[CAD-MAP-22]: Membuat Map Book (Lay out Peta) di Autocadmap atau Civil 3D

Referensi

:

Map Book is not to scale in AutoCAD Map 3D

Platform

:

AutocadMap / Civil 3D

Download

:

  

 
 

Sebelumnya saya sudah mencoba menggunakan feature atau tool Map Book di AutoCAD Map 3D tetapi hasilnya selalu tidak sesuai dengan harapan yaitu hasil skala di layout tidak akurat sampai akhirnya saya menemukan tulisan Map Book is not to scale in AutoCAD Map 3D. Pada tulisan kali ini dijelaskan lagi langkah-langkah membuat Map Book sehingga menghasilkan skala di layout dengan benar dengan beberapa tambahan pengolahan data seperti sistem koordinat ke TM3 dan import data GIS.

Langkah-langkah yang akan diuraikan adalah:

  1. Setting sistem koordinat TM3 mengacu ke Peraturan Menteri Negara Agraria Nomer 3 Tahun 1997 (PMNA No. 3/1997) dan https://georepository.com/home.html
  2. Import file shp dari http://tanahair.indonesia.go.id ke sistem koordinat TM3
  3. Membuat template layout
  4. Setting Map Book
  5. Publikasi Map Book

Detail masing-masing tahapan saya uraikan dengan menggunakan Autodesk Civil 3D 2007 (C3D), jika anda menggunakan versi yang lain mungkin akan berbeda user interfacenya tetapi pada prinsipnya urutan pekerjaan akan sama.

Setting Sistem Koordinat TM3 di C3D / AutocadMap

Menurut PMNA No.3/1997, sistem koordinat proyeksi Traverserse Mercator Nasional ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:

Sistem Proyeksi

:

Traverse Mercator

Lebar Zone

:

3 (tiga) derajat

Merdian Central

:

1,5 (1 koma lima) di timur dan barat meridian central zone UTM yang bersangkutan

Faktor skala meridian (k)

:

0,9999

Titik semu Timur (x)

:

200.000 meter

Titik semu utara (y)

:

1.500.000 meter

Datum

:

WGS-1984

  

  

a    : 6.378.137

f    : 1/298,25722357

 
 

Seperti halnya saat setting sistem koordinat UTM, untuk melakukan setting koordinat TM3 terlebih dahulu harus diketahui zone TM3. Cara untuk mengetahui / menghitung zona TM3 silakan mengacu ke [XLS-MAP-01]: Rumus Excel untuk Mencari Zone UTM dan TM3. Pada contoh kali ini misal menggunakan zone TM3 49.1.

Detail zone TM3 49.1 jika mengacu ke https://georepository.com/projection_17437/Indonesia-TM-3-zone-49-1.html adalah:

Dari uraian dan ketentuan di atas dilakukan setting di C3D:

Jalankan C3D, kemudian pilih workspace [Planning and Analysis]

Pada menu C3D, pilih [Map Setup] kemudian pada grup [Coordinate System] pilih [Create Coordinate System Definition]

 
 

Urutan dan setting pembuatan definisi coordinate system dirangkum dalam bentuk tabel di bawah

 
 

No

Task

Setting

Nilai Setting

Click

1

Specify starting point

Specify starting point

Start with coordinate system

[Next]

2

Specify coordinate system

Create new coordinate system

Coordinate system type

 
 

 
 

Projected

 
 

 
 

[Next]

3

3a. Create coordinate system

Code

WGS84-TM3-49.1

  

  

  

Description

TM3 meridian central 109.5 derajat

  

  

  

Source

BPN-RI

  

  

  

Unit

Meter

  

  

  

Available Categories

Indonesia

[Add]

  

  

Reference to

Geodetic

[Select]

  

  

Datum

WGS84 (World Geodetic System of 1984)

[Next]

  

3b. Specify projection

Projection

Transverse Mercator

[Yes]

  

  

Central meridian

109.5

  

  

  

Original latitude

0

  

  

  

False easting

200000

  

  

  

False Northing

1500000

  

  

  

Scale reduction

0.9999

[Next]

  

3c. Specify common parameters

  

  

[Next]

4

Review coordinate system

  

  

[Finish]

 
 

Untuk setting zone yang lain pada grup [Coordinate System], pilih [Library] kemudian copy code WGS84-TM3-49.1

Edit code hasil copy tersebut kemudian lakukan perubahan Code , Description di Task 3a dan Central Meridian di Task 3b.

