[CAD-MAP-003]: Menghubungkan Excel Database ke Topology di Autocad Map Beserta dengan Query dan Anlisanya

 

Referensi : [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap
Platform : Excel dan Autocad Map
Download :

 

Pada tulisan [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap telah diuraikan bagaimana cara menghitung luas bidang tanah dengan menggunakan fungsi polygon topology.

Sedangkan pada tulisan kali ini adalah proses lebih lanjut dengan menghubungkan polygon topologi tersebut dengan data attribute yang tersimpan dalam file spreadsheet excel. Saya menyarankan jika database dalam jumlah yang besar, data attribute sebaiknya disimpan dalam program yang memang dedicated untuk database seperti microsoft access, sql server, mysql atau program database lainnya.

Gambaran hubungan polygon topology dengan database adalah:

image

 

Kolom [txt_nib] pada speadsheet excel adalah modifikasi angka pada kolom [nib] menjadi format nib lima angka sehingga format nib di autocadmap akan sama dengan format nib di excel. Formula excel untuk merubah angka nib menjadi format huruf, gunakan formula atau fungsi excel = TEXT([nib],”00000″), jika angka [nib] di cell [B2], maka rumusnya menjadi =TEXT(B2,”00000″).

Jika Anda menggunakan Autocad 32 bit dan Excel 32 bit, pada tulisan [CAD-MAP-10]: Update Text dari Excel ke Autocad Map (Bagian #1) telah diuraikan bagaimana cara menghubungkan object text di autocadmap ke database excel. Langkah-langkah yang sama ternyata tidak bisa digunakan untuk windows system OS 64bit dengan excel 64 bit juga.

Saat saya menulis tutorial ini, saya sedang menggunakan Windows 10 Pro 64bit , Microsoft Excel 365 64 bit dan Autodesk Civil 3D 2016 juga 64 bit. Apabila Anda menggunakan versi windows, excel dan autocadmap yang lain bisa juga mengikuti tutorial ini dengan melakukan sedikit penyesuain.

Secara garis besar, tutorial terdiri dari:

1. Setting ODBC datasources.

2. Drawing Clean-up.

3. Membuat Polygon Topology.

4. Link Topology Polygon ke Excel.

5. Menulis Informasi dari Excel ke Autocad.

6. Export Data Attribute hasil linked database ke text file.

Berikut bahasan dari masing-masing langkah di atas:

1. Setting ODBC datasources.

Hasil googling,  agar Autocad dapat membaca file database excel ber-extensi *.xlsx atau file database access *.acdb pada sistem 64 bit, maka perlu update database engine dengan terlebih dahulu download AccessDatabaseEngine_X64.exe kemudian diinstall untuk update database engine. Update database ini tidak diperlukan apabila menggunakan sistem 32bit.

Berikut cara setting ODBC Datasources:

Ketik ODBC pada [Search Windows], kemudian pilih [Set up ODBC Datasources (64-bit)]. Jika menggunakan OS 32-bit, pilih [Set up ODBC Datasources (32-bit)].

Pada kotak dialog [Microsoft ODBC Administrator], di page/halaman [User DSN], click tombol [Add]

Pada kotak dialog [Create New Data Source], pilih [Microsoft Excel Driver] kemudian click tombol [Finish]

Pada kotak dialog [ODBC Microsoft Excel Setup], lakukan setting misalnya seperti di bawah:

image

Click tombol [Select Workbook] untuk memilih file excel yang berisi data atribute bidang, kemudian click [Options] dan uncheck [Read Only]

click [OK] untuk menyimpan setting.

Catatan: setting ini dilakukan sekali saja jika database selalu terhubung ke file yang sama.

2. Drawing Clean-up.

Proses drawing clean-up digunakan untuk membersihkan object autocad sebelum dilakukan proses build topology. Detail bagaimana cara clean-up silakan dibaca di [CAD-MAP-001]: Menghitung Luas Bidang Tanah dengan Autocadmap. Pada tutorial ini hanya dibahas sekilas saja:

“Set layer on” / hidupkan layer hanya untuk garis batas polygon /bidang (layer: 020100) dan text nib (layer: 080201), kemudian bedakan warna layernya antara text nib dan batas polygon untuk mempermudah identifikasi.

