Category: Civil3D

[CAD-CIV-12]: Mengisi Elevasi Garis Kontur dari Text Label Kontur

 

Referensi :  
Platform : Civil 3D 2011
Lokasi File :  

Kadang kita menerima file CAD berisi garis kontur, biasanya berupa polyline, beserta labelnya. Tetapi setelah dicek properties dari polyline tersebut nilai elevasi dari poliline masih bernilai 0 atau tanpa elevasi. Keadaan seperti ini akan menyusahkan kita saat akan mengolah kontur tersebut untuk dijadikan surface di civil 3D.

Kali ini saya akan berbagi bagaimana cara mengolah polyline tersebut sampai menjadi surface dalam civil 3D mulai dari mengambil object kontur dari file asal CAD. Karena saya menerima file CAD dalam format microstation (dgn), maka tahapan untuk  pengolahannya adalah:

1. Import file dgn ke civil 3D

2. Cleanup Polyline

3. Mengisi Elevasi ke Polyline dengan Autolisp

4. Membuat Surface

Detail tiap tahapannya adalah:

1. Import file microstation (dgn) ke civil 3D

  • Terlebih dahulu, jalankan civil 3D dengan pilihan satuan metric.
  • Jika menu command: prompt tidak tampil, tekan Ctrl+9 untuk menampilkannya.
  • Masukkan perintah  di command: dgnimport
  • Pilih file yang akan diimport, kemudian click [OK]
  • Zoom Extend untuk melihat hasil import
  • image
  • pilih atau select object kontur kemudian tekan Ctrl+1  untuk melihat propertiesnya
  • image
  • Berdasarkan informasi dari properties:
  • object kontur berupa Polyline ada di Layer [Level 58] dengan nilai Elevasi = 0.000

Lakukan hal yang sama untuk memilih object kontur yang lain untuk mengecek jika ada object kontur yang tersimpan dalam Layer yang berbeda.

Dalam contoh di atas, object kontur tersimpan juga di Layer [Level 59] untuk kontur majornya.

 

 

 

 

  • Pilih object Label Kontur, kemudian check propertiesnya. Dalam contoh di atas, Label untuk kontur minor adalah berupa object Text tersimpan di layer [Level 58] sedangkan untuk label majornya ada di [Level 59]

2. Cleanup Polyline

  • Matikan semua layer, kecuali [Layer 58] dan [Layer 59]
  • zoom in ke group kontur berlabel, khusunya ke kontur berlabel yang rapat. Misalnya hasil zoom in seperti berikut:

image

  • Gambar di atas, terlihat beberapa garis kontur terpotong oleh labelnya. Garis kontur yang terpotong ini seharusnya digabung terlebih dahulu sebelum diproses pemberian elevasi yang akhirnya dibuat sebagai surface di civil 3D.
  • Dengan fasilitas Tools>>Clean Up di autodeskmap (sudah terinstall di civil 3D), proses penggabungan ini bisa dilakukan secara otomatis.
  • Ukur jarak kontur yang terpotong. Misal didapat Distance = 5.583 meter
  • Dengan Clean Up bisa ditentukan bahwa semua polyline yang mempunyai gap maksimal 5.6 m akan dihubungkan atau digabung (join polyline). Tetapi perlu diperhatikan bahwa untuk kontur berlabel rapat hal ini akan meyebabkan salah penggabungan. Dalam gambar di atas yang dilingkari warna biru, karena jarak antara kontur minor dan majornya leboh kecil dari 5.583 m, maka polyline untuk kontur 12.5 akan menyambung ke kontur 13.0. Kesalahan ini tidak terjadi untuk daerah yang ditandai dengan kotak biru karena jarak antar kontur berlabel, lebih dari 5.583
  • Untuk menghindari kesalahan di atas, untuk kontur berlabel rapat harus dihubungkan secara manual sebelum dilakukan clean up
  • Jika sudah dilakukan penggabungan di kontur berlabel rapat, maka kontur sudah siap untuk clean up
  • masukkan perintah di command: mapclean
  • Pilih [Select all], kemudian pilih lokasi layer tempat object yang akan di cleanup:
  • image
  • Click [Next]
  • Pilih [Cleanup Actions], [Snap Clustered Nodes], kemudian click [Add].
  • Masukkan Cleanup parameters tolerance 5.6m “semua node yang mempunyai gap lebih kecil 5.6 meter akan digabungkan”
  • Pilih lagi [Cleanup Actions], [Dissolve Pseudo Nodes], kemudian click [Add] “node yang sudah tergabung akan di join sebagai satu polyline”

image

  • Click [Finish]
  • Lakukan re-checking, jika ada polyline yang terhubung tidak benar, lakukan edit secara manual
  • Gambar Kontur yang telah terhubung polylinenya

image 

3. Mengisi Elevasi ke Polyline dengan Autolisp

Agar polyline kontur tersebut bisa diubah menjadi surface, maka tiap polyline harus dipudate properties elevasinya sesuai dengan angka yang tertera di label. Proses update ini bisa dilakukan degan perintah command line command:_change.

Contoh di bawah adalah merubah properties elevasi polyline menjadi 12.

Command: _change

Select objects: 1 found

Select objects:
Specify change point or [Properties]: p

Enter property to change
[Color/Elev/LAyer/LType/ltScale/LWeight/Thickness/TRansparency/Material/Annotative]: e

Specify new elevation <12.000>: 12

Enter property to change
[Color/Elev/LAyer/LType/ltScale/LWeight/Thickness/TRansparency/Material/Annotative]:

Dengan cara di atas, kita akan selalu memasukkan (input) nila elevasi secara manual dan selalu mengulang perintah _change.

