beberapa cara untuk menampikan dimensi jarak pada object garis dan azimuth di autocad. Tulisan kali ini adalah contoh penerapan atau tutorial lebih lanjut dari tulisan sebelumnya.

Contoh gambar di bawah hasil pengukuran bidang tanah yang telah diberi dimensi jarak di tiap sisi bidang tanah.

image

Biasanya penulisan jarak ini dilakukan secara manual dengan menggunakan tool dimension di autocad atau menggunakan tool distance kemudian menulis hasil jaraknya dalam bentuk text di sisi bidang tanah. Tentunya hal ini akan menjadi pekerjaan yang membosankan atau melelahkan jika terdapat bidang yang sangat banyak. Saya akan memberikan trik bagaimana cara membuat label secara cepat dengan menggunakan tool network topology query dalam autocad map.

Agar proses bisa dilakukan lebih efektif dan efisien perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Object yang akan diberi dimensi harus berupa Line bukan Polyline dan terletak pada layer yang sama. Misal layer lama : 020100
  2. Buat layer baru misal: 020100L untuk menampung garis yang akan diberi dimensi sehingga tidak merubah object di layer sebelumnya (020100)
  3. Buat layer baru misal: 020100D untuk menampung tulisan dimensi sisi bidang.

Contoh gambar yang akan diberi dimensi jarak:

image

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buat layer baru untuk menampung object garis yang akan diberi label misal: 020100L dan layer untuk menampung text dimensi misal 020100D

2. Untuk mempermudah identifikasi lakukan setting warna layer yang berbeda masing-masing untuk layer 020100L dan 020100D

3. Copy object di layer 020100 ke layer 020100L:

3.1. Lakukan quick select untuk memilih semua object di layer 020100. Ketik di command: qselect

3.2. Pilih Properties: Layer, Operator:= Equals dan Value: 020100 kemudian click [OK] sehingga semua object di layer 020100 terpilih.

3.3. Copy object terpilih dengan mengetik di command: COPYTOLAYER

3.4. Select object on destination layer or [Name] <Name>: N

3.5. Kemudian pilih layer 020100L

3.6. Specify base point or [Displacement/eXit] <eXit>: X

 

4. Cek object di layer 020100L, jika object polyline, lakukan explode sehingga menjadi object line.

4.1. Ketik di command: qselect

4.2. Pilih object type: Polyline, Properties: Layer, Operator:= Equals dan Value: 020100L kemudian click [OK]

4.3. Ketik di command: EXPLODE

 

5. Membuat Network Topology

5.1. Jika map task pane belum aktif, ketik di command: MAPWSPACE, kemudian pilih: ON

5.2. Pada tab [Map Explorer], click kanan [Topologies], kemudian pilih [Create]

5.3. Pada tahapan [Topology Type], pilih Type: Network, Topology Name : NetLine kemudian click [Next]

5.4. Pada tahapan [Select Links], pilih Layer: 020100L, kemudian click [Finish]

5.5. Network topology [NetLine] akan ditambahkan dalam group [Topologies] di map explorer

image

 

6. Topology Query

6.1. Click kanan topologi [NetLine], pilih [Analysis] kemudian [Topology Queries]

6.2. Pilih [Define Query]

6.3. Pada kotak dialod Define Query, click [Location], kemudian piliha [All]

6.4. Pada Query Mode, pilih [Draw]

6.5. Check kemudian Click [Alter Properties] pada group [Options]

6.6. Pada kotak dialog [Set Properties Alteration], click tombol [Text]

6.7. Pada kotak dialog [Define Text], click tombol [Expression]. Pilih [Direct Resitance] di bawah group [Network Link] pada topology [NetLine], kemudian click [OK]

image

6.8. Lakukan modifikasi isian di Text Value semula: :DIRECT_RESISTANCE@TPMLINK_NetLine menjadi (RTOS :DIRECT_RESISTANCE@TPMLINK_NetLine 2 2) agar text jarak ditampilkan dalam format 2 angka desimal.

6.9. Isikan Text Height: 2, Layers: 020100D

6.10. Lakukan modifikasi di Rotaion semula: 0 menjadi: (/ (* .ANGLE 180) pi) agar rotasi text sesuai dengan arah garis, kemudian click [OK]

6.11. Tampilan Text Properties Alteration menjadi:

image

6.12. Click [OK], kemudian [Execute Query].

Gambar setelah execute query:

image

6.13. Jika dianggap perlu, set layer 020100L menjadi OFF

~~selamat mencoba~~

Advertisements

[CAD-MAP-003]: Menghubungkan Excel Database ke Topology di Autocad Map Beserta dengan Query dan Anlisanya

 

Referensi : [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap
Platform : Excel dan Autocad Map
Download :

 

Pada tulisan [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap telah diuraikan bagaimana cara menghitung luas bidang tanah dengan menggunakan fungsi polygon topology.