Pada menu “Tool” di autocadmap, pilih [Drawing Clean Up]. Atau pada ketik di command: mapclean

Pada tahapan [Select Objects], pilih [Select All], kemudian click icon [Layer] untuk membatasi proses clean-up hanya untuk Layers: 020100, kemudian clicn [Next]

Pada tahapan [Clean Up Actions], set urutan action :

Break Crossing Object Memutus garis yang saling bersilangan dengan menambahkan “titik” pada persimpangan garis
Delete Duplicates Menghapus garis ganda hasil dari breaking crossing object
Erase Dangling Objects Menghapus sisa garis yang tidak diperlukan biasanya garis sisa breaking yang ukuran panjangnya kecil
Dissolve Pseudo Nodes Menghubungkan atau mirip perintah join pada pedit (polyline edit)

 

image

 

Click tombol [Next], untuk masuk ke tahap [Cleanup Methods]

Pada tahap [Cleanup Methos], pilih [Modify Original Object] kemudian check pilihan [Line to Polyline], [Arc to Polyline] dan [3D Polyline to Polyline]

Kemdian click tombol [Save] untuk menyimpan parameter drawing cleanup, sehingga untuk proses cleanup selanjutnya tinggal memanggil [Load] parameter tanpa harus setting lagi dari awal.

Click [Finish] untuk memulai proses drawing cleanup.

3. Membuat Polygon Topology

Jika workspace tool autocadmap belum aktif, aktfikan dengan mengetik di command: mapwspace

Pada task pane map, pilih toolspace [Map Exlporer], lalu click kanan [Topologies] kemudian pilih [Create]

Pada tahap [Topology Type], pilih topology type: [Polygon], kemudian beri nama misal topology name: blok01

click [Next] untuk masuk tahap berikutnya.

Pada tahap [Select Links], pilih [Select All], kemudain filter Layers hanya untuk batas polygon yaitu layer=02010

image

Lewati tahapan [Select Nodes] dan [Create New Nodes]

Click tahapan [Select Centroids], untuk menentukan bahwa pusat polygon atau id polygon adalah text nib.

Pada tahapan [Select Centroid], pilih [Select All], kemudain filter Layers hanya untuk text nib yaitu layer=080201

image

click [Finish] untuk memulai pembuatan topology.

Apabila proses pembuatan topology tidak berhasil atau keluar pesan kesalahan, lakukan editing geometry.

Jika berhasil, maka akan muncul nama topologynya di taskpane [Map Explorer] pada folder [Topologies]

image

untuk mengetahui informasi luas hasil topology, ketik di command: adeditdata

kemudian pilih text nib, sehingga dimunculkan informasi sebagai berikut:

image

Informasi luas (Area) hasil topology akan di hubungkan dengan informasi dalam tabel di excel.

4. Link Topology Polygon ke Excel.

Proses link ini dilakukan setelah setting ODBC datasources telah berhasil.

Lakukan checking tabel di excel yang akan di linked-kan khususnya range defined name pada spredsheet.

Buka file excel yang telah didefinisikan di datasource (Langkah-1) yaitu file: [pbt_attr.xlsx]

Pilih sheet atau tabel yang akan ditampilkan di autocad:

image

Block semua tabel termasuk dengan nama headernya, pada contoh data di atas dipilih/block range A1:F85, kemudian nama range tersebut di lokasi yang dilingkari merah sebagai “nik”. Nama ini akan muncul sebagai table di autocad map.

[Save] dan [Exit] dari file excel untuk kemudian dilakukan setting link template di autocadmap. Proses link tidak bisa dilakukan jika file data source masih terbuka.

Pada program autocad map, di task pane [Map Explorer], click kanan [Data Sources], kemudian pilih [Configure]

Isikan nama koneksi di Data Source Name, misal:odbc_xlsx_pbt, kemudian click [OK]

Pada page / halaman [Provider], pilih [Microsoft OLE DB Provider for ODBC Driver], kemudian click [Next]

Pada halaman [Connection], pilih [Use data source name] sesuai dengan definisi ODBC sebelumnya di langkah 1 yaitu: xlsx-pbt kemudian click [Test Connection].

jika connection berhasil, pilih halaman [Advanced]

Pada halaman [Advanced], set permission ke [ReadWrite], kemudian click OK.

Catatan: setting ini dilakukan sekali saja jika database selalu terhubung ke file yang sama.

Pada program autocad map, di task pane [Map Explorer], click kanan [Data Sources], kemudian pilih [Attach]

Pilih file udl yang telah disetting sebelumnya yaitu: odbc_xlsx_pbt

Pada task pane [Data Sources], sudah muncul tabel [nik] yang diambil dari excel. Double click table [nik] untuk melihat tabelnya.

image

Tabel diatas kemudian akan di linked kan dengan text nib di autocad dengan tool [Link Templates]

Pada taskpane [Map Explorer], click kanan [Link Templates], kemudian click [Define Link Template].

Masukkan nama link misal: lnk_nib, kemudian pilih kolom txt_nib sebagai Column Key.

image

Click kanan link template [lnk_nib] dalam folder [Link Templates], kemudian pilih [Generate Link]

Lakukan setting di [Generate Links] dengan linkage type: Text, Data Links: Create Database Links dengan Link Template: lnk_nib kemudian database validation: link must exist :

image

click [OK] kemudian pilih Select All untuk memulai proses link data attribute.