Sampai tahap ini, coordinate system baru dengan Code WGS84-TM3-49.1 telah dibuat.

 
 

Agar file dwg mempunyai sistem koordinat code WGS84-TM3-49.1, pada menu C3D, pilih [Map Setup] kemudian pada grup [Coordinate System] pilih [Assign]

Pada isian [Search] masukkan code: WGS84-TM3-49.1 kemudian click [Assign]

 
 

Untuk mengecek sistem koordinat sudah ter-setting di gambar, pada menu [Map Setup] click lagi [Assign], maka akan ditampilkan coordinate system yang aktif (currently assigned) di gambar:

 
 

Import file shp dari http://tanahair.indonesia.go.id ke sistem koordinat TM3

Proses download file SHP dari web di atas tidak dijelaskan detail di sini, tetapi perlu diperhatikan lokasi file shp yang akan di download harus di area bujur timur (109.5 – 1.5) derajat sampai bujur timur (109.5 + 1.5) derajat atau bujur timur ( 108 sampai 111) derajat.

 
 

Langkah selanjutnya diasumsikan bahwa file SHP telah terdownload, sehingga akan dijelaskan proses transformasi koordinat dari file SHP yang mempunyai sistem koordinat lintang-bujur menjadi sistem koordinat tm3 dengan satuan meter.

 
 

Langkah untuk proses transformasi koordinate lintang-bujur ke sistem koordina TM3 adalah:

Pada menu [Insert], di group [Import] pilih [Map Import]

Pilih [File of types]: Esri shape file (*.shp), kemudian pilih file shp yang akan diimport. Pada contoh kali ini , saya akan meng-import file shp yang berisi feature garis kontur.

 
 

Perhatikan informasi current drawing coordinate system : WGS84-TM3-49.1 dan Input Coordinate: LL84 artinya adalah pada saat proses import akan dilakukan proses transformasi koordinat dari LL84 (Lintang Bujur WGS84) ke WGS84-TM3-49.1

 
 

Pada kolom [Data] click tanda titik … kemudain pilih [Create object data] untuk mengkonversi informasi attribute shp menjadi object data di autocadmap.

Jika sudah selesai, click [OK] untuk dilakukan proses import.

 
 

Hasil import setalah dikukan styling dengan [Display Manager]:

 
 

Proses styling tidak dijelaskan dalam tutorial ini.

 Membuat Template Layout

Perhitungan Viewport

Template layout adalah format peta berisi informasi muka peta, skala, legenda dan informasi meta data lainnya yang berhubungan dengan peta yang akan dibuat.

Contoh dibawah layout template bawaan autocad map 3d dengan nama-nama object (Map Elements) yang akan diset saat pembuatan layout, ada beberapa nama object lainnya seperti legend viewport dan title block tetapi pada tutorial ini belum dibahas lebih lanjut.

Agar diperoleh hasil plotting di layout sesuai dengan skala peta dan overlapping / pertampalan yang telah dipilih, maka perlu dilakukan perhitungan dimensi viewport dengan rumus sebagai berikut:

[Lebar Viewport] = [%Pertampalan]*[Lebar Grid]/[Skala]*1000+[Lebar Grid]/[Skala]*1000=(1+[%Pertampalan])*[LebarGrid]/[Skala]*1000

[Tinggi Viewport] = [%Pertampalan]*[Tinggi Grid]/[Skala]*1000+[Tinggi Grid]/[Skala]*1000=(1+[%Pertampalan])*[TinggGrid]/[Skala]*1000

Hasilnya adalah [Lebar Viewport] dan [Tinggi Viewport] dalam satuan millimeter.

