Category: Tukang Ukur

[GEN-SVY-02]: Matriks Rotasi 3 Dimensi

Referensi : Rotation Matrix
Platform :
Lokasi File : download penurunan rumus matriks rotasi

 

Matriks rotasi di bidang pemetaan banyak dipakai untuk transformasi koordinat, khususnya transformasi koordinat 3D. Sedangkan untuk aplikasi di luar pemetaan banyak dipakai untuk visualisasi 3D dan pemograman 3D.

Posting kali ini menguraikan pembuktian / menurunkan persamaan matriks rotasi dalam sistem koordinat 3 (tiga) dimensi:

image Koordinat P (Xp, Yp, Zp) akan dirotasi dengan urutan rotasi berturut-turut dengan sumbu putar di sumbu-X, sumbu-Y dan sumbu-Z

Matrik rotasi menggunakan aturan sistem aturan tangan kanan. Dalam sistem aturantangan kanan, sudut positif adalah searah dengan lipatan jari tangan apabila ibu jari tangan kanan diarahkan ke arah positif koordinat. Sudut rotasi dengan sumbu putar sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z didefinisikan berturut-turut sebagai ω, φ dan κ.

Proses penurunan matriks rotasi mengikuti urutan sebagai berikut:

  1. Rotasi terhadap sumbu-X (ω), kemudian
  2. Rotasi terhadap sumbu-Y (φ), kemudian
  3. Rotasu terhadap sumbu-Z (κ)

1. Rotasi terhadap sumbu-x (ω)

image image

2. Rotasi terhadap sumbu-y (φ)

image image

3. Rotasi terhadap sumbu-z (κ)

image image

image

Penerapan matriks rotasi ini akan dibahas pada posting berikutnya.

==semoga bermanfaat==

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon dengan Excel dan Civil 3D

Referensi :  
Platform : Excel 2007 & Civil 3D
Lokasi File :  

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut:

  1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon
  2. [XLS]: Edit raw data
  3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK
  4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D.

1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team,  terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

  Team 1 Team-2 Team-3
Titik Kontrol Poligon Utama Poligon Cabang Poligon Cabang
Range Nomer Titik Poligon 1 – 50 51 – 100 101 – 150
Titik Detail Detail Detail Detail
Range Nomor Detail 1000-4999 5000-9999 10000-15000

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team Folder Files Keterangan
1 Team1 1_130219.trn Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team 1
    1_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 1
    1_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 1
    1_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 1
2 Team2 2_130220.trn Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team 2
    2_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 2
    2_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 2
3 Team2 3_130221.trn Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3
    3_130222.trn Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team 3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam,  untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan Action
1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]
1.2. Insert Form Edit TRN image
Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]
Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]
image
Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan kode titik (PCODE)
1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]
Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"
Hasil import TRN ke form
image
1.4. Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000
Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]
1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri alat Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum dimasukkan di sheet [LISTBM]
image
Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E
1.7. Memasukkan nomor BM atau Tempat berdiri alat Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.
image
Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon utama
[H2] menunjukkan jumlah record
[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER DOUBLE"
1.8. Re-Run Copy Rumus Pindah ke sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.
Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

  1. Tinggi Alat
  2. Tinggi Target
  3. PCODE
  4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

  1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya
  2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight
  3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight
  4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat
  5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..]

2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File Cell di excel Error/Kesalahan Koreksi
1_130219.trn [A166:A167] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429
image
  [A237:A238] PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14
Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473
  [A252:A253] TT ke titik P15 Berubah TT ke P15 dirubah menjadi 1.424
  [A348] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P23 seharusnya P25 PCODE diganti menjadi P25
  [A442] dengan melihat data jarak dan tinggi target, PCODE P2 seharusnya P1 PCODE diganti menjadi P1
  [A353:A354] Berdiri alat tetapi tidak menembak detail sama sekali Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan Action
2.2.1. Insert Form Edit TRN sama dengan langkah 1.2
2.2.2. Memasukkan file TRN ke Form masukkan file 1_130220.trn ke form baru
2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]  adalah 1109.
Rename nama sheet menjadi [1_130220]
2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]
2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk file 1_130221.trn sheet [1_130221], [J6]=1628
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 32
2.2.5. Lakukan yang sama untuk file 1_130222.trn sheet [1_130222], [J6]=2647
Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]
Nomor titik dimulai dari nomor 37
2.2.6. Simpan file Excel File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan Action
3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke FBK [1_130219.fbk] Pilih Sheet [1_130219]
Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]
File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)
Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)
3.2. Lakukan konversi untuk sheet [1_130220], [1_130221] dan [1_130222]  