Cek hasil linked dengan memilih salah satu text nib di gambar, kemudian click kanan dan pilih [Properties]

contoh hasil property akan ada tambahan informasi hasil topology dan linked database:

image

Cara mengecek juga bisa dilakukan di data view table:

Pada folder [Link Templates], double click link template lnk_nib

Pada [Data View] pilih menu [Records] kemudian [Spatial Filter]

Pilih text nib di gambar, kemudian [Enter], maka Data View akan menampilkan table dengan record nib yang terpilih / record terfilter.

Jika selesai memilih, kembalikan ke mode non-filter dengan memilih menu [Records], kemudian pilih [Clear Filter]

5. Menulis Informasi dari Excel ke Autocad.

Object text telah ter-linked atau terkoneksi, pada tahap berikutnya kita coba tampilkan informasi dari database excel ke object text di autocad.

Informasi yang aka di tampilkan akan dibaut di layer terpisah karena sifatnya hanya informasi:

Informasi Sumber Data Layer
NIB Linked Database txt_nib
Nama Linked Database txt_nama
Luas Topology txt_luas

Buat layer-layer tersebut di autocad jika belum ada.

Pada task pane [Map Explorer], pilih folder [Topologies] kemudian click kanan topologi : [blok01] >> [Analysis] >> [Topology Query]

Pada kota dialog [Topology Query], click [Define Query]

Click tombol [Location], kemudian pilih [All]

Pada Query Mode, pilih [Draw]

Click tombol [Alter Properties]

Pada kotak dialog [Set Property Alterations], Click tombol [Text], kemudian pada kotak dialog [Define Text], click tombol [Expression]

image

Pilih, kolom TXT_NIB untuk mengambil text NIB dari linked template lnk_nib, kemudian click [OK] lalu set layer ke txt_nib di kotak dialog [Define Text]

Ulangi set [Text Value Expression] dengan memilih kolom PEMILIK daari linked template lnk_nib, kemudian click [OK] lalu set layer ke txt_nama di kotak dialog [Define Text]

Untuk informasi luas, pada [Text Value Expression] lakukan pilihan kolom Area dalam folder polygon cetroid di bawah grup topology poligon blok01

image

click [OK] kemudian lakukan setting layer ke txt_luas

agar informasi luas ditampilkan dalam bentuk angka bulan, rubah text expression menjadi : (STRCAT  (RTOS :AREA@TPMCNTR_blok01 2 0) “M2”). Tampilan Set Property Alterations menjadi:

image

click [OK] kemudian click [Execute]

Tampilan gambar setelah query dan mematikan layer 080201:

image

Jika ingin menampilkan informasi koordinat di NIB, misal di layer txt_xy, tambahkan setting di text value expression dengan memilih kolom X1.Y1,Z1 di dalam folder [Properties]

image

Jika informasi koordinat ini tidak perlu dicetak atau ditampilkan, maka tinggal mematikan layer txt_xy

image

6. Export Data Attribute hasil linked database ke text file

Hasil linked gambar autocad dan database sudah bisa dilakukan. Selanjutnya adalah proses membuat report menjadi text file sehingga bisa dibuka di program excel atau program database.

Kolom atau informasi yang akan diexport adalah: Text nib, nama, luas, koordinat X dan koordinat Y.

Pada task pane [Map Explorer], pilih folder [Topologies] kemudian click kanan topologi : [blok01] >> [Analysis] >> [Topology Query]

Pada kota dialog [Topology Query], click [Define Query]

Click tombol [Location], kemudian pilih [All]

Pada Query Mode, pilih [Report], kemudian click [Options]

Click [Expression] kemudian lakukan setting expression:

image

Tentukan lokasi file output kemudian Click [OK] lalu jalankan [Execute Query].

Hasil file [Peta Bidang.txt]:

image

Langkah-langkah yang diuraikan di atas menggunakan tool yang ada di autocadmap atau fasilitas Map jika di civil 3d.

Jika ada waktu dan kesempatan, saya akan mencoba membuat vba / macro di excel sehingga fungsi seperti di atas bisa berjalan di autocad biasa tanpa ada tool mapnya.

==thanks for reading my blogs.

Advertisements

[XLS-MAP-11]: Plotting Poligon dalam Koordinat TM3 ke Google Earth dengan Microsoft Excel

Referensi : [XLS-MAP-10]: Plotting Koordinat UTM Ke Google Earth Dengan Microsoft Excel
Lokasi File :  
Platform : Microsoft Excel dan Google Earth
     

Pada posting sebelumnya telah diuraikan bagaimana cara memplot titik koordinat UTM ke Google Earth dengan menggunakan microsoft excel. Kali ini akan diuraikan bagaimana cara memplot jika koordinat tersebut dalam sistem proyeksi TM 3. Keterangan tentang sistem proyeksi TM3, silakan click link [CAD-MAP-05]: Proyeksi Koordinat Ke TM3 Di AutoCAD MAP atau [XLS-MAP-08]:14 Langkah Membuat Rumus Nomer Lembar TM3 Di Excel.