Saya telah membuat program Autolisp sederhana yang bisa membaca angka di label kontur untuk kemudian dimasukkan ke properties elevasi polyline sesuai dengan nilai yang tertera di label.

(Defun c:SetElev()
  ;;fungsi ini dipakai untuk merubah elevasi polyline kontur
  ;;sesuai dengan tulisan atau labelnya (contour label)
  ;;caranya adalah pilih labelnya terlebih dahulu, kemudian pilih polyline
  ;;yang akan diberi elevasi
 
  (vl-load-com)(gc)
  (setq acaddoc (vla-get-activedocument (vlax-get-acad-object)))
  (setq ent (car(entsel "\nPilih Text>>")))
  (while (/= ent nil)
  (setq obj (vlax-ename->vla-object ent))
  (setq nmObj (vla-get-objectname obj))
  (if (= nmObj "AcDbText");;object harus bertype text
    (progn
        (setq elev (atof (vla-get-textstring obj)))
        (setq obj (vlax-ename->vla-object (car (entsel "\nPilih Polyline>>"))))
    (setq nmObj (vla-get-objectname obj))
    (if (= nmObj "AcDbPolyline");;object harus bertype polyline
      (progn
        (setq nmLayer (vla-get-layer obj))
        (vla-put-elevation obj elev);;rubah elevasi
        (vla-update obj);;update object
        );prgn "AcDbPolyline
    );end if
   
    );progn "AcDbText"
  );end if
  (setq ent (car(entsel "\nPilih Text>>")))
  );end while
)

Copy code autolisp di atas ke program notepad, kemudian save as dengan extensi *.lsp. Misal nama filenya adalah SetElevasiDariText.lsp

Load autolisp SetElevasiDariText.lsp dengan mengetikkan perintah di command:appload

Pilih filenya, kemudian click [Load] akhiri dengan clisk [Close]

cara menjalankan programnya adalah

  • Ketik di command:SetElev
  • Pilih Label Kontur pada saat muncul perintah Pilih Text>>
  • Kemudian Pilih Polyline yang akan dirubah elevasinya saat muncul perintah Pilih Polyline>>
  • Begitu seterusnya, sehingga semua polyline terisi elevasi
  • untuk mengakhirinya tekan tombol Enter atau ESC

4. Membuat Surface

Apabila semua polyline sudah terisi elevasi, maka proses pembuatan surface dapat dimulai.

  • Aktifkan toolspace civil 3D jika toolspace belum aktif dengan cara mengetik di command:showts
  • Pada toolspace, pilih tab [Propector], kemudian click kanan [Surfaces], lalu pilih [Create Surface]
  • Masukkan nama surface dan stylenya atau click [OK], jika akan memakai style dan nama sesuai dengan template yang aktif.
  • Surface baru telah terbentuk :

image

  • Polyline kontur akan dimasukkan ke Surface1 dengan merubah polylines tersebut menjadi Breaklines. Karena dalam civil 3D belum saya temukan cara membuat surface dari polyline seperti yang ada di land development
  • di bawah group Surface 1, Click kanan icon [Breaklines], kemudian pilih [Add Breaklines]
  • Tulis Descriptionnya, pilih Type [Standard], akhiri dengan click [OK]
  • Kemudian pilih kontur polylines nya..
  • Surface 1 sudah terbentuk. Lakukan editing surface untuk pengecekan lebih lanjut.

===selamat mencoba===

[CAD-CIV-11]: Migrasi dari Land Development ke Civil 3D

Sebelumnya saya telah mempunyai data alignment dan surface (dtm) dalam format land development  2006 (LDD 2006). Karena LDD 2006 sudah saya upgrade ke Civil 3D 2011 dan pekerjaan yang terdahulu dilanjutkan lagi, maka perlu dilakukan migrasi dari LDD 2006 ke Civil 3D 2011.

Sebelum dilakukan migrasi, berikut adalah informasi tentang LDD 2006 sebelumnya:

Unit : Meter
Coordinate System : Indonesian Datum 1974
Zone : 47N

Karena unit yang akan dipakai adalah ‘meter’, jalankan civil 3D dengan pilihan “civil 3d metric”

1. Setting Unit dan Coordinate System di Civil 3D, seperti yang telah diuraikan di section “Membuat file Autocad Civil 3D dengan satuan metric” 

image

2. Import Surface atau DTM dari LDD.

Pada Menu civil 3D 2011, pilih [Insert], kemudian di group [Import] pilih [Land Desktop]

image

2.1.  Pilih lokasi path land desktop, kemudian nama projectnya. kemudian pilih object yang ingin diimport. Saya hanya import satu DTM dan beberapa alignment.

2.2. Kemudian click [OK].

 

 

 

 

 

 

Selamat mencoba…trik sederhana di akhir tahun 2011

[CAD-CIV-10]: Perhitungan Sudut Rata-Rata dari Set Pengukuran Sudut di Civil3D (….salah hitung????)

Reference : Creating an Observation Using a Face1 or Face2 Angle
Platform : Civil 3D 2011
File :

Pada posting sebelumnya telah diuraikan cara menghitung sudut dan jarak rata-rata dari beberapa set (seri) pengukuran sudut dan jarak menggunakan spreadsheet excel. Kali ini akan dicoba perhitungan rata-rata sudut dan jarak dengan civil 3d dan dicoba dibandingkan hasilnya.