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan Action
4.1. Jalankan program Civil 3D Pilih template satuan metric
4.2. Buat survey database di Civil 3D.
Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX
Cara setting silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D
4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.
Misal Nama Network : team1

image

Cara membuat network silahkan lihat di [CAD-CIV-02]: Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn
MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0
MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:
NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"
NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

Save file note dengan extensi *.fbk, misak [KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D
image
Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file [KoordAwal.fbk]
click [OK]
4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0
image
Click kanan [Directions]>>[New]
Masukkan:
From Point: 1
To Point: 31
Direction secara otomatis terisi
click [OK]
4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]
Pilih file 1_130219.fbk
click [OK]
Saat import file tersebut, muncul pesan error :
image
Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada yang terlewat.

click [Yes] untuk membatalkan proses import.

image

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya Menjadi
image image

 

Tahapan Action
4.8. Reimport FBK
image
Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]
Pilih [Re-import]
4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan [1_130222.fbk]  
4.9. Hasil import FBK  

image

=bersambung ke analisa data poligon==

[XLS-SVY-20]: Tulisan tentang Aplikasi Excel-Solver untuk Hitung Kuadrat Terkecil

Referensi :
[XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi
Platform : Excel 2007
Lokasi File :  

 

Pada tulisan [XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi telah diuraikan cara menggunakan excel-solver untuk perataan hasil ukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon). Catatan tersebut kemudian saya coba tulis dalam bahasa inggris kemudian saya coba share ke forum http://landsurveyorsunited.com walaupun bahasa inggris saya kurang bagus, tetapi yang penting kalo nggak dicoba, kapan lagi? Silahkan download filenya dalam format PDF. Mohon bagi pembaca yang pinter bahasa inggris untuk mengoreksinya.

Ada perubahan kecil di solver model levelling, triangulasi & trilaterasi dibandingkan dengan posting terdahulu. Khusus untuk poligon ada perubahan cukup mendasar yaitu dengan ditambahkan nilai konversi dari detik ke radian. Konversi ini diperlukan karena dalam pengukuran poligon ada dua unit yaitu unit jarak dalam satuan meter dan satuan sudut dalam satuan detik/derajat.

Silahkan download solver model terbaru untuk pengukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon).

saya tunggu comments dan masukkannya.

[CAD-CIV-17]: Membuat Surface dari Data LIDAR / Point Clouds di Civil 3D

Referensi :  
Platform : Civil 3D
Lokasi File :  

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric. Contoh dalam tahapan ini, saya menggunakan _AutoCAD Civil 3D (Metric) NCS.dwt
2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]

[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu group [Create Ground Data]

image
3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification kemudian click [Next]

4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud database].
PointCloud format : LAS
click tombol image untuk memilih file hasil scanner. Setelah file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]

5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat. Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file yang diimport. Makin besar akan semakin lama.

image
6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style
Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan sebagai Ground:
6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].
6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]
6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian pilih [Copy]
6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification [Ground]
6.5. Click tab [Classification]
6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]
6.7. Kemudian click [OK] 
image
7. Menampilkan  point cloud hanya ground saja
7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].
7.2. Click [Point Clouds]
7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih [Point Cloud Properties].
7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]
7.5. click [Apply] kemudian [OK]
7.6. Tampilan titik ground saja seperti gambar di samping
image
8. Membuat surface dari ground points
8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi  LIDAR Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan menu seperti di samping.
8.2. Pilih [Add Points to Surface..]
8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian click [Finish]
image
9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.

10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.
10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]
10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian click [OK]
10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7 menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

image

==semoga bermanfaat==

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.csv) ke ESRI Shape File (*.shp) dengan AutocadMap atau Civil3D

Reference :  
Platform : min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009
Lokasi File : sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric. Contoh saya menggunakan template map2d.dwt image
2. Ketikkan Command: mapimport
2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)
2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description
image
3. Lakukan setting import point:
3.1. Select formatting : PENZD
3.2. Z-Unit: Meter
3.3. Pilih code UTM
image
4. Contoh hasill import.
Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:
4.1. pilih semua titik (select all)
4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.
4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10
image
5. Hasil setelah dirubah Scale X, Y & Z image
6. Mengeksport ke *.shp
6.1. Ketikkan Command: mapexport
6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D
6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)
6.4. Pilih lokasi file (folder)

image
7. Setting export shp
7.1. Pilih Object Type : Point
7.2. Select Object to Export: Select manually
7.3. click icon filter image
7.4. Apply to: Entire Drawings
7.5. Object Type: Block Reference
7.6. Properties: Name
7.7. Operator: = Equals
7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama dengan nama block saat import atau di langkah #3

image
8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp
8.1. click tab [Data]
8.2. click [Select attributes…]
8.3. click [Block Attributes]
8.4. Pilih block : Map_Survey_Point
8.5. click [OK}
image
9. Tampilan setelah setting attributes
9.1. Click [OK]
image
10. Folder yang berisi files hasil export ke *.shp image

Silahkan dicoba..

[XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2)

Reference :
[XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel
Platform : Excel 2007
Lokasi File : Download Spreadsheet

Posting kali ini adalah lanjutan atau penyempurnaan [XLS-MAP-04]:Proyeksi Traverse Mercator di Excel. Pada posting terdahulu hanya melakukan perhitungan atau proyeksi dari koordinat geografis (Lintang, Bujur) ke koordinat Grid (North, East) sedangkan pada spreadsheet posting ini selain perhitungan konversi (lintang,bujur) ke (north, east) juga dilengkapi dengan perhitungan sebaliknya yaitu konversi (north, east) ke (lintang, bujur) yang masing-masing dilengkapi dengan perhitungan "grid convergence" dan "point scale". Hitungan yang dipakai pada spreadsheet ini menggunakan series hitungan Redfearn.

Setelah file didownload dan diextract akan ada dua file yaitu :

1.

TraverseMercator-RedFearns (GeoToGrid).xlsx

–> Hitungan koordinat Geografis ke Grid
2. TraverseMercator-RedFearns (GridToGeo).xlsx –> Hitungan koordinat Grid ke Geografis

1. Hitungan koordinat Geografis ke Grid

1.1. Terlebih dahulu lakukan setting parameter di sheet [parameter]

image

[C2] pilih ellipsoid yang diinginkan
[C6] Pilih jenis map projection-nya
[C14] Isikan pendekatan koordinat bujur untuk menghitung harga central meridiannya
[C15] isikan pendekatan koordinat lintang. Isikan dengan angka negatif, jika berada di lintang selatan

1.2. Pindah ke sheet [Geo2Grid]

image

[A8] Masukkan nama titik
[B8:D8] masukkan koordinat Lintang. Jika berada di lintang selatan, masukkan angka negatif di kolom B
[E8:G8] masukkan koordinat Bujut
[H8:M8] hasil hitungan koordinat east (x), north (y), grid convergence dan point scale
  copy cells [H8:M8] ke bawah untuk melakukan perhitungan titik yang lain

2. Hitungan koordinat Grid ke Geografis

2.1. Lakukan setting parameter di sheet [parameter]

2.2. Setelah dilakukan setting parameter, pindah ke sheet [Grid2Geo]

image

[A8] masukkan nama titik
[B8] nilai koordinat East atau X
[C8] nilai koordinat North atau Y
[D8:G8] hasil hitungan koordinat lintang , bujur , grid convergence dan point scale
  copy cell [D8:G8] untuk hitungan koordinat yang lain

Mohon masukannya jika ditemukan salah hitung.

=selamat mencoba=

[XLS-SVY-006]:Menghitung Luas Cross Section dengan Visual Basic Application Excel (Macro)

Referensi : https://cadex.wordpress.com/2010/12/05/xls-svy-004membuat-grafik-dan-menghitung-luas-cross-section-dengan-excel-bagian-2/
Platform : Excel
File :

Pada post [XLS-SVY-004]:Membuat Grafik dan Menghitung Luas Cross Section dengan Excel Bagian #2, telah diuraikan tahapan menghitung luas cross section dengan menggunakan rumus / fungsi excel (tanpa macro). Pada hitungan metode ini, untuk mengurangii panjangnya rumus diperlukan beberapa cell bantu. Penggunakaan cell bantu tentunya akan memperbesar ukuran file excel, apalagi kalo data yang akan diolah terdiri dari beberapa station.

Dengan visual basic application, cell bantu tersebut dapat dihilangkan, sehingga didapat fungsi baru (user defined function/UDF) yang lebih simple.

Download file Download program & contoh cross. Setelah didownload dan diextract filenya, buka file xs.xla, kemudian file contoh cross sectionnya. Click [Enable Macro] saat membuka file xs.xla

Contoh cross section :

image

Dalam file xs.xla ada dua UDF yaitu:

1. xCatchPoint()

2. xCutFill()

1. Format Fungsi xCatchPoint():

=CatchPoint(PolylineExisting ,OffsetTemplateKiri ,OffsetTemplateKanan,ElevasiTemplateKiri ,ElevasiTemplateKanan ,SlopeCatchPointKiri ,SlopeCatchPointKanan)

Fungsi ini akan menghasilkan 4 (empat) angka yaitu Offset, Elevasi catch point Kiri dan Offset Elevasi catch point kanan.