Misalkan list urutan poligon yang akan diplot adalah:

image

Berdasarkan pendekatan di google earth atau berdasarkan peta, lokasi koordinat geografis (koordinat lintang, bujur) tersebut terletak sekitar di 110derajat Bujur Timur dan 6derajat Lintang Selatan.

Silakan download file terlebih dahulu untuk mengikuti tahapan di bawah. Jika file suah terdownload dan file sudah dibuka:

  • Pada sheet [list] masukkan koordinat di atas. Delete baris di bawahnya jika sebelumnya ada list koordinatnya
  • Pindah ke sheet [Parameter], kemudian masukkan parameter untuk proyeksi TM3 sebagai berikut:

image

  • Pilih [Ellipsoid Reference]: WGS 84 dan [Map Projection] : TM3
  • Isikan [Longitude] atau bujur pendekatan 110
  • Isikan [Latitude] atau lintang pendekatan –6. Jika lintang pendekatan ada di lintang utara, maka masukkan tanpa tanda negatif.
  • pindah ke sheet [Grid2Geo] untuk melihat hasil perhitungan koordinat TM3 ke Geografis (Lintang,Bujur).
  • pindah ke sheet [point(xml)], kemudian hapus baris yang bertanda error #REF!
  • pindah ke sheet [polygon(xml)],kemudian hapus baris yang bertanda error #REF!
  • Apabila list koordindat lebih dari 4 titik, maka dapat dilakukan insert rows sesuai dengan jumlah titik. Sedangkan rumus pembentukan xml dapat dicopy dari rumus baris di atasnya
  • khusus untuk poligon, masukkan lagi koordinat terakhir=koordinat pertama
  • Pada sheet [point(xml)], `copy` range [G3:G10], kemudian `paste` ke notepad lalu simpan sebagai file kml. Misal nama filenya titik.kml
  • Pada sheet [polygon(xml)], `copy` range [E3:E17], kemudian `paste` ke notepad lalu simpan sebagai kml. Misal nama filenya : poligon.kml
  • Jalankan Google Earth
  • Pada menu [File], pilih [Open]
  • Pilih file [titik.kml] untuk menampilkan lokasi titik TM3.
  • Kemudian [Open] lagi file [poligon.kml] untuk menampilkan garis poligonnya
  • Setting properties polygon sesuai selera. Untuk contoh ini saya setting properties poligon di Google Earth:

image

 

  • Pilih tab [Measurement], maka didapat hitungan luas dan panjang kelilingnya

image

  • Hasil di google earth:

image

 

+selamat mencoba

[GEN-SVY-02]: Matriks Rotasi 3 Dimensi

Referensi : Rotation Matrix
Platform :
Lokasi File : download penurunan rumus matriks rotasi

 

Matriks rotasi di bidang pemetaan banyak dipakai untuk transformasi koordinat, khususnya transformasi koordinat 3D. Sedangkan untuk aplikasi di luar pemetaan banyak dipakai untuk visualisasi 3D dan pemograman 3D.

Posting kali ini menguraikan pembuktian / menurunkan persamaan matriks rotasi dalam sistem koordinat 3 (tiga) dimensi:

image Koordinat P (Xp, Yp, Zp) akan dirotasi dengan urutan rotasi berturut-turut dengan sumbu putar di sumbu-X, sumbu-Y dan sumbu-Z

Matrik rotasi menggunakan aturan sistem aturan tangan kanan. Dalam sistem aturantangan kanan, sudut positif adalah searah dengan lipatan jari tangan apabila ibu jari tangan kanan diarahkan ke arah positif koordinat. Sudut rotasi dengan sumbu putar sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z didefinisikan berturut-turut sebagai ω, φ dan κ.

Proses penurunan matriks rotasi mengikuti urutan sebagai berikut:

  1. Rotasi terhadap sumbu-X (ω), kemudian
  2. Rotasi terhadap sumbu-Y (φ), kemudian
  3. Rotasu terhadap sumbu-Z (κ)

1. Rotasi terhadap sumbu-x (ω)

image image

2. Rotasi terhadap sumbu-y (φ)

image image

3. Rotasi terhadap sumbu-z (κ)

image image

image

Penerapan matriks rotasi ini akan dibahas pada posting berikutnya.

==semoga bermanfaat==

[CAD-MAP-05]: Proyeksi Koordinat ke TM3 di AutoCAD MAP

Referensi   PMNA No. 3 Tahun 1997
SNI 19-6724-2002 : Jaring Kontrol Horisontal
Platform    
Lokasi File    

Pada catatan [XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel dan [XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2) telah diuraikan cara perhitungan proyeksi UTM dan TM3 di excel. Kali ini diuraian transformasi koordinat menggunakan sistem proyeksi koordinat TM3 dengan bantuan software Autocad Map.