Sesuai dengan referensi di atas:

“You can then input the measurements, using the Face1 (direct) and Face2 commands. These commands apply collimation (if set), and automatically average the sightings after you input observations”

Face1 (direct) atau kode F1 bisa kita definisikan sebagai pengukuran dengan kedudukan alat dalam posisi ‘Biasa’, sedangkan Face2 atau F2 adalah posisi kedudukan alat ‘Luar Biasa’. Beda sudut antara F1 dan F2 biasanya mendekati 180 derajat.

Data survey (observation) diinput ke civil 3d menggunakan fasilitas ‘survey command language’. Kumpulan dari Survey command language biasa disebut dengan istilah file fbk di civil 3D. Aplikasi atau cara setting bisa dilihat pada posting mengolah gambar cross section di civil 3d. Proses konversi dari data yang telah ditulis di spreadsheet excel ke civil 3d akan menggunakan fasilitas fbk ini.

Data di spreadsheet excel:

image

Catatan:

** Karena dalam civil 3d survey, kode point (titik) harus berupa angka bulat, maka untuk titik BMS1, BMS2 dan BMS3 dirubah menjadi angka bulat menjadi 1, 2 dan 3.

** Data ukuran yang akan dimasukkan adalah: kedudukan instrumen, target, bacaan sudut horisontal dan jarak horisontal (HD).

** unit jarak dinyatakan dalam METER dan sudut dalam format DMS.

** diasumsikan koordinat di titik 1 (BMS1) adalah (North,East) = (6000,5000), azimuth dari titik 1 ke 2 adalah 45° 30’ 15” dalam format DMS ditulis 45.3015

Urutan survey command languange:

No Survey Command Language Keterangan
1 UNITS METER DMS setting unit dalam meter dan sudut format DMS
2 NE 1 6000 5000 set koordinat di titik 1 adalah 6000N, 5000E
3 AZ 1 2 45.3015 azimuth dari titik 1 ke 2 45° 30’ 15”
4 STN 1 “BMS1” posisi alat (kedudukan instrument) di titik 1
5 BS 2 50.1128 Back sight ke titik 2
6 F1 2 50.1128 266.411 “BMS2” Bacaan kedudukan alat “Biasa” ke titik 2 (BMS2)-Seri#1
7 F1 3 65.1505 514.197 “BMS3” Bacaan kedudukan alat “Biasa” ke titik 3 (BMS3)-Seri#1
8 F2 3 245.1458 514.189 Bacaan kedudukan alat “Luar Biasa” ke titik 3 – Seri#2
9 F2 2 230.1121 266.408 Bacaan kedudukan alat “Luar Biasa” ke titik 2 – Seri#2
10 F1 2 50.1132 266.41 Seri#3
11 F1 3 65.1509 514.197 Seri#3
12 F2 3 245.1450 514.192 Seri#4
13 F2 2 230.1125 266.409 Seri#4

Tulis atau copy simpan kumpulan survey command language dalam notepad (atau file ascii) dengan ekstensi fbk. Misal filenya dinamai “poligon.fbk”.

14. Jalankan program civil 3D, kemudia click/pilih toolspace survey

image

Buat survey database baru, jika survey databases belum ada.

14.1. Click kanan [Survey Databases], kemudian pilih [New local survey database..]

14.2. Masukkan nama database, misal “terestris01”, kemudian click tombol [OK].

 

 

 

 

 

 

 

15. Edit survey database setting

image

15.1. Click kanan survey database [terestris01], kemudian piih [Edit survey database settings..]

15.2. Pada pilihan [Survey database setting], set pilihan sbb:

Coordinate Zone: jangan dirubah, krn koordinat masih lokal

Distance: Meter

Angle: Degress DMS

Direction: North Azimuth

Saat ini cukup setting di atas, untuk setting yang lain akan dibahas di posting berikutnya. atau bisa juga dibaca di posting terdahulu…

 

16. Buat Network baru.

image

16.1. Click icon [Networks] pada toolspace [survey], kemudian click [New]

16.2. Masukkan nama network, misal “KKH”

16.3. Jika diperlukan, masukkan juga keterangan deskripsinya.

16.4. Click OK

Network baru bernama [KKH] seharunya sudah ada di group [Networks]

 

 

 

17. Import FBK (observation) ke network

image

17.1. Click kanan network [KKH], kemudian pilih [Import]

17.2. Pilih [Import field book], kemudian pilih file fbk yang telah disimpan hasil dari konversi spreadsheet. Hasil dari tahapan nomer 1 sampai 13.

17.3. Kemudian click OK

 

 

 

 

18. Check hasil import FBK

image

18.1. Click icon [Setups] di group network KKH

18.2. Click kanan baris di bawah [Station Point]

18.3 Pilih [Edit observations]

18.4. Akan ditampilkan data set pengukuran sudut dan jarak.

 

 

 

 

 

 

19. Check hasil hitungan rata-rata sudut dan jarak

19.1. Click kanan network [KKH], kemudian pilih [Survey Command Window..]

image

19.2. Pada kotak command: masukkan

A 2 1 3

perintah di atas adalah untuk melihat atau menampilkan sudut dari titik 2 ke titik 3 dengan station di titik 1. hasilnya adalah

Angle: 15-03-31

19.3. Masukkan juga di kotak command:

D 1 2

perintah di atas adalah untuk menampilkan jarak dari titik 1 ke titik 2, hasilnya adalah

Distance: 266.409

 

 

20. Membandingkan dengan hasil hitungan excel

Civil 3D Excel
Sudut 15-03-31 15-03-34
Jarak 266.409 266.409

Review:

Terlihat bahwa hasil hitungan sudut di civil 3D, berbeda dengan hasil hitungan di excel. Karena dalam online help civil 3D menyatakan bahwa:

Face1/Face2 angles can be collected in any order. The only requirement is that the Face1 backsight be recorded first. If Face2 observations are recorded, then a corresponding Face2 backsight should also be recorded. In the case where Face2 foresight observations are recorded previous to the Face2 backsight, the Face2 backsight is assumed to be the Face1 backsight plus 180°.