[B11]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),1)
[B12]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),2)
[C11]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),3)
[C12]=Index(xCatchPoint($Q$7:$R$27,$B$7,$C$7,$B$9,$C$9,$B$10,$C$10),4)

2. Format Fungsi xCutFillX():

=xCutFill(PolylineExisting, PolylineDesign, TypeRtn)

TypeRtn=0, untuk menampilkan hasil hitungan luas Cut dan Fill. Gunakan index=1, untuk mengambil luas Cut, dan index=2 untuk mengambil lus Fill.

[G8]=INDEX(xCutFill($Q$7:$R$27,$S$7:$T$11,0),1)
[H8]=INDEX(xCutFill($Q$7:$R$27,$S$7:$T$11,0),2)

Coba rubah-rubah parameter design di seperti elevasi design, slope, grade, offset template dll, maka otomatis luas cross section dan grafik akan terupdate

Dalam contoh data cross section ada dua contoh cross section sehingga masing-masing dapat dihitung luas cut dan luas fillnya. Ada tambahan satu sheet [Resume] untuk menghitung volume cut dan fill seperti gambar di bawah:

image

Catatan Penting:

1. Program ini memerlukan fungsi UDF yang disimpan dalam file xs.xla sehinga apabila file cross section dicopy ke tempat lain yang tidak mempunyai file xs.xla, maka graphic dan hitungan luas tidak bisa dihitung” Tampilan jika file xs.xla belum dibuka adalah:

image

2. Copy >> Paste >> Value rumus yang menggunakan fungsi xCatchPoint() dan xCutFill() sebelum didistribusikan.

3. Jika diinginkan setiap kali menjalan program excel file xs.xla otomatis terbuka lakukan pengatuan setting Add-In. Kalo pakai Excel 2007 lakukan pengaturan sebagai berikut:

  • Click tombol image , kemudian pilih [Excel Option] kemudian [Add-Ins]
  • Dalam pilihan [Manage], pilih [Excel Add-Ins] kemudian click tombol [Go]
  • Pada pilihan [Add-Ins], click tombol [Browse]
  • Pilih lokasi file xs.xla, sehingga tampilan Add-Ins yang aktif menjadi

image

 

Note: 8 Feb 2014

the xla program (xs.xla) has been revised since the previous program had “calculation errors” on the right catch point.

thanks for Khalid Maqbool for finding these errors.

 

‘============== selamat mencoba =========================

[XLS-SVY-19]: Simulasi Pasang Surut Laut Berdasarkan Input 9 Konstituent & 9 Phase (Bagian #2)

 

Referensi :
[XLS-SVY-18]: Simulasi Pasang Surut Laut Berdasarkan Input 9 Konstituent Pasut & Sudut Phasenya
Platform : Excel 2007
Lokasi File : download

Pada pos [XLS-SVY-18]: Simulasi Pasang Surut Laut Berdasarkan Input 9 Konstituent Pasut & Sudut Phasenya garfik simulasi masih menggunakan sheet bantu yang berisi tabel series jam dan series tinggi muka air untuk membuat grafik simulasi pasang surut.

image

Dengan sedikit modifikasi di dynamic range, maka dapat dibuat grafik tanpa menggunakan sheet bantu. Keuntungannya adalah simulasi bisa dibuat untuk range yang lebih lebar dan ukuran file lebih ringkas.

Nama dynamic range dan settingannya:

Series Nama Range Refer To
X Values ti =JamMulai+ROW(OFFSET(Graph!$A$1,,,JamRentang))-1
Y Values __hti =Z0+MMULT(COS(TRANSPOSE(Kecepatan)*ti+TRANSPOSE(Phase)),Amplitudo)

List Nama Range yang dipakai untuk membuat simulasi adalah:

Nama Range Refer To
T =Graph!$D$4
h =Graph!$D$5
s =Graph!$D$6
p =Graph!$D$7
N =Graph!$D$8
Amplitudo =Graph!$H$14:$H$22
Kecepatan =Graph!$G$14:$G$22
Phase =Graph!$J$14:$J$22
JamAkhir =Graph!$D$27
JamMulai =Graph!$D$26
JamRentang =JamAkhir-JamMulai+1
ti =JamMulai+ROW(OFFSET(Graph!$A$1,,,JamRentang))-1
__hti =Z0+MMULT(COS(TRANSPOSE(Kecepatan)*ti+TRANSPOSE(Phase)),Amplitudo)

Contoh hasil chart simulasinya:

image

image

Five (5) Basic Astronomical Speeds

Karena penasaran tentang angka yang tertera di five (5) basic astronimal speeds, kemudian saya bertanya lewat email ke dosen Fisika Fakultas MIPA-UGM tentang hal tersebut. Terus terang saya belum pernah bertemu langsung dengan Beliau, tetapi pernah berhubungan lewat email saat saya mendownload e-book Beliau yang berjudul "MEKANIKA BENDA LANGIT"

Berikut adalah penjelasannya tentang Five (5) Basic Astronomcal Speeds:

1. Rotation of the Earth on its axis, with respect to the Sun
Bumi berotasi pada sumbunya menurut kerangka acuan matahari, ini disebut sebagai mean solar day. Satu mean solar day tepat sama dengan 24 jam. Satu kali rotasi = 360 derajat. Jadi kecepatan rotasi = 360 derajat / 24 jam = 15 derajat/jam.