Pembahasan pada posting ini meliputi:

  1. Transformasi dari Lintang,Bujur (Koordinat Geografis) ke UTM
  2. Transformasi dari Lintang,Bujur (Koordinat Geografis) ke TM3
  3. Transformasi UTM->TM3

Sebelum dilakukan pembahasan lebih lanjut, berikut adalah ketentuan tentang Proyeksi UTM dan TM3 yang dipakai di indonesia:

UTM (Ref: SNI 19-6724-2002: Jaring Kontrol Horisontal) TM3 (Ref: PMNA No.3 Tahun 1997)
image
image
image

Dari tabel di atas bisa disimpulkan bahwa proyeksi TM3 menggunakan parameter ellipsoid yang sama yaitu WGS 84 yang membedakan adalah titik nol semu, lebar zone dan skala di meridian central.

Kententuan / parameter di atas digunakan untuk setting transformasi di Autocadmap. Kelebihan proses transformasi dengan Autocadmap adalah mampu melakukan transformasi koordinat selain obyek berupa titik, bisa juga untuk obyek berupa polyline, poligon ataupun text. Sebagai contoh, di tulisan ini terlebih dahulu diterangkan cara transformasi object berupa titik dari list koordinat "lintang bujur" di excel ke UTM & TM3 sedangkan object yang lain, silahkan dicoba sendiri setelah mempelajari tahapan-tahapan di bawah.

1. Proyeksi Lintang,Bujur (Koordinat Geografis) ke UTM

A. Proses edit data di Excel dan Notepad

1.1. Jika list koordinat adalah "lintang bujur" tanpa elevasi, maka perlu dilakukan konversi ke desimal degree.

Note: silahkan baca [XLS-SVY-02]: Catatan Rumus Excel untuk Juru Ukur (Bagian #1) untuk melihat rumus-rumus konversi sudut yang biasa dipakai di land surveying

List koordinat di excel:
image
Kolom [H] dan [I] adalah koordinat dalam satuan desimal degree. Rumus yang digunakan adalah
[H2]=SUMPRODUCT(B2:D2/{1,60,3600})
[I2]=SUMPRODUCT(E2:G2/{1,60,3600})
Apabila terletak di lintang selatan, maka rumus H2 dikalikan dengan -1.
Berdasarkan list koordinat lintang bujur, zone UTM dan TM3 terletak di 47N untuk UTM dan 47.2N untuk TM3 image

Silahkan baca [XLS-MAP-01]: Rumus Excel untuk Mencari Zone UTM dan TM3 untuk menentukan zone UTM dan TM3 dengan rumus Excel.

1.2. Merubah format tabel koordinat di excel
Tabel dirubah formatnya sehingga mempunyai urutan field /header : P,E,N,Z,D (PENZD comma delimeted). Arti dari P,E,N,Z dan D berturut-turut adalah Point Number, East, North, Elevasi dan Description. Jika list koordinat adalah "lintang bujur" tanpa elevasi, maka susunan datanya adalah P,bujur,lintang,0,D. Bujur dan lintang dinyatakan dalam desimal degree.
format tabel setelah dirubah:
image
Nilai P atau Point Number harus berupa angka bulat.
1.3. Simpan format PENZD ke comma delimeted.
Save as format table di atas (1.2) menjadi *.csv (comma delimeted). Misal nama filenya adalah : LL_PENZD.csv
Hapus baris pertama di file LL_PENZD.csv delimeted sehingga menjadi:
image

B. Proses di Autocadmap

Program autocad yang saya pakai adalah Civil 3D 2011. Pada program tersebut secara default sudah terinstall beberapa fungsi autocadmap. Apabila Anda mempunyai program Autocadmap yang lebih baru, tahapannya tidak akan berbeda.

1.4. Import file csv ke autocadmap
image.
– Jalankan program autocadmap, kemudian buat gambar baru dengan pilihan template metric.
– Dari menu [Insert], pada group [Import], pilih [Map Import]
– Pada [File of types:], pilih [ASCII Point File], kemudian pilih file LL_PENZD.csv
– Pada kotak dialog [Import ASCII Points], lakukan setting:
— [Select Formatting]: [PENZD (comma delimeted)
— [Block Name]: [Map_Survey_Point]
— click icon image
— [Category]: [Lat Longs]
— [Coordinate Systems in Category]: [LL84]
— click [OK]
– Pada kotak dialog [Import ASCII Points], click [OK]
List titik akan tergambar di autocad sebagai blok attribute dengan sistem koordinat bujur,lintang.
Simpan drawing hasil plotting titik csv dengan nama misalnya : LL84.dwg
kemudian tutup file LL84.dwg
1.5. Proyeksi Koordinat Lintang Bujur ke UTM.