Saya coba rubah urutan pengukuran di file FBK sehingga face2 foresight selalu tercatat sesudah backsight face2, ternyata hasil hitungannya tetep 15-03-31 bukan 15-03-34.

Sepertinya civil 3D selalu memperlakukan Face2 backsight is assumed to be the Face1 backsight plus 180°.

Berikut hitungannya dengan menggunakan excel untuk membuktikan pernyataan di atas:

image

Kesimpulan:

*** Untuk perhitungan sudut rata-rata (angle reduction), lebih baik menggunakan spreadsheet atau calculator.

*** Jika ingin memasukkan data ukuran ke civil 3d khusus untuk sudut, sebaiknya masukkan nilai rata2 yang telah dihitung terlebih dahulu.

===saya sudah submit masalah ini ke autodesk,  semoga segera mereka punya solusi tentang masalah ini====

[CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #2)

Referensi : Bagian #1
Platform : Civil 3D 2008 dan Excel 2003
Lokasi File :

Sambungan dari Bagian #1

9. Membuat Annotation

Dari menu ‘Map’, pilih ‘Annotation’, kemudian ‘Define Annotation Template’. Pada kotak dialog ‘Define Annotation Template’ cick ‘New’. Masukkan nama annotation, misal ‘PS’, kemudian click OK.

Muncul icon image di block editor. Click icon paling kiri, kemudian tekan ENTER untuk membuat annotation baru.

image Kita akan menambahkan informasi : Type, Diameter, dan Status  yang diambil dari data Link Template di bawah text PS_ID.

Setting type :

Click tombol di kanan isian Value.

image

Pilih Type di bawah link template dbPS dalam group link templates, kemudian click OK.

Masukkan nama Attribute Tagnya misal “Type”

Tempatkan Tag tersebut di gambar.

Ulangi langkah tersebut untuk Diameter dan Status dengan Tag yang berbeda.

Sehingga tampilan di pada block editor menjadi:

image Tambah TEXT di sebelah kiri tags,  kemudian diputar 90 derajat. Diputar 90 derajat,  karena disesuaikan dengan rotasi text PS_ID

Click base ‘Base Point Parameter’

Letakkan base point di sebelah kiri text “Type” sehingga tampilannya menjadi:

image

Tutup ‘Block Editor’ dan jangan lupa di save.

10. Insert Annotation ke AutoCAD.

Proses insert annotation ke gambar, melalui menu Map>>Annotation>>Insert Annotation

Kemudian muncul prompt memilih text yang telah di linked dengan link template.  Proses pemilihan ini akan lama  atau malah menjengkelkan jika obyek yang akan kita dipilih jumlahnya relatif banyak misal lebih dari 10 TEXT.

Untuk menghindari pemilihan yang membosankan sebaiknya obyek yang akan dilinked,  sebaiknya dibuat di layer terpisah. Pada contoh ini text PS_ID digambar di layer TEXT.

Dengan fasilitas qselect (quick select), kita bisa memilih dengan cepat berdasarkan layer, object dll.

Ketik qselect di command: kemudian Enter

Lakukan setting seperti gambar di bawah:

image

Click OK, jika selesai.

Dari menu Map>>Annotation>>Insert Annotation

Pilih Annotation Template ‘PS’, kemudian click tombol ‘Insert’

Text setelah diupdate menjadi:

image

(00=[]=00) Selamat mencoba….

[CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #1)

Referensi :
Platform : AutoCAD MAP atau civil 3D min versi 2008 dan Excel 2003
Lokasi File :

Awalnya saya melihat drafter sedang menambahkan text di AutoCAD dengan acuan data yang telah tersusun di Excel. Update text harus sesuai dengan informasi dalam tabel excel dengan acuan Kode Pipe Support (PS) yang telah ditulis di Excel maupun di AutoCAD. List data di excel ada sekitar 500 ribuan kode PS yang harus dituliskan di AutoCAD. Tentunya hal ini akan sangat lama kalo dilakukan secara manual.

Berikut gambaran pekerjaan yang diambil dari sebagian data dan penyederhanaan tabel di excel.

image

Gambar kiri atas adalah gambar autocad yang diupdate sesuai dengan list table di excel yang ada di gambar kanan bawah. Informasi Type PS (TYPE), Diameter (DIA) dan Status (STATUS) akan ditambahkan di sebelah kanan tulisan Kode PS.

Proses update ini bisa dilakukan secara otomatis dengan menggunakan fasilitas annotation. Tulisan tentang manfaat lain dari annotation bisa di lihat https://cadex.wordpress.com/2009/11/26/cad-map-09-mencoba-annotation-scale-di-autocad/

Berikut langkah-langkahnya:

1. Membuat Named Range di Excel sebagai tabel database

image

Blok atau pilih range di excel mulai dari A1:D8

Masih dalam range terpilih, tulis nama tabelnya di daerah yang ditandai kotak merah. Pada contoh di samping nama tabelnya adalah dbPS

Save, kemudian tutup file excelnya.

 

 

2. Buka file autocad yang akan di update. INGAT!! program AutoCAD nya sebaiknya adalah Civil 3D atau AutoCAD Map. Saya belum pernah mencoba dengan AutoCAD biasa.