Sedangkan pada tulisan kali ini adalah proses lebih lanjut dengan menghubungkan polygon topologi tersebut dengan data attribute yang tersimpan dalam file spreadsheet excel. Saya menyarankan jika database dalam jumlah yang besar, data attribute sebaiknya disimpan dalam program yang memang dedicated untuk database seperti microsoft access, sql server, mysql atau program database lainnya.

Gambaran hubungan polygon topology dengan database adalah:

image

 

Kolom [txt_nib] pada speadsheet excel adalah modifikasi angka pada kolom [nib] menjadi format nib lima angka sehingga format nib di autocadmap akan sama dengan format nib di excel. Formula excel untuk merubah angka nib menjadi format huruf, gunakan formula atau fungsi excel = TEXT([nib],”00000″), jika angka [nib] di cell [B2], maka rumusnya menjadi =TEXT(B2,”00000″).

Jika Anda menggunakan Autocad 32 bit dan Excel 32 bit, pada tulisan [CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #1) telah diuraikan bagaimana cara menghubungkan object text di autocadmap ke database excel. Langkah-langkah yang sama ternyata tidak bisa digunakan untuk windows system OS 64bit dengan excel 64 bit juga.

Saat saya menulis tutorial ini, saya sedang menggunakan Windows 10 Pro 64bit , Microsoft Excel 365 64 bit dan Autodesk Civil 3D 2016 juga 64 bit. Apabila Anda menggunakan versi windows, excel dan autocadmap yang lain bisa juga mengikuti tutorial ini dengan melakukan sedikit penyesuain.

Secara garis besar, tutorial terdiri dari:

1. Setting ODBC datasources.

2. Drawing Clean-up.

3. Membuat Polygon Topology.

4. Link Topology Polygon ke Excel.

5. Menulis Informasi dari Excel ke Autocad.

6. Export Data Attribute hasil linked database ke text file.

Berikut bahasan dari masing-masing langkah di atas:

1. Setting ODBC datasources.

Hasil googling,  agar Autocad dapat membaca file database excel ber-extensi *.xlsx atau file database access *.acdb pada sistem 64 bit, maka perlu update database engine dengan terlebih dahulu download AccessDatabaseEngine_X64.exe kemudian diinstall untuk update database engine. Update database ini tidak diperlukan apabila menggunakan sistem 32bit.

Berikut cara setting ODBC Datasources:

Ketik ODBC pada [Search Windows], kemudian pilih [Set up ODBC Datasources (64-bit)]. Jika menggunakan OS 32-bit, pilih [Set up ODBC Datasources (32-bit)].

Pada kotak dialog [Microsoft ODBC Administrator], di page/halaman [User DSN], click tombol [Add]

Pada kotak dialog [Create New Data Source], pilih [Microsoft Excel Driver] kemudian click tombol [Finish]

Pada kotak dialog [ODBC Microsoft Excel Setup], lakukan setting misalnya seperti di bawah:

image

Click tombol [Select Workbook] untuk memilih file excel yang berisi data atribute bidang, kemudian click [Options] dan uncheck [Read Only]

click [OK] untuk menyimpan setting.

Catatan: setting ini dilakukan sekali saja jika database selalu terhubung ke file yang sama.

2. Drawing Clean-up.

Proses drawing clean-up digunakan untuk membersihkan object autocad sebelum dilakukan proses build topology. Detail bagaimana cara clean-up silakan dibaca di [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap. Pada tutorial ini hanya dibahas sekilas saja:

“Set layer on” / hidupkan layer hanya untuk garis batas polygon /bidang (layer: 020100) dan text nib (layer: 080201), kemudian bedakan warna layernya antara text nib dan batas polygon untuk mempermudah identifikasi.