2. Rotation of the Earth about the sun
Satu kali rotasi bumi terhadap matahari disebut sebagai satu tahun (year). Tetapi panjang satu tahun bergantung menurut kerangka acuan (pengamat) siapa. 1 tahun tropis (tropical year) = 365,2421875 hari = 365 days 5 hours 48 minutes 45 seconds = 8765,8125 jam, definisinya ketika bujur ekliptika matahari bertambah sebesar 360 derajat.
jadi kecepatannya = 360 derajat / 8765,8125 jam = 0.04106864 derajat / jam.
http://en.wikipedia.org/wiki/Year

3. Rotation of the Moon about the Earth
Satu kali rotasi bulan terhadap bumi menurut kerangka acuan bintang jauh (distant star) disebut sebagai satu bulan sideris (sidereal month), yang besar rata-ratanya adalah 27,321661547 hari = 27,321661547 x 24 jam = 655,719877128 jam.
Jadi kecepatan rotasi = 360 derajat / 655,719877128 jam = 0.54901493 derajat / jam.

Agak beda sedikit dengan angka 0.54901653, tapi kira-kira maksudnya seperti itu.
Kalau mau pakai satu bulan tropis (tropical month) yang besar rata-ratanya adalah 27,321582241 hari, maka kecepatan rotasinya 0.54901652 derajat / jam. Angka ini lebih mendekati. Definisi satu bulan tropis adalah bulan setelah berotasi mengelilingi bulan, kembali ke tempat semula menurut vernal equinoks.
http://en.wikipedia.org/wiki/Month

4. Precession of the Moon’s perigee
Bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_precession
waktunya adalah sekitar 3233 hari = 77592 jam. jadi kecepatan = 360 derajat / 77592 jam = 0.00463965 derajat / jam. Coba cari angka 3233 hari lebih berapa waktu yang lebih akurat.

5. Precession of the plane of Moon’s orbit
Waktunya disebut sebagai nodical period adalah sekitar 6793.5 days (http://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_node). Referensi lain mengatakan 6798,38 hari (Canon of Lunar Eclipses). Jadi kecepatannya = 360 derajat / (6798,38 x 24) jam = 0.002206408 derajat / jam.

 

==semoga bermanfaat===

[XLS-SVY-18]: Simulasi Pasang Surut Laut Berdasarkan Input 9 Konstituent Pasut & Sudut Phasenya

Reference : http://www.math.sunysb.edu/~tony/tides/harmonic.html
Platform : Excel 2007
Lokasi File : download

Pada posting [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel dan [XLS-SVY-05]: Form Excel untuk Perhitungan Pasut dengan Hitung Kwadrat Terkecil telah diuraikan cara memperoleh kontanta pasut dari pengamatan pasang surut tiap jam dengan menggunakan hitungan Least Square Adjustment (Hitung Kwadrat Terkecit) sehingga didapatkan 9 konstituent (constituents) pasut dengan masing-masing sudut phasenya.

Posting kali ini akan saya uraikan bagaimana cara mensimulasikan pasut jika kita telah mendapatkan informasi tentang 9 konstituent (constituents) pasut dengan masing-masing sudut phasenya. Misalnya kita mendapatkan informasi dari “Daftar Pasang Surut Tahun 2006, Dishidros” sebagai berikut:

image

Rumus yang digunakan untuk memodelkan pasang surut adalah Tidal Harmonic :

image

hti : tinggi muka air saat jam ke-i
Zo : Muka air Rata-Rata
n : bernilai 9 untuk 9 konstituents (M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, MS4)
Hn : Amplitudo untuk (M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, MS4)
image : Kecepatan Sudut (M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, MS4)
image : Sudut Phase (M2, S2, N2, K2, K1, O1, P1, M4, MS4)
ti : jam ke-i

Urutan untuk mensimulasikan pasang surut adalah dari tabel di atas dengan bantuan excel adalah:

1. Buat tabel di excel yang berisi informasi tentang kecepatan sudut tiap, amplitudo dan phase tiap konstituent.
2. Hitung hti dengan rumus Tidal Harmonic tiap jamnya (ti) dalam bentuk tabel
3. Buat Grafik di excel type “X Y Scatter” berdasarkan tabel  nomer 2.
Detail tiap tahapan adalah :
1. Tabel informasi kecepatan sudut tiap, amplitudo dan phase tiap konstituent

image

1.1. Block range [C4:D8] kemudian buat named range from selection.
Pada Menu [Formula] pada group [Define Names], pilih [Create from Selection]
Pilih atau check [Create names from values in the : Left column]
1.2. Isikan rumus di range [F14:F20] sesuai dengan rumus di kolom [E14:E20]. Misal rumus untuk
[F14]=2*T-2*s+2*h
[F17]=2*T+2*h
1.3. [F21]=2*F14   [F22]=F14+F15
1.4. Konversi kecepatan sudut dari derajat/jam menjadi radian/jam
[G14]=RADIANS(F14)
copy rumus dari [G14] sampai ke [G22]
1.5. Isi Zo di kolom [H13]
1.6. Masukkan masing-masing amplitudo di range [H14:H22] dalam satuan meter, dan masukkan sudut phase di range [I14:I22] dalam satuan derajat.
1.7. Konversi sudut phase dari derajat ke radian
[J14]=RADIANS(I13)
copy rumus [J14] sampai ke [J22]
2. Hitung hti (Tinggi muka air tiap jam) dengan rumus Tidal Harmonic tiap jamnya (ti) dalam bentuk tabel

Input tambahan sebelum dilakukan simulasi adalah dengan memasukkan jam keberapa dimulai dan jam akhirnya.

Input ini bukan berupa format jam tetapi hanya menunjukkan jam keberapa bukan jam berapa sehingga input hanya berupa angka bulat. Contoh input misalnya diinginkan simulasi selama 30 hari, maka input awal jam adalah 1 dan input akhir adalah 30×24=720. Jika diinginkan dari jam ke 1 sampai 720, maka hitungan hti ada sebanyak (720-1)+1 atau 720 prediksi tinggi muka air.

Sebelum dilakukan perhitungan, dibuat lebih dahulu name range (nama range) dengan ketentuan seperti tabel di bawah:

Nama Range Refer To
Kecepatan =G$14:$G$22
Amplitudo =$H$14:$H$22
Phase =$J$14:$J$22
Z0 =$H$13
JamMulai =$D$26
JamAkhir =$D$27
JamRentang =JamAkhir-JamMulai+1

Hitungan tinggi muka air tiap jam dikerjakan di sheet lain tidak di sheet input konstituent, jam awal dan jam akhir. Contoh Speadsheet perhitungan adalah di sheet [Data]:

image

2.1. Isikan Amplitudo di [B2:J2]
[B2]=INDEX(Amplitudo,B$1)
copy rumus dari [B2] sampai [J2]
2.2. Isikan kecepatan sudut di [B3:J3]
[B3]=INDEX(Kecepatan,B$1)
copy rumus dari [B3] sampai [J3]
2.3. Isikan Sudut Phase di [B4:J4]
[B4]=INDEX(Phase,B$1)
copy rumus dari [B4] sampai [J4]
2.4. Isikan jam awal
[A7]=JamMulai
2.5. Isikan jam berikutnya
[A8]=IF(A7+1<=JamAkhir,A7+1,NA())
* jika nilai dikolom A melebihi dari batas akhir, maka akan berisi #N/A dan tidak ditampilkan di chart
2.6. Copy rumus dari [A8] sampai baris yg diperlukan atau disesuaikan dengan batas akhir jam. dalam contoh saya copy sampai [A1500]
2.7. Masukan rumus di [B7]=B$2*COS(B$3*$A7+B$4)
copy rumus dari [B7] sampai ke [J7]
2.8. Copy rumus dari [B7:J7] sampai ke [B1500:J1500]
2.9. Hitung tinggi muka air
[K7]=Z0+SUM(B7:J7)
Copy rumus dari [K7] sampai [K1500]
3. Buat Grafik di excel type “X Y Scatter” berdasarkan tabel nomer 2.

Grafik type “X Y Scatter” memerlukan input data series “X Values” dan “Y Values”. Series “X Values” diambil dari list jam sedangkan untuk “Y Values” dari tinggi muka air.