**Langkah-langkah di bawah mensyaratkan file yang akan diproyeksikan atau ditransformasikan harus dalam kondisi tertutup**

1.5.1. Aktifkan workspace map – Buat gambar baru dengan satuan metric
– aktifkan workspace map, dengan mengetikkan di command:

Command: mapwspace
Task Pane [On/oFf] <On> :
Task Pane is visible.

1.5.2. Setting zone UTM
Dalam contoh kali ini diasumsikan bahwa koordinat lintang bujur terletak di zone 47N.

– Pada map workspace (task pane), pilih tab [Map Explorer]
– Click kanan [Current Drawing] kemudian pilih [Coordinate System…]
image
– click [Select Coordinate System]
– Pada kotak dialog [Select Global Coordinate System], lakukan setting sebagai berikut:
— [Category]: [Indonesia]
— [Coordinate Systems in Category]: [UTM Zone 47]
— click [OK] untuk menutup kotak dialog [Select Global Coordinate System]
– Click [OK] lagi untuk menutup [Select Coordinate System]
1.5.3. Proyeksi Koordinat melalui Query – Pada tab [Map Explorer], click kanan [Drawings], kemudian pilih [Attach]
– Pada pilihan [Look in], pilih [Drive Alias] tempat file LL84.dwg disimpan.
Cara membuat [Drive Alias], silahkan baca [CAD-MAP-12]: Menulis Text Jarak dan Azimut Menggunakan Query dan Annotation di AutocadMap

– masih di [Map Explorer], click kanan [Current Query], kemudian pilih [Define]
– Pada [Define Query of Attached Drawings], lakukan setting:
— [Query Type]: click [Location], [Boundary Type]>>[All]>>[OK]
— [Query Mode]: Draw
— click [Execute Query]
– Proses Proyeksi sedang berjalan. Jika sudah selesai, lakukan [Zoom Extend] untuk mengecek hasil proyeksi
– Contoh hasil proyeksi titik nomer 1 , S050113 :

Command: id
Specify point: _ins of  X = 742257.6539     Y = 171349.3279     Z = 0.0000

– [Detach] drawing: dari [Map Explorer], click kanan drawing [LL84.dwg]>>[Detach]

– click [Close]

– simpan file drawing misal dengan nama UTM-47N.dwg

1.5.4. Export List koordinat hasil proyeksi ke File – masih di [Map Explorer], click kanan [Current Query], kemudian pilih [Define]
– Pada [Define Query of Attached Drawings], lakukan setting:
Click [Clear Query]
[Query Type]: click [Location], [Boundary Type]>>[All]>>[OK]
[Query Mode]: pilih [Report], click [Option]
-Pada [Output Report Options] :
click [Expression]>>[Block Attribute]>>[Map_Survey_Point]>>[PTNUM], click [OK], kemudian [Add]
click [Expression]>>[Block Attribute]>>[Map_Survey_Point]>>[DESC], click [OK], kemudian [Add]
click [Expression]>>[Block Attribute]>>[Properties]>>[X1,Y1,Z1], click [OK], kemudian [Add]

image
Expression di atas akan menyimpan hasil query dalam bentuk text file dengan urutan kolom PTNUM,DESC,X,Y,Z dalam bentuk comma delimeted.

click [OK]
kemudian [Execute Query]

click [Browse] untuk menetukan folder dan nama file hasil query. misal nama filenya adalah UTM47N.txt

2. Proyeksi Lintang,Bujur (Koordinat Geografis) ke TM3

Langkah-langkah di bawah menganggap bahwa list koordinat lintang bujur telah diimport ke autocad. Dalam contoh di atas, file LL84.dwg dianggap sudah ada.

2.1. Membuat Global Coordinat Systems baru – Buat file gambar baru dengan satuan metric.
– pada menu [Map Setup], pada group [Coordinate System], click icon image (Define Global Coordinate System)
– atau ketik di menu command: ADEDEFCRDSYS
– Pada kotak dialog [Global Coordinate System Manager]:
— click [Category Manager]
— pada kotak dialog [Category Manager]:
— click [New]
— [Catergory Name]: Indonesia TM3
— click [OK], kemudian [Close]
— pilih [Category]: [Indonesia TM3]
— click [Define]
dari web http://www.dmap.co.uk/utmworld.htm, zone 47N dimulai dari bujur 96derajat sampai 102derajat (lebar 6 derajat). Sehingga bujur tengah (central meridian)nya adalah CM=99 derajat.
Sedangkan TM3 adalah sebenarnya adalah UTM dengan lebar 3 derajat, maka dalam zone tersebut ada dua zone TM3 disebelah kiri central meridian UTM disebut 47.1N dan sebelah kanan 47.2N. Central meridian untuk 47.1N=(CM-1.5)=97.5 sedangkan untuk 47.2N=(CM+1.5)=100.5 atau 100d30’0.000000"
– Pada kotak dialog [Define Global Coordinate System] pada tab [General], masukkan parameter
— [Code]: WGS84.TM3-47.2N
— [Unit]: [meter]
— [Description]: Datum WGS84 Proyeksi TM3 Zone 47.2N
— [Coordinate System Type]: Geodetic
— Click [Select]
— pilih [World Geodetic System 1984]