Pada menu “Tool” di autocadmap, pilih [Drawing Clean Up]. Atau pada ketik di command: mapclean

Pada tahapan [Select Objects], pilih [Select All], kemudian click icon [Layer] untuk membatasi proses clean-up hanya untuk Layers: 020100, kemudian clicn [Next]

Pada tahapan [Clean Up Actions], set urutan action :

Break Crossing Object Memutus garis yang saling bersilangan dengan menambahkan “titik” pada persimpangan garis
Delete Duplicates Menghapus garis ganda hasil dari breaking crossing object
Erase Dangling Objects Menghapus sisa garis yang tidak diperlukan biasanya garis sisa breaking yang ukuran panjangnya kecil
Dissolve Pseudo Nodes Menghubungkan atau mirip perintah join pada pedit (polyline edit)

 

image

 

Click tombol [Next], untuk masuk ke tahap [Cleanup Methods]

Pada tahap [Cleanup Methos], pilih [Modify Original Object] kemudian check pilihan [Line to Polyline], [Arc to Polyline] dan [3D Polyline to Polyline]

Kemdian click tombol [Save] untuk menyimpan parameter drawing cleanup, sehingga untuk proses cleanup selanjutnya tinggal memanggil [Load] parameter tanpa harus setting lagi dari awal.

Click [Finish] untuk memulai proses drawing cleanup.

3. Membuat Polygon Topology

Jika workspace tool autocadmap belum aktif, aktfikan dengan mengetik di command: mapwspace

Pada task pane map, pilih toolspace [Map Exlporer], lalu click kanan [Topologies] kemudian pilih [Create]

Pada tahap [Topology Type], pilih topology type: [Polygon], kemudian beri nama misal topology name: blok01

click [Next] untuk masuk tahap berikutnya.

Pada tahap [Select Links], pilih [Select All], kemudain filter Layers hanya untuk batas polygon yaitu layer=02010

image

Lewati tahapan [Select Nodes] dan [Create New Nodes]

Click tahapan [Select Centroids], untuk menentukan bahwa pusat polygon atau id polygon adalah text nib.

Pada tahapan [Select Centroid], pilih [Select All], kemudain filter Layers hanya untuk text nib yaitu layer=080201

image

click [Finish] untuk memulai pembuatan topology.

Apabila proses pembuatan topology tidak berhasil atau keluar pesan kesalahan, lakukan editing geometry.

Jika berhasil, maka akan muncul nama topologynya di taskpane [Map Explorer] pada folder [Topologies]

image

untuk mengetahui informasi luas hasil topology, ketik di command: adeditdata

kemudian pilih text nib, sehingga dimunculkan informasi sebagai berikut:

image

Informasi luas (Area) hasil topology akan di hubungkan dengan informasi dalam tabel di excel.

4. Link Topology Polygon ke Excel.

Proses link ini dilakukan setelah setting ODBC datasources telah berhasil.

Lakukan checking tabel di excel yang akan di linked-kan khususnya range defined name pada spredsheet.

Buka file excel yang telah didefinisikan di datasource (Langkah-1) yaitu file: [pbt_attr.xlsx]

Pilih sheet atau tabel yang akan ditampilkan di autocad:

image

Block semua tabel termasuk dengan nama headernya, pada contoh data di atas dipilih/block range A1:F85, kemudian nama range tersebut di lokasi yang dilingkari merah sebagai “nik”. Nama ini akan muncul sebagai table di autocad map.

[Save] dan [Exit] dari file excel untuk kemudian dilakukan setting link template di autocadmap. Proses link tidak bisa dilakukan jika file data source masih terbuka.

Pada program autocad map, di task pane [Map Explorer], click kanan [Data Sources], kemudian pilih [Configure]

Isikan nama koneksi di Data Source Name, misal:odbc_xlsx_pbt, kemudian click [OK]

Pada page / halaman [Provider], pilih [Microsoft OLE DB Provider for ODBC Driver], kemudian click [Next]

Pada halaman [Connection], pilih [Use data source name] sesuai dengan definisi ODBC sebelumnya di langkah 1 yaitu: xlsx-pbt kemudian click [Test Connection].

jika connection berhasil, pilih halaman [Advanced]

Pada halaman [Advanced], set permission ke [ReadWrite], kemudian click OK.

Catatan: setting ini dilakukan sekali saja jika database selalu terhubung ke file yang sama.

Pada program autocad map, di task pane [Map Explorer], click kanan [Data Sources], kemudian pilih [Attach]

Pilih file udl yang telah disetting sebelumnya yaitu: odbc_xlsx_pbt

Pada task pane [Data Sources], sudah muncul tabel [nik] yang diambil dari excel. Double click table [nik] untuk melihat tabelnya.

image

Tabel diatas kemudian akan di linked kan dengan text nib di autocad dengan tool [Link Templates]

Pada taskpane [Map Explorer], click kanan [Link Templates], kemudian click [Define Link Template].