Karena seri “X Values” dan “Y Values” tergantung dari input JamMulai dan JamAkhir, maka dibuatkan range dinamis dengan setting sebagai berikut:

Nama Range Refer To
_jam =OFFSET(Data!$A$7,,,JamRentang)
_tinggi =OFFSET(Data!$K$7,,,JamRentang)

Setting series untuk “X Values” dan “Y Values” menjadi :

image

Contoh chart untuk simulasi 30 hari dengan input JamMulai=1, JamAkhir=720 adalah:

image

Contoh hasil simulasi dengan input JamMulai dan JamAkhir yang berbeda:

image

format simulasi yang lebih ringkas Bagian #2
=== silahkan mencoba dan mohon koreksinya jika ada kesalahan =====

[XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi

Referensi : Mikhail, Edward M Ph.D and Gordon Grace, Ph.D. “Analysis and Adjustment of Survey Measurement”. Van Nostrand Reinhold Ltd, 1981
Platform : Excel 2007
Lokasi File :

Metode perataan hitung kuadrat terkecil di bidang survey measurement yang saya ketahui sampai saat ini adalah

  • Metode Paramater (least square adjustment of indirect observations)
  • Metode Kondisi (least square adjustment of observation only)
  • Metode kombinasi (general least square adjustment)

Contoh aplikasi hitung kuadrat terkecil dengan metode paramater ada di post  [XLS-SVY-12]: Add-Ins Excel untuk Hitung Kuadrat Terkecil (HKT) dan [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel. Pada kedua posting tersebut penyelesain perataan atau adjusment menggunakan bantuan bahasa pemograman visual basic application for excel (vba excel)

Kali ini akan diuraikan cara menggunakan solver untuk penyelesaian perataan metode kombinasi tanpa menggunakan vba excel.

A. Dasar Teori

Semua metode perhitungan kwadrat terkecil atau least square adjustment menggunakan dasar “kwadrat dari koreksi pengukuran harus minimum”. Misalnya kita melakukan pengukuran jarak antar dua titik sebanyak 3 (tiga) kali l1, l2 dan l3 sedangkan jarak sebenarnya kedua titik tersebut adalah la. Karena pengukuran l1, l2 dan l3 mengandung kesalahan maka ada koreksi untuk masing-masing pengukuran misal v1, v2 dan v3. Persamaan antara 3 (tiga) pengukuran tersebut dengan koreksinya terhadap la adalah:

  • (l1+v1)=la
  • (l2+v2)=la
  • (l3+v3)=la

koreksi v1, v2 dan v3 bisa bernilai positif atau negatif.

Pengukuran yang dilaksanakan dengan benar akan menghasilkan nilai koreksi yang kecil  untuk v1, v2 dan v3. Karena nilai koreksi ada yang positif dan negatif, untuk pengukuran yang benar, nilai v12 + v22 + v32 akan minimum. Atau dalam bentuk umum

image

jika ada bobot ukuran (w) persamaan di atas menjadi:

image

(Ref: Mikhail, Edward M Ph.D and Gordon Grace, Ph.D. “Analysis and Adjustment of Survey Measurement”. Van Nostrand Reinhold Ltd, 1981)

B. Aplikasi di jaring pengukuran beda tinggi.

B.1. Skets Pengukuran dan data pengukuran

image

B.2. Menentukan nilai redundancy (pengukuran lebih)

Banyaknya pengukuran (n)= 6
Pengukuran minimum (u) = 3
* hanya dibutuhkan minimum 3 pengukuran untuk menentukan titik B, C dan D (lihat lingkaran merah)
Redundancy (r=n-u)=3
Jumlan persamaan kondisi sesuai dengan nilai r atau 3 persamaan.

B.3. Memodelkan solver dan membuat persamaan kondisi.

image

[D37] =1/E21 Copy [D37] sampai ke [D42]
[G37] =F37^2*D37 Copy [G37] sampai ke [G42]
[I37] =C37+F37 Copy [I37] sampai ke [I42]
[G44] =SUM(G37:G42)
[F48] =obs_1+v_1-obs_3-v_3+obs_2+v_2
[F49] =obs_2+v_2+obs_4+v_4-obs_5-v_5
[F50] =obs_3+v_3+obs_6+v_6-obs_5-v_5

obs_1, obs_2,….,obs_6 dan v_1, v_2,…..,v_6 adalah ‘defined name’. Cara membuat define name untuk obs_1, obs_2,….,obs_6 adalah :

  • Pilih range [B37:C42]
  • Pada Menu [Formula] pada group [Define Names], pilih [Create from Selection]
  • image
  • Pilih atau check [Create names from values in the : Left column]
  • image

Lakukan langkah yang sama untuk v_1, v_2,…..,v_6

B.4. Setting parameter solver dan menjalankannya.

Sebelum solver dijalankan nilai di range F48:F50 tidak sama dengan 0 atau tidak sama dengan nilai di range F48:F50. Solver akan menghitung atau meng-iterasi nilai koreksi di range F37:F42 sehingga didapat nilai  Sum(V2W) atau minimum dan nilai F48:F50=F48:F50.