3. Jika Worspace Map (Task Pane Map) belum aktif, aktifkan workspace Map dengan mengetik di command: mapwspace

4. Pada ‘Task Pane’ AutoCAD Map, pilih Tab ‘Map Explorer’

image

5. Setting data source connection ke file excel.

Buka Windows Explorer, kemudian drag file excel ke ‘Task Pane’ AutoCAD Map.

image

 

6. Membuat ‘Link Template’

Click kanan tabel dbPS di group ‘Data Sources’ pada ‘Task Pane’ AutoCAD MAP, kemudian pilih ‘Define Link template’

Pada kotak dialog ‘Define Link Template’ check / pilih kolom ‘Key’ pada baris PS_ID

image

Kemudian click OK. Check folder (group) ‘Link Templates’, akan ditambahkan ‘Link Template’ baru bernama dbPS.

7. Membuat Link PS_ID di ‘Link Template’ ke Text PS_ID di autoCAD.

Click kanan link template dbPS di bawah group ‘Link Templates’, kemudian pilih ‘Generate Links…’

image

Lakukan setting seperti gambar di atas, kemudian click OK

Kemudian pilih Object TEXT yang akan di Link ke database.

Jika proses link selesai akan muncul pesan :

Command: _ADEGENLINK

Text objects to generate from: [Select/All]<All>: s
7 found

7 object(s) to process.
Checking unresolved links 7…done.
Processing 7…done. 7 links created.
Command:

8. Check Hasil Links yang sudah dibuat.

Double click template dbPS di bawah group ‘Link Templates’, kemudian pilih ‘Generate Links…’

Pada table ‘Data View’ di menu ‘Highlight’ pilih ‘AutoHighlight’, ‘AutoZoom’, ‘AutoSelect’ dan ‘Zoom Scale’. Set zoom scale ke 10 atau terserah Anda. Makin besar nilainya, maka makin jelas tinggi zoom levelnya.

image

Jika baris di dataview dipilih, maka otomatis text di AutoCAD akan terpilih dan ter-zoom ke lokasi yang sesuai dengan PS_ID.

==bersambung==

[CAD-CIV-09]: Setting Section View pada Cross Section #3

Referensi : bagian #2
Platform : Civil 3D 2009
Lokasi File :

Gambar cross section pada tahap sebelumnya:

jadi2_

3. Table Style: berisi informasi cut and fill.

Pada tab setting di toolspace civil 3D, pilih ‘Section View’>>’Tables Styles’>>’Basic’

Copy table style ‘Basic’ menjadi ‘earthwork’

Edit table style ‘earthwork’

Pada tab ‘Data properties’ di group ‘Text settings’, edit tinggi teks (‘Height’) = 2

Pada tab ‘Display’, set OFF untuk ‘Component type’: ‘Header Area Fill’ dan ‘Data Area Fill’

Click OK untuk menutup kotak dialog yang aktif.

4. Shape Style: merubah style arsiran

Pada tab setting di toolspace civil 3D, pilih ‘General>>’Multi Purpose Styles’>>’Shape Styles’>>’Cut Material’

Click kanan ‘Cut Material’, pilih ‘Edit’

Pada tab ‘Display’ di bawah ‘Component hatch display’.

Ganti ‘Pattern’=ANSI31, ‘Scale’=0.05

5. Section Label at Grade Breaks:membuat garis vertikal mulai dari grade breaks berakhir ke bottom of section view.

Pada tab setting di toolspace civil 3D, pilih ‘Section>>’Label Styles’>>’Grade Break’

Click kanan ‘Grade Break’, pilih new

Nama untuk style baru misalnya = Vertical Line @ Grade Breaks

Pada ‘Label Style Composer’ masukkan setting sebagai berikut:

Tab Property Sub Property Value
General Label Visibility true
Layout
Component Name: line
General Use End Point Anchor true
End Point Anchor End Anchor Grade Breaks Extension
Line Start Point X Offset 0
Start Point Y Offset 0
End Point X Offset 0
End Point Y Offset 0

click OK

Buat Section Label Sets Label Sets

Pada tab setting di toolspace civil 3D, pilih ‘Section>>’Label Sets’

Click Kanan ‘Label Sets’, pilih New

Tab Value
Information Vertical Line @ Grade Breaks
Labels Type = Grade Breaks
Section Grade Break Label Style = Vertical Line @ Grade Breaks
click ‘Add’

Setting tabel untuk Kolom
Dim anchor opt = Graph View Bottom
Dim anchor value = 0
Weeding = 0

click OK

Pilih section view pada salah satu cross section, kemudian click kanan, pilih ‘Section view group properties’

Tab Column Table Value
Section Views Style Canal Section 1:200H  1:100V [No vertical line]
Change band set Label Offset Elevation @ Grade Breaks

Style = EG Elevation @ Grade Break
Surface 1 = Main Canal Surface
Surface 2 = Main Canal Surface

Style = FG Elevation @ Grade Break
Surface 1 = corrMainCanal MC
Surface 2 = corrMainCanal MC

Style = Offset @ Grade Break
Surface 1 = Main Canal Surface
Surface 2 = corrMainCanal MC

Change Volume Table Type = Total Volume
Table Style = earthwork
click Add

position of tables
X offset = 10

Section Change Label Name:MainCanalSurface = Vertical Line @ Grade Break

Name:CorrMainCanal MC = Vertical Line @ Grade Break

Style Name: EarthWork = Cut Material

click OK, sampai keluar dari kotak dialog ‘Section view group properties’

Gambar cross section menjadi:

image

====selesai====

[CAD-CIV-09]: Setting Section View pada Cross Section #2

Referensi : bagian #1
Platform : Civil 3D 2009
Lokasi File : di sini

Hasil dari tahapan sebelumnya:

jadi

Gambar di atas, elevasi dan offset diplot dengan interval tertentu.