Masukkan nama link misal: lnk_nib, kemudian pilih kolom txt_nib sebagai Column Key.

image

Click kanan link template [lnk_nib] dalam folder [Link Templates], kemudian pilih [Generate Link]

Lakukan setting di [Generate Links] dengan linkage type: Text, Data Links: Create Database Links dengan Link Template: lnk_nib kemudian database validation: link must exist :

image

click [OK] kemudian pilih Select All untuk memulai proses link data attribute.

Cek hasil linked dengan memilih salah satu text nib di gambar, kemudian click kanan dan pilih [Properties]

contoh hasil property akan ada tambahan informasi hasil topology dan linked database:

image

Cara mengecek juga bisa dilakukan di data view table:

Pada folder [Link Templates], double click link template lnk_nib

Pada [Data View] pilih menu [Records] kemudian [Spatial Filter]

Pilih text nib di gambar, kemudian [Enter], maka Data View akan menampilkan table dengan record nib yang terpilih / record terfilter.

Jika selesai memilih, kembalikan ke mode non-filter dengan memilih menu [Records], kemudian pilih [Clear Filter]

5. Menulis Informasi dari Excel ke Autocad.

Object text telah ter-linked atau terkoneksi, pada tahap berikutnya kita coba tampilkan informasi dari database excel ke object text di autocad.

Informasi yang aka di tampilkan akan dibaut di layer terpisah karena sifatnya hanya informasi:

Informasi Sumber Data Layer
NIB Linked Database txt_nib
Nama Linked Database txt_nama
Luas Topology txt_luas

Buat layer-layer tersebut di autocad jika belum ada.

Pada task pane [Map Explorer], pilih folder [Topologies] kemudian click kanan topologi : [blok01] >> [Analysis] >> [Topology Query]

Pada kota dialog [Topology Query], click [Define Query]

Click tombol [Location], kemudian pilih [All]

Pada Query Mode, pilih [Draw]

Click tombol [Alter Properties]

Pada kotak dialog [Set Property Alterations], Click tombol [Text], kemudian pada kotak dialog [Define Text], click tombol [Expression]

image

Pilih, kolom TXT_NIB untuk mengambil text NIB dari linked template lnk_nib, kemudian click [OK] lalu set layer ke txt_nib di kotak dialog [Define Text]

Ulangi set [Text Value Expression] dengan memilih kolom PEMILIK daari linked template lnk_nib, kemudian click [OK] lalu set layer ke txt_nama di kotak dialog [Define Text]

Untuk informasi luas, pada [Text Value Expression] lakukan pilihan kolom Area dalam folder polygon cetroid di bawah grup topology poligon blok01

image

click [OK] kemudian lakukan setting layer ke txt_luas

agar informasi luas ditampilkan dalam bentuk angka bulan, rubah text expression menjadi : (STRCAT  (RTOS :AREA@TPMCNTR_blok01 2 0) “M2”). Tampilan Set Property Alterations menjadi:

image

click [OK] kemudian click [Execute]

Tampilan gambar setelah query dan mematikan layer 080201:

image

Jika ingin menampilkan informasi koordinat di NIB, misal di layer txt_xy, tambahkan setting di text value expression dengan memilih kolom X1.Y1,Z1 di dalam folder [Properties]

image

Jika informasi koordinat ini tidak perlu dicetak atau ditampilkan, maka tinggal mematikan layer txt_xy

image

6. Export Data Attribute hasil linked database ke text file

Hasil linked gambar autocad dan database sudah bisa dilakukan. Selanjutnya adalah proses membuat report menjadi text file sehingga bisa dibuka di program excel atau program database.

Kolom atau informasi yang akan diexport adalah: Text nib, nama, luas, koordinat X dan koordinat Y.

Pada task pane [Map Explorer], pilih folder [Topologies] kemudian click kanan topologi : [blok01] >> [Analysis] >> [Topology Query]

Pada kota dialog [Topology Query], click [Define Query]

Click tombol [Location], kemudian pilih [All]

Pada Query Mode, pilih [Report], kemudian click [Options]

Click [Expression] kemudian lakukan setting expression:

image

Tentukan lokasi file output kemudian Click [OK] lalu jalankan [Execute Query].

Hasil file [Peta Bidang.txt]:

image

Langkah-langkah yang diuraikan di atas menggunakan tool yang ada di autocadmap atau fasilitas Map jika di civil 3d.