Langkah-langkah setting di solver adalah:

  • Pada Menu [Data] pada group [Analysis], pilih [Solver]
  • Lakukan setting parameter sebagai berikut:
  • image
[$G$44] Jumlah kuadrat koreksi dicari yang paling minimum Sum(V2W)
[$F$37:$F$42] Nilai koreksi untuk masing-masing pengukuran
[$F$48:$F$50=$G$48:$G$50] Persamaan kondisi

Hasil setelah solver dijalankan adalah :

image

B.5. Uji statistik

Pengukuran yang ideal tanpa kesalahan akan menghasilkan nilai Sum(V2W)=0. Kondisi ini biasanya sangat sulit untuk dipenuhi karena setiap pengukuran pasti mengandung koreksi atau kesalahan. Uji statistik diperlukan untuk mentolerir seberapa besar kesalahan yang diperpolehkan. Biasanya yang dipakai adalah uji Chi kuadrat untuk confidence interval 95%

image

[F53] =G44
[F54] =CHIINV(0.05 / 2, E32)
[F55] =IF(F53 < F54, “Pass at the 5% significant level”, “Fail at the 5% significant level”)

silahkan download filenya, untuk dipelajari lebih lanjut.

C. Aplikasi di jaring pengukuran poligon.

C.1. Sket Pengukuran dan Data Pengukuran

image image
Ada dua loop yaitu:
Loop#1: 2-3-4-5
Loop#2: 2-21-22-23-24-5

Data Pengukuran

Sudut: Jarak:
image image

C.2. Menentukan Redudancy (pengukuran lebih) atau jumlah persamaan kondisi

image Banyaknya data pengukuran (n)=18
Pengukuran minimal untuk menentukan koordinat baru (u)=12. *Lihat 6 (enam) tanda kotak untuk jarak dan 6 (enam) lingkaran untuk sudutRedundance (r=n-u)=18-12=6

 

C.3. Memodelkan solver dan membuat persamaan kondisi

Note: ada koreksi solver model untuk pengukuran poligon. Silahkan lihat [XLS-SVY-20]: Tulisan tentang Aplikasi Excel-Solver untuk Hitung Kuadrat Terkecil untuk koreksi modelnya.

D. Aplikasi di jaring pengukuran triangulasi.

D.1. Sket Pengukuran dan Data Pengukuran

image image

D.2. Menentukan Redudancy (pengukuran lebih) atau jumlah persamaan kondisi

  • Lokasi A dan D sudah diketahui atau Fix
  • L1 sampai L8 adalah pengamatan sudut dalam jaringan triangulasi ABCD
  • Pengamatan minimum untuk menentukan lokasi B : L1,L2,L8
  • Pengamatan minimum untuk menentukan lokasi C : L1,L7, L8
  • Pengamatan lebih L3, L4, L5, L6
  • Banyaknya pengamatan/pengukuran (n)=8
  • pengukruan minimum (u)=4
  • reduncancy (r=n-u)=4

D.3. Memodelkan solver dan membuat persamaan kondisi

image

[D44] =1/(G23^2)
Copy sampai ke [D51]

Persamaan Kondisi:

image

D.4. Setting parameter solver dan menjalankannya

Set Target Cell $G$53
Equal to Min
By Changing Cells $F$44:$F$51
Subject to constraint $J$58:$J$61=0

Hasil koreksi setelah solver dijalankan

image

D.5. Uji statistik

image

silahkan donwload filenya untuk dipelajari lebih lanjut

E. Aplikasi di jaring pengukuran trilaterasi.

E.1. Sket Pengukuran dan Data Pengukuran

image image
  • Koordinat A (X,Y) : 4000.000, 5000.000
  • Azimut A ke G (der-men-det): 125-45-31

E.2. Menentukan Redudancy (pengukuran lebih) atau jumlah persamaan kondisi

Lingkaran merah adalah pengukuran jarak minimum untuk menentukan koordinat baru G, B, D, E dan F. Jumlah lingkaran merah ada 9 buah sedangkan jumlah pengukuran adalah 10 pengukuran sehingga:

n 10
u 9
r=n-u 1

sehingga persamaan kondisi hanya 1 (satu) persamaan. Persamaan yang dipilih adalah jumlah ‘sudut dalam’ sama dengan 360 derajat.

E.3. Memodelkan solver dan membuat persamaan kondisi

image

Persamaan kondisi:

image

Hitungan koordinat:

image

E.4. Setting parameter solver dan menjalankannya

Set Target Cell $G$55
Equal to Min
By Changing Cells $F$44:$F$53
Subject to constraint $J$69=0

image

image

donwload file trilaterasi