Misal Panjang grid adalah 1500 meter dan lebar grid 1500 m seperti gambar di bawah akan diset dengan pertampalan 10% untuk skala 1:2500

 

 

Maka lebar dan Panjang viewport adalah:

[Lebar Viewport] = (1+[%Pertampalan])*[LebarGrid]/[Skala]*1000=(1+10%)*1500/2500=660 mm

[Tinggi Viewport] = (1+[%Pertampalan])*[TinggGrid]/[Skala]*1000=(1+10%)*1500/2500=660 mm

Untuk mempermudah, saya lampirkan spreadsheet perhitungan dalam format excel.

Definisi dan Setting Map Elements

Setting elemen pada tahapan yanag diterangkan di bawah adalah dengan melakukan perubahan existing template bawaan autocadmap yaitu template [Map Book Template – ISO A0 Classic.dwt].

Jalankan autocad, kemudian pilih [Open File] dengan setting file type : Drawing template (*.dwt)

Secara default, autocad akan mengarahkan ke direktori / folder template yang berisi template bawaan dari autocadmap / civil 3d.

Dari list template, pilih Map Book Template – ISO A0 Classic.dwt. kemudian [Open]

[Save As] template yang baru dibuat, misal dengan nama [Map Book-Peta Kontur.dwt]

Pada [Tab] layout, click kanan layout [ISO A0] kemudian pilih [Rename].

Beri nama layout sesuai setting yang akan dibuat misal A0_2500_1500x1500_10Pct yaitu template ukuran kertas A0 untuk skala 2500 grid (1500 x 1500) meter dengan petampalan 10%

Click kanan layout yang baru saja direname, kemudian pilih [Page setup manage], lalu click [Modify]. Pastikan bahwa Plot scale adalah 1mm = 1 unit

Click [OK] kemudian [Close] jika plot scale setting sudah sesuai.

 

Pada Layout, pilih garis batas [Main Viewport], kemudian delete /erase.

Buat [Main Viewport] baru dengan ukuran lebar x Panjang = 660 x 660 baru dengan mengetik di command: mview

Specify corner of viewport: 0,0

Specifiy opposite corner: @660,660

Pindahkan/Move [Main Viewport] ke tengah muka peta

Pindahkan juga [Adjacent Arrow Block] mengikuti [Main Viewport]-nya

 

Pada [Task Pane], autocadmap, pilih Tab [Map Book] kemudian click [Tools] kemudian pilih [Identity Template Place Holder]

Jika [Task Pane] tidak ada, ketik di command:mapwspace

Task Pane [On/oFf] <On> :ON

 

Pilih Layout Placeholder: Main Viewport, click [Select Placeholders>>] kemudian pilih batas [Main Viewport] di Layout

Ulangi langkah yang sama untuk Map placeholders lainnya.

 

 

Jika sudah selesai, sampan dan tutup file [Map Book-Peta Kontur.dwt].

 

Setting Map Book

Setting Nomer Peta

Buka file gambar yang akan dibuat Map Book dimana dalam gambar tersebut sudah ada index penomoran petanya seperti pada gambar sebelumnya.

Pada gambar tersebut, layer untuk peta index adalah:

Layer

Keterangan

INDEX-2500-GARIS

Berisi Garis Index

INDEX-2500-NOMER

Berisi text nomer peta

 

Lakukan drawing clean-up pada peta index dengan memilih menu [Tool], kemudian pada grup [Map Edit] pilih [Drawing Clean Up]

Urutan dan setting [Drawing Clean Up]:

 

No

Tahapan

Setting

Isian

Click

1

Select objects

Object include in drawing clean up

Seleact All

 
   

Layer

INDEX-2500-GARIS

[Next]

2

Clean-up Action

Selected actions

Break crossing objects

Snap clustered node

Dissolve pseudo node

[Next]

3

Clean-up method

Cleanup metho

Modify original objects

[Finish]

 

Buat topology polygon pada peta index dengan memilih menu [Create], kemudian pada grup [Topology], pilih [New]

Urutan dan setting [Create Topology]:

 
 

No

Tahapan

Setting

Isian

Click

1

Topology Type

Topology Type

Polygon

 
   

Topology Name

Index_2500

[Next]

2

Select links

Select links

Select All

 
   

Layers

INDEX-2500-GARIS

[Next]

3

Select nodes

 

Select All

[Next]

4

Create New Node

   

[Next]

5

Select Centroid

Select Centroid

Select All

 
   

Layers

INDEX-2500-NOMER

[Next]

6

Create New Centroid

Create Missing Centroid

Un-Checked / Clear

[Finish]

 

[Save] gambar kemudian check di Task Pane autocad akan muncul nama topology [index_2500] di bawah folder topologies:

 

 

Buat table object data yang berisi informasi nomer peta.