Jika ada waktu dan kesempatan, saya akan mencoba membuat vba / macro di excel sehingga fungsi seperti di atas bisa berjalan di autocad biasa tanpa ada tool mapnya.

==thanks for reading my blogs.

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon dengan Excel dan Civil 3D

Referensi :  
Platform : Excel 2007 & Civil 3D
Lokasi File :  

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:

  1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
  2. [XLS]: Edit raw data
  3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK
  4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.

1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team,  terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

  Team 1 Team-2 Team-3
Titik Kontrol Poligon Utama Poligon Cabang Poligon Cabang
Range Nomer Titik Poligon 1 – 50 51 – 100 101 – 150
Titik Detail Detail Detail Detail
Range Nomor Detail 1000-4999 5000-9999 10000-15000

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team Folder Files Keterangan
1 Team1 1_130219.trn Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team 1
    1_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 1
    1_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 1
    1_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 1
2 Team2 2_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 2
    2_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 2
    2_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 2
3 Team2 3_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam,  untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan Action
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]
1.2. Insert Form Edit TRN image
Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]
Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]
image
Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan kode titik (PCODE)
1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form
image
1.4. Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri alat Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum dimasukkan di sheet [LISTBM]
image
Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E
1.7. Memasukkan nomor BM atau Tempat berdiri alat Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.
image
Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER DOUBLE"
1.8. Re-Run Copy Rumus Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

  1. Tinggi Alat
  2. Tinggi Target
  3. PCODE
  4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

  1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya
  2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight
  3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight
  4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat
  5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]

2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File Cell di excel Error/Kesalahan Koreksi
1_130219.trn [A166:A167] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429
image
  [A237:A238] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473
  [A252:A253] TT ke titik P15 Berubah TT ke P15 dirubah menjadi 1.424
  [A348] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P23 seharusnya P25 PCODE diganti menjadi P25
  [A442] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P2 seharusnya P1 PCODE diganti menjadi P1
  [A353:A354] Berdiri alat tetapi tidak menembak detail sama sekali Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan Action
2.2.1. Insert Form Edit TRN sama dengan langkah 1.2
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form masukkan file 1_130220.trn ke form baru
2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]  adalah 1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk file 1_130221.trn sheet [1_130221], [J6]=1628
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk file 1_130222.trn sheet [1_130222], [J6]=2647
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan Action
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke FBK [1_130219.fbk] Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)
3.2. Lakukan konversi untuk sheet [1_130220], [1_130221] dan [1_130222]  

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan Action
4.1. Jalankan program Civil 3D Pilih template satuan metric
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
Cara setting silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

image

Cara membuat network silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn
MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0
MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:
NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"
NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

Save file note dengan extensi *.fbk, misak [KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D
image
Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file [KoordAwal.fbk]
click [OK]
4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0
image
Click kanan [Directions]>>[New]
Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomatis terisi
click [OK]
4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Saat import file tersebut, muncul pesan error :
image
Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada yang terlewat.

click [Yes] untuk membatalkan proses import.

image

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya Menjadi
image image

 

Tahapan Action
4.8. Reimport FBK
image
Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]
Pilih [Re-import]
4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan [1_130222.fbk]  
4.9. Hasil import FBK  

image

=bersambung ke analisa data poligon==

[CAD-CIV-17]: Membuat Surface dari Data LIDAR / Point Clouds di Civil 3D

Referensi :  
Platform : Civil 3D
Lokasi File :  

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric. Contoh dalam tahapan ini, saya menggunakan _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]

[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu group [Create Ground Data]

image
3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification kemudian click [Next]

4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud database].
PointCloud format : LAS
click tombol image untuk memilih file hasil scanner. Setelah file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]

5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat. Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file yang diimport. Makin besar akan semakin lama.

image
6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style
Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan sebagai Ground:
6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].
6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]
6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian pilih [Copy]
6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification [Ground]
6.5. Click tab [Classification]
6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]
6.7. Kemudian click [OK] 
image
7. Menampilkan  point cloud hanya ground saja
7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].
7.2. Click [Point Clouds]
7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih [Point Cloud Properties].
7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]
7.5. click [Apply] kemudian [OK]
7.6. Tampilan titik ground saja seperti gambar di samping
image
8. Membuat surface dari ground points
8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi  LIDAR Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan menu seperti di samping.
8.2. Pilih [Add Points to Surface..]
8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian click [Finish]
image
9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.