Pada tahap ini akan dicoba mengubah tampilan dimana text atau label elevasi dan offset diletakkan di grade brake seperti gambar di bawah:

jadi2

tabel di sebelah cross section adalah informasi tentang area cut and fill dan volume cut dan fillnya.

Sesuai dengan nomor yang ada pada gambar di atas, secara garis besar, setting yang berubah adalah

1. Band Styles: lokasi text elevasi dan offset diletakkan di perpanjangan garis grade breaks.

2. Section View Style: garis vertical tidak ditampilkan dan informasi elevasi di sumbu elevasi adalah angka bulat.

3. Table Style: berisi informasi cut and fill.

4. Shape Style: merubah style arsiran

5. Section Label at Grade Breaks: membuat garis vertikal mulai dari grade breaks berakhir ke bottom of section view.

Kalo masih bingung antara section view style dan section style:

section view style: berupa grid horisontal dan vertical berisi informasi offset, elevasi dan title cross section section style: garis cross section.

Berikut tahapannya:

1. Modifikasi Band Style

Band style yang sudah ada dicopy kemudian dimodifikasi.

Pada tab ‘Setting’ pad ‘civil 3d toolspace’, pilih ‘Section View’>>’Band Styles’>>’Section Data’.

Click kanan band ‘EG Elevation’, kemudian pilih copy.

Pada kotak dialog ‘Section Data Band Styles’, lakukan setting sbb:

Tab Setting
Information Name=EG Elevation @ Grade Break
Display Component display set ON untuk:
–>Ticks at Grade Break
–>Label at Grade Break
Componen display set OFF untuk:
–>Ticks at Major Increment
–>Label at Major Increment
Band Details Label and ticks at:
–>Grade Breaks
click ‘Compose label..’

Pada kotak dialog ‘Label Style Composer’, click icon image  ‘Create text component’. Akan muncul component name baru dengan nama “Text.1”. Lakukan setting sebagai berikut:

Component Name Property Value
Text.1 Name Elevasi Existing
Anchor Point Band Middle
Contents ‘click icon … di sebelah kanan tulisan “Label Text”
–>pada properties, pilih ‘Section 1 Elevasi’
–>hapus tulisan “Label Text”
–>precision : 0.1
–>click tanda panah
–>click OK untuk menutup ‘Text Component Editor’
Text Height 2
Rotation Angle 90

click OK. Band style  “EG Elevation @ Grade Break” untuk elevasi existing sudah jadi. Band style untuk Finished Elevation dibuat dengan cara mengopy band “EG Elevation @ Grade Break” menjadi “FG Elevation @ Grade Break”

Pada kotak dialog ‘Section Data Band Styles’, lakukan setting sbb:

Tab Setting
Information Name=FG Elevation @ Grade Break
Display tidak berubah
Band Details Title Text:
–>click ‘Compose label..’
–>pada property contents, click icon … di sebelah kanan tulisan “EXISTING ELEVATION”
–> ganti tulisan menjadi “FINISHED ELEVATION”
–> click OK, untuk kembali ke kotak ‘Section Data Band Styles’

kemudian pilih

Label and ticks at:
–>Grade Breaks
click ‘Compose label..’

Pada band style “FG Elevation @ Grade Break”, lakukan setting pada ‘Label Style Composer’ sebagai berikut:

Component Name Property Value
Text.1 Name Elevasi Design
Anchor Point Band Middle
Contents ‘click icon … di sebelah kanan tulisan “Label Text”
–>pada properties, pilih ‘Section 2 Elevasi’
–>hapus tulisan “Label Text”
–>precision : 0.1
–>click tanda panah
–>click OK untuk menutup ‘Text Component Editor’
Text Height 2
Rotation Angle 90

Buat band baru untuk offset dengan nama “Offset @ Grade Break” dengan meng-copy salah satu band di atas. Lakukan perubahan nama band dan setting seperti diuraikan di atas. Yang berbeda adalah saat di ‘Label Style Composer’

Component Name Property Value
Text.1 Name Offset
Anchor Point Band Middle
Contents ‘click icon … di sebelah kanan tulisan “Label Text”
–>pada properties, pilih ‘Distance from Centerline
–>hapus tulisan yg ada
–>precision : 0.1
–>click tanda panah
–>click OK untuk menutup ‘Text Component Editor’
Text Height 2
Rotation Angle 90

Tiga band sudah jadi, tiga band ini kemudian akan digabung menjadi satu set dengan nama “Label Offset Elevation @ Grade Breaks”

Pada tab ‘Setting’ pad ‘civil 3d toolspace’, pilih ‘Section View’>>’Band Styles’>>’Band Sets’.

Click kanan ‘Band Sets’, pilih ‘New’

Pada tab ‘Information’ masukkan “Label Offset Elevation @ Grade Breaks” (tanpa tanda petik) di isian ‘Name’.

Di tab ‘Bands’, lakukan setting sebagai berikut:

Band type Select band style
Section Data EG Elevation @ Grade Break click ‘Add’
FG Elevation @ Grade Break click ‘Add’
Offset @ Grade Break click ‘Add’

Pada group ‘List of bands’ pilih ‘Location’=’Bottom of section view’

Lakukan set table di List of bands:

Style Gap Weeding
EG Elevation @ Grade Break 1 0
FG Elevation @ Grade Break 1 0
Offset @ Grade Break 1 0

2. Section View Style

Copy section view style “Canal Section 1:200H  1:100V” menjadi “Canal Section 1:200H  1:100V [No vertical line]”, kemudian edit style baru sebagai berikut.