Pada menu [Create], di grup [Drawing Object], pilih [Attach/Detach Object Data] kemudian clik [Define]

Pada kotak dialog [Define Object Data], click [New Table] kemudian lakukan setting sebagai berikut:

 

No

Tahapan

Setting

Isian

Click

1

Define New Object Data Table

Table Name

NO_PETA

 
   

Field Name

NOMER

 
   

Type

Character

[Add]

 

Clik [OK], kemudian [Close].

 

Convert object text untuk menjadi object data

Langkah ini dimaksudkan untuk mengisi field name [Nomer] yang ada di table object data [NO_PETA] yang telah dibuat pada langkah di atas. Nomer peta diambil dari object text yang ada di layer [INDEX-2500-NOMER]

 

Ketik di command:ADEGENLINK

Pada setting [Generate Data Link], lakukan setting sebagai berikut:

No

Tahapan

Setting

Isian

Click

1

Generate Data Link

Linkage Type

Text

 
   

Data Links

Create Object Data Record

 
   

Type

Character

[Add]

   

Table

NO_PETA

[OK]

Kemudian pilih text nomer peta di layer [INDEX-2500-NOMER]

 

Untuk mengecek nomer peta sudah menjadi record di table NO_PETA.

Pada menu [Tools], pada grup [Menu Edit], pilih [Edit Object Data]

Kemudian pilih salah satu text nomer peta. Misalkan dipilih text nomer peta 21.066-08 di layer [INDEX-2500-NOMER], maka akan ditampilkan table [NO_PETA] dengan isian field [NOMER] sesuai dengan nomer text yang dipilih

 

Buat polygon tertutup dari topology index

Syarat batas peta yang akan digunakan sebagai [Main Viewport] harus berupa polygon tertutup.

Pada tutorial ini akan dibuat polygon tertutup dari topology polygon index_2500 di layer INDEX-2500-POLYLINE dengan memberikan informasi tambahan berupa di polygon tertutup berupa nomer peta yang diambil dari table object data [NO_PETA].

 

Pada menu [Create] di grup [Topology], pilih [Create Closed Polylines]

 

Kemudian lakukan setting sebagai berikut:

 

No

Tahapan

Setting

Isian

Click

1

Create Closed Polyline

Topology Name

Index_2500

 
   

Create on Layer

INDEX-2500-POLYLINE

 
   

Copy Object Data from Centroid to Pline

Checked

[Add]

 

Generate Map Book

Pada [Task Pane] autocadmap pada tab [Map Book], Click [New] kemudian pilih [Map Book]

Kemudian lakukan setting sebagai berikut:

 

Kemudian di [Sheet Template], [Setting]:

 

Pada [Tiling Scheme], pilih [Custom]

Click [Select Tiles], yaitu polygon tertutup di layer INDEX-2500-POLYLINE

 

Pada [Naming Scheme], pilih [Data Driven] kemudian click [Expression Chooser]

Pilih [Expression] dari [Object Data] dengan nama table [NO_PETA] dari fiel [NOMER] seperti pada gambar di bawah

Kemudian click [OK]

 

 

Pada contoh kali ini map key saya ambil dari layer di gambar yang aktif sehingga yaitu dari layer RBI25K_KONTUR_LN_25K

 

 

Untuk settingan lainnya menggunakan defaulf dari autocadmap.

Click [Generate] untuk proses pembuatan lembar peta

Hasil dari proses ini berupa sheet set yang ditampilkan dalam Taskpane Map Book:

 

Click kanan dari nomet peta pada map Book, kemudian pilih [Zoom Tile] untuk menampilkan posisi tile / grid model space atau pilih [Zoom Layout] untuk menampilkan Layout.