10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.
10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]
10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian click [OK]
10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7 menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

image

==semoga bermanfaat==

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.csv) ke ESRI Shape File (*.shp) dengan AutocadMap atau Civil3D

Reference :  
Platform : min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
Lokasi File : sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric. Contoh saya menggunakan template map2d.dwt image
2. Ketikkan Command: mapimport
2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description
image
3. Lakukan setting import point:
3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM
image
4. Contoh hasill import.
Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10
image
5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z image
6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

image
7. Setting export shp
7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter image
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama dengan nama block saat import atau di langkah #3

image
8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp
8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes…]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}
image
9. Tampilan setelah setting attributes
9.1. Click [OK]
image
10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp image

Silahkan dicoba..

[CAD-CIV-15]: Monitoring Borrow Pit dengan Civil 3D

Referensi :
Platform :
Lokasi file :

 

Salah satu pekerjaan land surveyor atau “tukang ukur” adalah memonitor pekerjaan galian di borrow pit atau tempat lokasi pengambilan tanah. Saya akan berbagi bagaimana cara monitoring pekerjaan ini. Jika anda mempunyai cara yang lebih baik atau cara lain jangan sungkan-sungkan untuk memberi masukan.

Asumsi:

1. File hasil pengukuran berupa list koordinat yang disimpan dalam bentuk file csv (comma delimited) dengan sususan PENZD (Point, East, North, Z/Elevasi, Desripsi/Kode)

2. Unit gambar dan ukuran adalah meter.

Berikut adalah tahapan-tahapan yang saya terapkan:

1. Sebelum melakukan pengukuran, kode detil, nama file, nama surface harus disepakati terlebih dahulu. Misalnya

Kode Nama File Nama Surface Keterangan
EG EG.csv EG titik tinggi / elevasi tanah atau lahan yang belum di gali
PG0620 PG0620.csv PG0620 progress galian bulan 06 tanggal 20
PG0623 PG0623.csv PG0623 progress galian bulan 06 tanggal 23

2. Menentukan point number yang unik untuk menghindari duplicate point numbers atau nomer ganda. Misalnya

Point Number Range Keterangan
1-999 point number untuk titik kontrol atau titik titik referensi juga termasuk untuk temporary point
1000-9999 point number untuk existing tanah sebelum digali
>10000 point number untuk progress galian

Range point number bisa diperlebar lagi jika diperkirakan daerah yang akan disurvey membutuhkan detail yang lebih banyak.

3. Mengecek list koordinat hasil survey.

Contoh file list koordinat lahan sebelum digali:

image Format list koordinat adalah comma delimited dengan susunan PENZD
Point Number sudah mengikuti aturan langkah 2.

Note: selalu lakukan checking seperti ini sebelum data diproses di civil 3d, untuk file progress galian

4. Jalankan Civil 3D

4.1. Setting drawing unit ke meter.

  • Pada tab [Setting], click kanan [Drawings], kemudian pilih [Edit Drawing Setting..]
  • Pilih drawing units = [Meters]

image

 

4.2. Membuat surface existing.

  • Pada tab [Prospector], click kanan [Surfaces], pilih [Create Surface]
  • Isikan properties :
Properties Value
Name EG
Description Surface sebelum digali atau Original Surface

untuk setting style dan render material biarkan saja sesuai default.

4.3. Memasukkan titik elavasi ke surface dari file csv.

  • Masih di tab [Propestor], click tanda +, kemudian click tanda + di surface [EG]
  • Click tanda + sebelah kiri [Definition].
  • Click kanan [Point Files], kemudian pilih [Add…]
    image
    • Pilih file format PENZD
    • kemudian click image
    • pilih file EG.csv, kemudian click OK
    • lakukan zoom extend
    • Surface sudah terbentuk dengan style defaultnya

4.4 Membuat Surface Style untuk Editing Surface

Agar surface bisa diedit, elemen surface yang berupa titik dan garis TIN (Triable Irregular Network) harus ditampilkan. Caranya  adalah dengan membuat surface style baru dengan meng-ON Component Type [Points] dan [Triangles]

  • Pada tab Setting, berturut-turut click tanda + di [Surface] kemudian [Surface Style]
  • Click kanan [Surface Style], [Contours & Triangles], kemudian pilih [Copy]
  • Pada kotak dialog Surface Style, click [Information], kemudian masukkan name misalnya “Contours Points and Triangles”
  • image
  • Masih di kotak dialog Surface Style, click [Display]. Set ON Component Type [Points] dan [Triangles], kemudian click OKimage
  • Balik lagi click tab [Propector], click kanan Surface [EG] di bawah groups [Surfaces], kemudian pilih [Surface Properties]
  • Rubah Surface Style properties menjadi “Contours Points and Triangles”, kemudian click OK.
  • Surface otomatis terupdate displaynya dengan menampilkan contour, titik dan TIN.

