[XLS-SVY-27]:Spreadsheet Excel untuk Menghitung Jaring Sipat Datar / Levelling dengan Metode Parameter

Pada tulisan “Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi” dijelaskan bagaimana cara menghitung jaring pengukuran beda tinggi / waterpass / levelling dengan metode kondisi. Pada tulisan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara menghitung jaring pengukuran levelling dengan speadsheet Excel yang saya buat.

Contoh data diambil dari buku

Halaman 424 Gambar 16.3:

Download file excel di atas, kemudian isikan dengan urutan sebagai berikut:

  1. Masukkan Titik Tetap dan Titik Baru

    Pilih sheet [LIST] kemudian isikan informasi titik tetap dan titik baru seperti di bawah:

    ID_TITIK diisi dengan angka bulat dan tidak boleh ada yang double. Pada contoh ini, untuk mempermudah membedakan antara titik tetap dan titik baru, titik tetap saya beri kode mulai dari angka 1, sedangkan untuk titik baru dimulai dari angka 101. Agar jumlah/banyaknya titik tetap dan titik baru otomatis bisa dihitung, maka pada kolom keterangan diberi kode F untuk titik tetap dan kode N untuk titik baru.

    Kolom [CHECK] jika ada nilai lebih dari 1 (>1) maka ditemukan ada nama titik yang ganda atau lebih dari 1.

    Kolom [NO] berisi nomer urut yang akan terisi otomatis jika ada data baru yang diinput

  2. Memasukkan Data Ukuran

    Pilih sheet [OBS] kemudian masukkan data pengukuran beda tinggi dan jarak:

    Format input data pengukuran di atas menggunakan pengukuran pengukuran pergi-pulang. Karena contoh dalam buku bukan pengukuran pergi-pulang, maka input data cukup di kolom [ID_SLAG], [DARI], [KE], [DH_PP] dan [JR_MAKS], masing-masing untuk isian route_id, dari titi, ke titik, ukuran beda tinggi dan jarak. Semua ukuran beda tinggi dan jarak dimasukkan dalam satuan meter.

    Setelah dilakukan input di atas, maka akan terisi matrix L dan matrik W di kolom [O] dan [P]

  3. Mengatur / Menghitung Matrix A (Matrix Koefisien)

    Masih di sheet [OBS], arahkan cell ke R5. Mulai R5 ke kanan, isikan ID_Titik baru sesuai dengan nomer titik baru di langkah-1 yaitu 101 dan 102 di R5 dan S5, kemudian delete kolom setelah S5.

    Mulai cell [R7] kolom [X1] ke kanan menunjukkan parameter atau titik baru yang akan dihitung. Jika titik baru berjumlah 8 titik, maka kolom harus dicopy / ditambahkan dari X1 sampai X8.

    Setelah dilakukan input atau setting di atas, maka nilai Matrix L, W dan Matrix A :

    Hasil ini sama dengan nilai di buku referensi:

  4. Menghitung Nilai Parameter (Elevasi Titik Baru), matrik koreksi dan standard deviasi

    Hasil hitungan di text book:

    Hasil hitungan spread sheet menghasilkan hitungan parameter dan standard deviasi yang sama:

    Pada channel youtube saya akan dicoba untuk menghitung dari hasil actual pengukuran lapangan.

    Semoga bermanfaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s