Untuk membuat grid di layout, pilih layout yang akan diberi grid, kemudian pilih menu [Layout Tools] kemudian pilih pada grup [Map Viewport], pilih [Reference System]

Pilih batas view port / [Main Viewport]

Kemudian lakukan setting sebagai berikut:

Kemudian click OK

 

Hasil layout setelah diberi grid:

 

Nomer Peta di layout terlihat terlalu besar ukuran hurufnya. Lakukan editing di file dwt untuk merubah ukuran hurufnya.

 

Publikasi Map Book

Sebelum dilakukan proses plotting map, yakinkan bahwa layout-layout hasil generate map book mengarah ke plotter yang sama. Contoh jika akan diplot dalam bentuk format pdf, maka jenis printer di masing-masing layout diset ke [DWG to PDF.pc3].

 

Kemudian agar proses bisa diproses lebih cepat, maka setting background plotting di non-aktifkan.

Dari ketik di command:options

Kemudian di tab [Plot and Publish] un-check atau clear [Enable background plot when Plotting & Publishing]

 

Jika sudah dilakukan setting di atas, maka pada taskpane autocad di tab [Map Book], click kanan nama map book kemudian pilih [Publish to Plotter]

 

 

Setelah proses ini, maka semua layout dalam map book contour akan tercetak dalam format pdf.

 

=====Terimakasih, selamat mencoba=============

Advertisements

[XLS-SVY-25]: Menghitung Jarak, Sudut dan Beda Tinggi dari data Pengukuran Total Station Format X,Y,Z untuk diolah di Civil 3D (Bagian-02)

Referensi

:

Bagian-01

Perhitungan Poligon di Civil 3D

Platform

:

Excel & Civil 3D

Download

:

 

 

Hasil konversi pengukuran total station menjadi data ukur dalam format FBK pada posting sebelumnya adalah:

PRISM 0.000

STN 35 0.0000

BS 34 0.0000

AD VD 72 194.09204147 81.5184 0.0260 “TP.A2”

AD VD 3500004 220.48593049 18.7763 0.1510 “BG-0”

STN 72 0.0000

BS 35 0.0000

AD VD 7200001 346.34495583 13.3961 -0.6610 “BG-1”

AD VD 7200002 5.06596998 14.4380 -0.2620 “BG-2”

AD VD 7200003 13.07168004 15.2957 0.7410 “BG-3”

AD VD 73 167.11254012 202.2203 -0.0170 “TP.A3”

STN 73 0.0000

BS 72 0.0000

AD VD 7300001 46.17031719 11.6259 -0.4080 “REL-1”

AD VD 74 41.51344548 10.7289 -0.4130 “TP.A4”

 

Saat dilakukan survey, koordinat titik awal di station (STN) di titik 35 dan backsight (BS) awal di titik 34 adalah koordinat hasil pengukuran GPS geodetic dengan nilai sebagai berikut:

TITIK

X

Y

Z

PNT

TP.35A

410,328.331

9,540,256.075

44.608

35

TP.34A

410,098.009

9,540,447.075

45.903

34

 

Sedangkan untuk koordinat ikat terakhir hasil pengukuran total station yaitu titik 73 dan 74, selanjutnya dicek lagi dengan hasil pengukuran GPS geodetic sehingga akan didapat pengukuran polygon terbuka terikat di awal dan di akhir.

Berikut tahapan pengolahan data fbk tersebut di Civil 3D:

  1. Setting Survey Database

  2. Menentukan Folder / Lokasi Penyimpanan Survey Database

Pilih toolspace [Survey], kemudian click kanan [Survey Databases] lalu pilih [Set working folder..]

Pilih atau buat folder baru untuk menyimpan survey database, misal di folder : C:\Civil 3D Projects\dbsurvey_project1.