4.5. Menambahkan batas terluar atau outer boundary di surface.

Batas terluar digunakan untuk membatasi TIN agar kontur terbentuk di dalam areal pengukuran atau menghari kontur terinterpolasi ke titik yang tidak diinginkan.

Pada gambar sebelah kiri, garis hijau adalah outer boundary yang terbentuk secara otomatis saat create surface. Outer boundary ini menghasilkan TIN dan contour salah interpolasinya. Biasanya ditandai dengan “contour yang tertarik” (lihat area A) atau garis TIN yang menghubungkan titik yang berjarak jauh tidak ke titik yang terdekat (lihat Area B)

Langkah-langkah untuk membuat outer boundary :

  • buat polyline tertutup melalui titik-titik terluar TIN
  • Pada tab [Propectors], click tanda + berurutan di [Surfaces]>> [EG]>>[Definition]
  • Click kanan [Boundaries] di bawah group [Definition], kemudian click [Add]
  • Masukkan nama boudary, kemudian pilih polyline yang telah dibuat.
  • Gambar kanan adalah surface setelah diedit boundary-nya.
image image

4.6. Membuat surface progress, hitung volume.

Sebelum surface progress dibuat, set properties surface style menjadi “_NoDisplay”, jika surface style ini tidak ada, Anda bisa membuat sendiri seperti yang telah diuraikan di langkah 4.4. bedanya adalah dengan meng-OFF kan semua visible component type-nya.

  • Buat surface progress pertama [PG0620]. Langkah-langkahnya seperti dijelaskan di 4.3
  • Buat Outer Boundary di surface [PG0620]
    image Polyline warna putih adalah outer boundary yang telah dibuat.
  • Hitung volume cut atau fill (jika ada).
  • Pada menu Civil 3D, pilih menu [Analyze] kemudian pada group [Volumes and Materials], pilih [Volumes]
  • image
  • Lakukan langkah-langkah seperti urutan di bawah:
  • image

4.7. Update Surface EG karena perubahan progress.

  • copy surface asal [EG]
  • karena surface [EG] tidak terlihat karena sebelumnya diset surface stylenya “_NoDisplay”, tampilkan lagi surface EG dengan merubah surface stylenya menjadi “Border Only”
  • copy surface dengan perintah di commandline Command:copy
  • tentukan base point dan destination di koordinat yang sama.
  • Setelah dicopy, pada tab [Prospector] di bawah groups [Surfaces] ada surface baru yang bernama [EG(1)] yaitu surface hasil copy dari surface [EG]
  • Rubah Surface ini menjadi [EG0620] atau bisa diartikan Surface setelah bulan 06 tanggal 20. Anda bisa menulis keterangan surface di kotak description. Surface ini masih sama dengan [EG], tahap selanjutnya adalah melakukan update atau paste surface dari [PG0620]
  • Pilih surface [EG0620], click kanan icon [Edit] di bawah group [Definition], kemudian pilih [Paste Surface..]
  • Pilih surface [PG0620], kemudian click [OK]

4.8. Buat surface untuk progress berikutnya. Surface [PG0623]

  • Hitung volume dengan [Base Surface] menggunakan surface hasil langkah 4.7, surface [EG0620]

4.9. Update Surface [EG0620] karena progress kedua misal menjadi surface [EG0623]

  • Hitungan composite volume menjadi
  • image

5.0 Menampilkan Contour Progress

Asal Progress #1 Progress #2
image image image

=selamat mencoba==

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK)

Referensi : [XLS-SVY-15]: Form Hitungan Koordinat Hasil Pengukuran Theodolit Digital
[CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan)
Platform : Excel 2003/2007, Civil3D, Land Development+Civil Design
Lokasi File :

Add-ins ini dimaksudkan untuk merubah form input data hasil pengukuran poligon, pengukuran theodolit digital atau pengukuran theodolit manual (stadia system) menjadi Autodesk Field Book (*.fbk) . Setelah data dirubah menjadi fbk, maka data tersebut dapat diimport ke database survey di civil 3D ataupun land development desktop yang telah terinstall autodesk survey. Beberapa keuntungan jika data disimpan dalam databse survey adalah:

  1. Bisa melakukan proses pemetaan situasi secara otomatis ([CAD-CIV-14]: Menggunakan Linework untuk Pemetaan Situasi di Civil 3D)
  2. Dapat melakukan analisa perhitungan kerangka kontrol horisontal atau vertikal seperti ([CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan))
  3. Data tersimpan secara terstrukturberbentuk tabel maupun grafis (kaidah GIS) sehingga sangat mudah untuk melakukan editing dan pencarian data

Sebelum menjalankan program atau membuka file add-ins, program excel harus diset untuk bisa menjalankan macro. Cara setting untuk excel 2003 bisa dibaca di [XLS-SVY-05]: Form Excel untuk Perhitungan Pasut dengan Hitung Kwadrat Terkecil, sedangkan untuk excel 2007 ikuti langkah berikut:

  1. Pada tab [Developer] dalam grup [Code], pilih [Macro Security]. Jika tab [Developer] belum ada, click Microsoft Office Button image kemudian pilih [Excel Options], and dalam [Popular category],  click [Show Developer tab in the Ribbon]
  2. Dalam [Macro Settings] category, di grup [Macro Settings], click [disable all macros with notification]

Selanjutnya untuk langkah di bawah akan dijelaskan langkah-langkah menggunakan add-ins dengan excel 2007.Langkah-langkah untuk excel 2003 silahkan disesuikan saja.

  1. Download file, kemudian extract file hasil dowloand. File hasi extract adalah Xls2Fbk.xla
  2. Jalankan excel, kemudian buka file xls2fbk.xla
  3. Click [Enable Macros], saat muncuk peringatan Microsoft Office Excel Security Notice
  4. Click menu [Add-Ins], kemudian click [XLS FBK] untuk melihat pilihan menunya.
  5. image
  6. Misalkan kita akan mencoba merubah data ukuran hasil theodolit digital ke FBK dengan contoh data yang sudah ada. Pilih atau click [Contoh Form Theodolit Digital/TS]. Catatan: Anda bisa mencoba data yang lain asalkan form harus sama dengan yang ada di contoh. Apabila form berbeda atau ada perubahan, program tidak bisa mengkonversi data ukuran dengan sempurna.
  7. Untuk merubah data ukuran ke fbk, click [Data Theodolit Digital/TS>>FBK]
  8. Hasil list FBK ditampilkan di kolom [AO]
  9. Copy list FBK di kolom [AO] ke notepad, kemudian simpan filenya dengan ekstensi *.fbk. Misal disimpan dengan nama xls2fbk.fbk
  10. Apabila titik kontrol belum ada di database survey civil 3D, buat juga fbk dengan note dari list titik kontrol yang ada di sheet [ListBM]. Format fbk untuk titik kontrol adalah :
  11.  imageMisal file fbk untuk titik kontrol disimpan dengan nama TitikKontrol.fbk
  12. Jalankan Civil 3D, kemudain pilih template metric.
  13. Buat database dan lakukan setting seperti yang telah di jelaskan di [CAD-CIV-13]: Perhitungan Poligon di Civil 3D (Lanjutan). Misal survey databasenya diberi nama LandSurvey.
  14. Di Civil3D pada menu [Home], pilih [Import Survey Data] di grup [Create Ground Data]
  15. Pilih survey database [LandSurvey], kemudian click [Next]
  16. Pilih data source type [Field Book File], kemudian click image
  17. Karena database survey baru, maka perlu dimasukkan titik kontrol baru. Pillih File TitikKontrol.fbk, kemudian click [Next]
  18. Click tombol [Create New Network], masukkan nama Network misalnya Blok01, isikan deskripsi jika diperlukan, kemudian click [OK] disusul click [Next].
  19. Pada pilihan [Import Options], biarkan sesuai default
  20. click tombol [Finish]. Civil 3D akan mengupdate database baru
  21. Ulangi langkah 14 sampai 16.
  22. Pilih file field book xls2fbk.fbk kemudian click [Next]
  23. Pilih network [Blok01] kemudian click [Next], kemudian click [Finish]. civil 3D akan mengupdate gambar dan titik hasil survey.
  24. image

Jika ingin melihat data ukuran yang tersimpan di database survey:

  1. Click [Survey Points] di tool space civil 3D pada tab [Survey]. List titik detail, akan ditampilkan di bawah
  2. Click kanan salah satu titik tersebut, kemudian pilih [Edit Setup that observe…]
  3. image

==selamat mencoba==