– Pada kotak dialog [Define Global Coordinate System] pada tab [Projection], masukkan parameter:
— [Projection]: [Traverse Mercator]
— [False Origin][North]: 1500000
— [False Origin][East]: 200000
— [Scale Reduction]: 0.9999
— [Central Meridian]: 100d30’0.000000"

– Category dan Coordinate System baru:
image
-click [Close]

2.2. Setting zone TM3 di drawing yang aktif – lakukan seperti di langkah 1.5.2
– pada pilihan [Select Coordinate System]:
— [Category]: [Indonesia TM3]
— [Coordinate Systems in Category]: [WGS84.TM3-47.2N]
2.3. Proyeksi koordindat melalui query – lakukan query seperti di langkah 1.5.3
– koordinat titik 1 , S050113 dalam proyeksi TM3:

Command: id
Specify point: _ins of  X = 275379.096     Y = 1671305.404     Z = 0.000

– simpan file misal nama file : TM3-47.2N.dwg

2.4. Export Koordinat hasil proyeksi – lakukan query type report seperti di langkah 1.5.4

– [Detach] drawing: dari [Map Explorer], click kanan drawing [LL84.dwg]>>[Detach]

– click [Close]
– simpan file hasil query misal nama filenya adalah TM3-47.2N.txt

3. Transformasi UTM->TM3

File drawing yang akan ditransformasi adalah UTM-47N.dwg. Agar file hasil transformasi tidak sama dengan file sebelumnya, file baru akan dinamakan TM3-47.2N-TR.dwg

3.1. Buat drawing baru — Buat file drawing baru dengan satuan metric
— simpan dengan nama TM3-47.2N-TR.dwg
3.2. Setting zone TM3 di drawing yang aktif – lakukan seperti di langkah 1.5.2
– pada pilihan [Select Coordinate System]:
— [Category]: [Indonesia TM3]
— [Coordinate Systems in Category]: [WGS84.TM3-47.2N]
3.3. Attach drawing UTM melalui [Map Explorer] dan Query — Cara attach dan query lihat langkah 1.5.3
— hasil dengan koordinat titik 1:

X = 275379.0964     Y = 1671305.4038     Z = 0.0000

bandingkan nilainya dengan hasil proyeksi dari koordinat lintang-bujur di langkah 2.3

Silahkan dicoba sendiri untuk feature polyline, poligon maupun Text. Untuk feature tersebut tidak bisa dibuat query report seperti di atas karena object atau feature tersebut mempunyai property yang berbeda.

==semoga bermanfaat dan selamat mencoba=

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.csv) ke ESRI Shape File (*.shp) dengan AutocadMap atau Civil3D

Reference :  
Platform : min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
Lokasi File : sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric. Contoh saya menggunakan template map2d.dwt image
2. Ketikkan Command: mapimport
2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description
image
3. Lakukan setting import point:
3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM
image
4. Contoh hasill import.
Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10
image
5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z image
6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

image
7. Setting export shp
7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter image
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama dengan nama block saat import atau di langkah #3

image
8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp
8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes…]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}
image
9. Tampilan setelah setting attributes
9.1. Click [OK]
image
10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp image

Silahkan dicoba..

[XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2)

Reference :
[XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel
Platform : Excel 2007
Lokasi File : Download Spreadsheet

Posting kali ini adalah lanjutan atau penyempurnaan [XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel. Pada posting terdahulu hanya melakukan perhitungan atau proyeksi dari koordinat geografis (Lintang, Bujur) ke koordinat Grid (North, East) sedangkan pada spreadsheet posting ini selain perhitungan konversi (lintang,bujur) ke (north, east) juga dilengkapi dengan perhitungan sebaliknya yaitu konversi (north, east) ke (lintang, bujur) yang masing-masing dilengkapi dengan perhitungan "grid convergence" dan "point scale". Hitungan yang dipakai pada spreadsheet ini menggunakan series hitungan Redfearn.

Setelah file didownload dan diextract akan ada dua file yaitu :

1.