Clik kanan [Survey Databases] lalu pilih [New local survey database..] kemudian isikan nama local survey database, misalnya dbsvy_01

Tampilan toolspace [Survey] menjadi:

Sedangkan susunan folder survey database menjadi:

  1. Setting Survey Database

Pada toolspace [Survey], click kanan local survey database (dbsvy_01) kemudian pilih [Edit survey database setting..]. Set survey database seperti gambar di bawah:

  1. Menjalankan File FBK

  2. Membuat Network

Pada toolspace [Survey] di bawah folder local database dbsvy_01, click kanan icon [Network] kemudian pilih [New]

Masukkan nama network misalnya net1, sehingga tampilan folder local survey database menjadi:

  1. Memasukkan Control Points.

Masih di toolspace survey, di bawah network net1, click kanan [Control Points] kemudian pilih [New]

Masukkan nilai koordinat fix (control point) titik 35 dan 34

Cek nilai koordinat control points, dengan click kanan [Control Points] kemudian pilih [Edit]

  1. Memasukkan Hasil Ukuran (file fbk) ke Network

Click kanan [net1], pilih [Import] kemudian [Import fieldbook]..

Pilih file fieldbook dari latihan sebelumnya kemudian lakukan setting sebagai berikut:

Clik [OK] untuk memulai import fbk.

Koordinat hasil import fbk:

  1. Insert Titik dari Survey Database ke Gambar.

Masih di local survey database dbsvy_01, click kanan [Survey Points] kemudian [Points]>>[Insert into drawing]

Pilih point style yang diinginkan untuk menampilkan titik

  1. Perhitungan Poligon

  2. Input Tambahan Control Points

Misal hasil pengukuran GPS geodetic di titik ikat 73 dan 74 adalah sebagai berikut:

Lakukan input control points seperti langkah B-2

  1. Membuat Object Traverse Baru

Dalam folder [ net1], Click kanan [Traverses] kemudian pilih [New]

Masukkan dengan setting sebagai berikut:

Property

Value

Keterangan

Name

Pol-01

Isikan nama jalur polygon jalur pengukuran

Initial Station

35

Titik berdiri alat pertama kali di jalur titik polygon

Initial Backsight

34

Backsight pertama kali di jalur titik polygon

Stations

72,73

Titik tempat berdiri alat berikutnya

Final Foresight

74

Bidikan terakhir di titik tetap

  1. Perhitungan Poligon

Dalam folder [ net1], Click [Traverses] kemudian click kanan object polygon yang telah dibuat sebelumnya (pol-01), lalu pilih [Traverse Analysis]

Lakukan setting perhitungan polygon sebagai berikut:

Property

Value

Keterangan

Do Traverse analysisi

Yes

Analisa ketelitian jarak dan sudut

Do angle balance

Yes

Perataan sudut

Horisontal adjustment method

Transit rule

Koordinat 2D (X,Y) dikoreksi dengan metode “Transit”. Untuk meotode lainnya silakan dibaca di https://knowledge.autodesk.com

Vertical adjustment method

Length weighted distribution

Elevasi dikoreksi dengan metode distribusi perbandingan jarak

Horizontal closure limit 1:X

15000

Tolerasi kesalahan penutup horizontal

Vertical closure liit 1:X

15000

Toleransi kesalahan penutup vertical (elevasi)

Angular error per set

0.0005

Toleransi kesalan sudut / set

Update survey database

Yes

Update survey database setelah proses adjustment / koreksi

Click [OK]

Hasil perhitungan polygon akan ditampilkan empat (4) text file dengan penamaan file diawali dengan nama polygon/traverse yaitu:

  1. pol-01 Raw Closure.trv à kesalahan penutup sebelum dikoreksi
  2. pol-01 Balanced Angles.trv à pengukuran sudut terkoreksi
  3. pol-01 Vertical Adjustment.trvà elevasi terkoreksi
  4. pol-01.lsoà koordinat telah terkoreksi

Kesimpulan dari Bagian-01 dan Bagian-02 bahwa dengan melakukan perhitungan jarak dan sudut dari data koordinat (X, Y, Z) di Excel, maka Analisa polygon dan perhitungan detail/side shot bisa dilakukan di civil 3D dengan syarat, diketahui informasi titik berdiri alat (station) dan setting backsight.