Pada kotak dialog ‘Section View Style’ di tab ‘Display’ set OFF untuk ‘Componen Type’ : ‘Grid Vertical Major’ dan ‘Grid Vertical Minor’.

Rubah tampilan cross section setting band dan section view di atas:

Pilih section view pada salah satu cross section, kemudian click kanan, pilih ‘Section view group properties’

Tab Column Table Value
Section Views Style Canal Section 1:200H  1:100V [No vertical line]
Change band set Label Offset Elevation @ Grade Breaks
Style:EG Elevation @ Grade Break
Surface 1:Main Canal Surface
Surface 2:Main Canal Surface

Style:FG Elevation @ Grade Break
Surface 1:corrMainCanal MC
Surface 2:corrMainCanal MC

Style:Offset @ Grade Break
Surface 1:Main Canal Surface
Surface 2:corrMainCanal MC

click OK, sampai keluar dari kotak dialog ‘Section view group properties’

Sampai tahap ini, tampilan cross section akan seperti ini:

image

===bersambung ke bagian #3===

[CAD-CIV-09]: Setting Section View pada Cross Section #1

Referensi : CAD-CIV-08
Platform : Civil 3D 2009
Lokasi File : di sini

Dari hasil post sebelumnya, hasil gambar cross section adalah :

image

1. Membuat Section View Style Baru

Click salah satu cross section, misalnya cross section di atas, kemudian click kanan dan pilih ‘Edit Section View Style’ kemudian pilih Tab ‘Graph’.

Perhatikan angka dalam ‘Curent horizontal scale’ dan ‘Vertical exaggeration’. Jika angka dalam ‘Current horizontal scale’=1000 dan ‘Vertical exaggeration’ =1, maka scala cross section yang dipilih adalah 1:1000 untuk scala horisontal (H) dan 1:1000 (V) untuk scala vertical.

Jika diinginkan cross section ditampilkan dalam scala 1:200 H dan 1:100 V, maka setting untuk ‘Current horizontal scale’ = 200 dan ‘Vertical exaggeration’=horizontal/vertical=200/100=2.

Click ‘cancel’ untuk menutup kotak dialog yang aktif.

Pada ‘Civil 3D Toolspace’, pilih tab ‘Setting’. Jika toolspace tidak tampil di layar, dari menu ‘General’, pilih ‘Toolspace’

Click tanda ‘+’ di sebelah kiri ‘Section View’ atau double click, kemudian double click ‘Section View Styles’ akan terlihat section view styles yang ada di drawings.

Kita akan membuat ‘Section View Style’ baru dengan nama “Canal Section 1:200H  1:100V”.

Click kanan ‘Section View Styles’, kemudian pilih ‘New’. Akan ditampilkan kotak dialog ‘Section View Style’

image

Lakukan setting seperti tabel berikut:

Tab Setting
Information Name = Canal Section 1:200H  1:100V
Graph Custom scale = 200, Vertical Exaggeration = 2
Grid Grid padding major = isikan semua dengan angka 0
Horizontal Axis Select axis to control = Bottom
Major tick detail: Interval = 2 , Minor tick detail: Interval = 1
Vertical Axis Select axis to control = Left
Major tick detail: Interval = 1 , Minor tick detail: Interval = 0.5
Select axis to control = Right
Major tick detail: Interval = 1 , Minor tick detail: Interval = 0.5
Display Component Display = Bottom axis annotation major, Visible= Off

Kemudian clik OK

2. Mengganti Section View

Click kanan section, kemudian pilih ‘Section view group properties’.

Pada tab ‘Section Views’, di kolom ‘Style’, click nama ‘Section Style’ yang aktif (Road Section), kemudian diganti menjadi ‘Canal Section 1:200H  1:100V’

Click ‘Apply’ kemudian OK.

Tampilan cross section menjadi:

image

click icon annotation scale image  , kemudian pilih scale 1:200.

Tampilan cross section menjadi

image

Tampilan lebih rapi, tetapi kurang informatif.

3. Menambah informasi band ke sectiob view

Click kanan section di atas, pilih ‘Section view group properties’

Pada tab ‘Section Views’, di kolom ‘Change band set’, click symbol ‘…’

Pilih ‘View band set’ = “Major Station Offset and Elevations”, kemudian clik OK.

Lakukan setting berikut di kotak dialog ‘Section View Bands’:

Band type Style Surface1 Surface2 Weeding
Section Data EG Elevations MainCanalSurface MainCanalSurface 0
Section Data FG Elevation corrMainCanal MC corrMainCanal MC 0
Section Data Offset MainCanalSurface MainCanalSurface 0

click ‘OK’ sampai kotak dialog ‘Section view group properties’ tertutup.

tampilan cross section menjadi:

image

4. Merubah Band Style.

Terlihat label untuk offset masih susah dibaca. Dengan memutar label offset 90 derajat, maka label akan lebih mudah terbaca. Tahapan untuk memutar text tersebut adalah:

Pada ‘Civil 3D toolspace’ pilih ‘Setting’, kemudian double click ‘Section View’

Double click ‘Band Styles’ kemudian double click ‘Section Data’.

Di bawah ‘Section Data’, click kanan ‘Offset’, lalu ‘Edit’

Pada kotak dialog ‘Section Data Band Style’, pada group ‘Label and ticks’, click ‘Compose label’. Akan tampil kotak dialog ‘Label Style Composer’ sebagai berikut:

image

Lakukan setting sebagai berikut:

Component Name Property Setting Value
Dustance from Centerline Text Rotation Angle 90

click ‘OK’.