TraverseMercator-RedFearns (GeoToGrid).xlsx

–> Hitungan koordinat Geografis ke Grid
2. TraverseMercator-RedFearns (GridToGeo).xlsx –> Hitungan koordinat Grid ke Geografis

1. Hitungan koordinat Geografis ke Grid

1.1. Terlebih dahulu lakukan setting parameter di sheet [parameter]

image

[C2] pilih ellipsoid yang diinginkan
[C6] Pilih jenis map projection-nya
[C14] Isikan pendekatan koordinat bujur untuk menghitung harga central meridiannya
[C15] isikan pendekatan koordinat lintang. Isikan dengan angka negatif, jika berada di lintang selatan

1.2. Pindah ke sheet [Geo2Grid]

image

[A8] Masukkan nama titik
[B8:D8] masukkan koordinat Lintang. Jika berada di lintang selatan, masukkan angka negatif di kolom B
[E8:G8] masukkan koordinat Bujut
[H8:M8] hasil hitungan koordinat east (x), north (y), grid convergence dan point scale
  copy cells [H8:M8] ke bawah untuk melakukan perhitungan titik yang lain

2. Hitungan koordinat Grid ke Geografis

2.1. Lakukan setting parameter di sheet [parameter]

2.2. Setelah dilakukan setting parameter, pindah ke sheet [Grid2Geo]

image

[A8] masukkan nama titik
[B8] nilai koordinat East atau X
[C8] nilai koordinat North atau Y
[D8:G8] hasil hitungan koordinat lintang , bujur , grid convergence dan point scale
  copy cell [D8:G8] untuk hitungan koordinat yang lain

Mohon masukannya jika ditemukan salah hitung.

=selamat mencoba=

[GEN-MAP-01]: Konversi Koordinat Geografis (Lintang,Bujur) ke Koordinat Grid (North,East) dengan Google Earth

Referensi :
[XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel
Platform : Google Earth
Lokasi File :  

Pada [XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel telah diuraikan cara menghitung atau mengkonversi koordinat geografis (lintang, bujur) ke koordinat Grid (East,North atau X,Y) dengan menggunakan spreadsheet excel. Dalam spreadsheet tersebut, ada pilihan setting parameter pilihan type proyeksi (UTM, TM3) dan pilihan datum atau ellipsod referensi (ID 74, WGS84). Jika hanya mengacu ke proyeksi UTM dengan datum WGS 84 kita bisa memanfaatkan aplikasi google earth untuk melakukan hitungan koordinat geografis ke koordinat grid atau sebaliknya.

A. Konversi Koordinat Geografis (Lintang, Bujur) ke Koordinat Grid (North, East)

Misal koordinat geografis (Lintang; Bujur) yang akan dihitung adalah 1° 32′ 56.84 S ; 101° 10′ 38.54" E. Kode di akhir koordinat lintang berarti titik tersebut berada di selatan garis katulistiwa, jika berada di sebelah utara kodenya adalah N. Di Indonesia notasi S biasanya diganti menjadi LS (Lintang Selatan) dan LU (Lintang Utara). Kode E di akhir koordinat bujur berarti titik tersebut berada di sebelah timur garis 0° meridian (bujur). Di indonesia notasi ini biasanya diganti dengan notasi BT (Bujur Timur).

Berikut adalah langkah-langkah proses Koordinat Geografis ke Koordinat Grid:

1. Jalankan program Google Earth. Jika belum ada, silahkan download program tersebut.

2. Pada program Google Earth, pilih menu [Tools] kemudian [Options]

dalam group [Show Lat/Long] pilih [Degrees, Minutes, Seconds]

image 

Click [Apply] kemudian [OK]

3. Pada menu [Add], pilih [Placemark]

Masukkan nilai Lintang dan Bujur yang dikehendaki, kemudian click [OK]

image

Lakukan "zoom in" jika ingin mengetahui lokasi titikny di google earth

4. Pada program Google Earth, pilih menu [Tools] kemudian [Options]

dalam group [Show Lat/Long] pilih [Universal Traverse Mercator] kemudian click [Apply] dan [OK]

image

5. Click kanan place mark, kemudian pilih [properties] untuk melihat hasil hitungan koordinat

image

B. Konversi Koordinat Koordinat Grid (North, East) ke Geografis (Lintang, Bujur)

Seperti terlihat di properties placemark hasil konversi Lintang,Bujur ke North,East terdapat informasi zone. Untuk melakukan konversi sebaliknya informasi zone ini juga harus dimasukkan.

Berikut adalah langkah-langkah konversi koordinat grid ke koordinat geografis

1. Pada program Google Earth, pilih menu [Tools] kemudian [Options]. Dalam group [Show Lat/Long] pilih [Universal Traverse Mercator] kemudian click [Apply] dan [OK]

2. Pada program Google Earth, pilih menu [View] kemudian check [Grid]

image

3. Setelah ditemukan loksi zone, Pada menu [Add], pilih [Placemark]

Masukkan koordinatnya, misal seperti input di atas:

image

4. Kemudian  pilih menu [Tools] kemudian [Options]. Dalam group [Show Lat/Long] pilih [Degrees, Minutes, Seconds]

5. Click kanan place mark, kemudian pilih [properties] untuk melihat hasil hitungan koordinat Lintang, Bujur.

 

==selamat mencoba===