Jika gambar belum berubah, pada command prompt ketik regen.

image

==bersambung ke bagian #2==

[CAD-CIV-08]:Mengolah Gambar Cross Section di Civil 3D #6

Referensi : Bagian #5
Platform : Civil 3D
Lokasi :

Masih di corridor properties untuk corridor corrMain Canal, click tab ‘Surfaces’.

click icon image create corridor surface kemudian ganti nama surface misalnya menjadi ‘MC’.

Pilih nama surface ‘MC’, kemudian pada group ‘Add Data’ pilih ‘Data Type’= ‘Link’ dan ‘Specify Code’ = ‘Datum’ kemudian click icon image . Tambahkan juga ‘Data Type’=’Link’ untuk ‘Specify Code’=’Daylight_Cut’. Tampilan corridor properties untuk surface adalah :

image

click Apply, kemudian OK.

Pada ‘Prospector’ surfaces di toolspace civil 3d, akan muncul surface baru bernama MC, yaitu surface yang dibuat dari corridor ‘corrMainCanal’.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Sampling Cross Section

setelah coridor dibuat sepanjang alignment, maka dapat dibuat potongan melintang (cross section) atau sampling cross section.

Pada contoh gambar cross section hasil dari pengukuran, cross section terletak di station 9+233, 9+333, 9+533 dan 9+633. Sampling di civil 3D juga akan dilakukan di station-station tersebut, walaupun sebetulnya kita juga bisa melakukan sampling di antara station tersebut atau dengan interval tertentu yang merupakan hasil interpolasi data lapangan atau interpolasi antar cross section.

Dari menu ‘Sections’ di civil 3D, pilih ‘Create Sample Line’

Akan muncul kotak dialog ‘Create Sample Line Group’. Masukkan Name= ‘Cross Section Main Canal’ kemudian click OK

Command:

Select an alignment <or press enter key to select from list>: <pilih alignment, atau tekan enter kemudian pilih ‘MainCanal’>
Specify station along alignment: 9233 <masukkan station>
Enter the left swath width<50.000m>: <masukkan lebar cross section sisi kiri centerline>
Enter the right swath width<50.000m>: <masukkan lebar cross section sisi kanan centerline

ulangi untuk station 9333, 9533 dan 9633

8. Menampilkan Cross Section

Dari menu ‘Sections’ di civil 3D, pilih ‘Create Multiple Section View’

Jika muncul kotak dialog seperti di bawah,

image

click ‘Create Section Views’

kemudian pilih lokasi dimana cross section akan digambar.

Hasil gambar cross section:

image

zoom in:

image

9. Menghitung Cut and Fill.

Dari menu ‘Sections’ di civil 3D, pilih ‘Compute Material’

Pilih Alignement ‘MainCanal’ dan Sample Line Group ‘Cross Section Main Canal’

image

click tombol OK.

Setelah dilakukan ‘compute material, gambar cross ection, otomatis akan terarsir bagian cut-fill-nya

image

Dari menu ‘Sections’ di civil 3D, pilih ‘Generate Volume Report’

image

click OK untuk melihat hasilnya di InternetExplorer

Hasil perhitungan di Internet Explorer

image

==selamat mencoba===
Untuk melakukan setting view cross section, silahkan click di sini #5

[CAD-CIV-08]: Mengolah Gambar Cross Section di Civil 3D #5

Referensi : Bagian #4
Platform : Civil 3D
Lokasi File :

6. Membuat Corridor

Assembly atau design yang telah dibuat pada Bagian #4 akan di aplikasikan di alignment ‘MainCanal’. Dalam civil 3D, proses penggabungan antara cross section design ke existing ground akan membuat object baru yang dinamakan dengan corridor.

Tahapan pembuatan corridor adalah:

Dari menu ‘Corridors’, pilih ‘Create Simple Corridor…’. Pada isian ‘Name’ masukkan nama corridor yang akan dibuat, misal, ‘corrMainCanal’, kemudian click OK.

akan muncul prompt sebagai berikut:

Select a baseline alignment <or press enter key to select from list>: <enter> <kemudian pilih alignment ‘MainCanal’>

Select a profile <or press enter key to select from list>: <enter> <kemudian pilih  profile ‘DesignInvertLevel’>

Select an assembly <or press enter key to select from list>:<enter><kemudian pilih assembly ‘DesignCanal’>

image

pada kolom Object Name di kotak dialog ‘Target Mapping’, click di tulisan <Click here to set all>

kemudian pilih ‘MainCanalSurface’ sebagai target surface.

click OK untuk memproses corridor.

cek di toolspace civil 3D, pada tab ‘Prospector’ di bawah foder / icon ‘Corridors’ sudah corridor baru yaitu ‘corrMainCanal.

Untuk melihat cross section di corridor, pada menu ‘Corridors’, pilih ‘View/Edit Corridor’

Hasil object corridor sebelum di arsir slope adalah:

Corridor sebelum diarsir (A) Corridor setelah di arsir (B)
image image

Untuk mengarsir seperti pada gambar B.

Pada tab ‘prospector’ di toolspace civil3D, , double click folder ‘Corridors’ kemudian click kanan ‘corrMainCanal’ lalu pilih ‘Properties’

image

Pada kotak dialog ‘Corridor Properties’, pilih Tab ‘Slope Patterns’ kemudian click tombol ‘Add Slope pattern’

pada prompt:

Select first corridor feature line: <pilih garis lebar canal sebelah kiri>

Select second corridor feature line: <pilih garis terluar corridor atau garis perpotongan slope dengan existing ground sebelah kiri>

Kemudian click ‘Apply’

ulangi untuk sisi kanan.

bersambung ke Bagian #6