[XLS-SVY-25]: Menghitung Jarak, Sudut dan Beda Tinggi dari data Pengukuran Total Station Format X,Y, Z untuk diolah di Civil 3D (Bagian-01)

Saya pernah menerima data survey dari surveyor hasil download total station dalam format nama Titik, X, Y, Z (PXYZ) tanpa menyertakan data mentah atau raw data yang berisi informasi tempat berdiri alat, backsight, jarak miring, sudut vertikal, sudut horisontal, tinggi alat dan tinggi target. . Contoh data yang aku terima:

Format hasil download berupa titik, X, Y dan Z mempunyai kelemahan antara lain:

  1. Jika ada koreksi data ukuran seperti data jarak, sudut, tinggi alat atau tinggi target maka otomatis koordinat tidak bisa dihitung ulang.
  2. Tidak bisa dilakukan pengolahan data poligon atau network adjustment.

Agar data bisa diolah lebih lanjut di civil, maka data di atas perlu dimodifikasi dan diberi data tambahan sebagai berikut:

  1. Rubah nama titik menjadi angka bulat karena civil 3d tidak bisa menerima nama titik dalam selain angka bulat. Nama titik menjadi dijadikan point description dalam civil 3d. Format titik menjadi PENZD atau (PointNumber, East, North, Elevation dan Description)
  2. Menambahkan koordinat tempat berdiri alat dan koordinat backsight yang nantinya akan digunakan untuk menghitung sudut horisontal
  3. Setelah data yang terdiri sudut horisontal, jarak dan beda tinggi sudah dihitung, maka dilakukan konversi ke format autodesk fieldbook (fbk) untuk selanjutnya diproses dengan civil 3d dengan menggunakan tool civil 3d survey.

Format data setelah diedit menjadi:

 

Kolom

Keterangan

A

Infomasi keterangan job atau job-id

B

Informasi urutan tempat berdiri alat, atau setting alat

C

Kode titik: ST: Stasiun atau tempat berdiri alat BS: Backsight bidikan belakang atau orientasi SS: Sightshot bidikan detail

D,E,F,G

Berturut-turut Nama titik, X, Y , Z

H

Point Number dalam format angka bulat. Titik detail (SS) dengan format angka misal 7200001 artinya titik nomer 1 saat alat berdiri di station 72. Dengan cara pengkodean SS seperti di atas, maka tiap titik detail bisa dilacak tempat berdiri alatnya

 

Tahapan berikutnya adalah untuk menghitung kembali jarak dan sudut horisontal dari data koordinat:

 

Cell

Rumus

Keterangan Rumus

[I4]

=IF(LEN(D4)=0,”-“,LOOKUP(9^9,$B$4:$B4,E$4:E4))

Jika cell [D4] kosong atau panjang charactes (Len(D4)=0), maka isikan dengan tanda “-” Jika [D4] ada isinya, maka cari angka di kolom [B] atau kode angka tempat berdiri alat, kemudian jika ketemu diambail nilai koordinat X nya dari kolom [E]

[J4] [K4]

=IF(LEN($D4)=0,”-“,LOOKUP(9^9,$B$4:$B4,F$4:F4)) =IF(LEN($D4)=0,”-“,LOOKUP(9^9,$B$4:$B4,G$4:G4))

Sama dengan keterangan di atas tapi untuk mengambil nilai Y dari kolom F dan Z dari kolom G

[L4]

=IF(OR(C4=”ST”,LEN($D4)=0),”-“, IF($C4=”BS”, MOD(DEGREES(ATAN2(($F4-$F3),($E4-$E3))),360) ,L3))

Jika C4 sebagi tempat berdiri alat (ST) atau D4 kosong, maka tidak dihitung azimuth atau (“-“) Jika C4 sebagai titik bidikan belakang atau backsight (BS) Maka dihitung azimuth dari ST ke BS Jika kode SS yaitu kode selain ST dan BS, maka azimuth mengikuti hitungan baris sebelumnya

[M4]

=IFERROR(IF(C4=”SS”, MOD(DEGREES(ATAN2(F4-J4,E4-I4)),360) ,”-“),”-“)

Jika C4 sebagai titik detail (SS) Hitung azimuth dari ST ke SS Jika bukan kode SS, isikan dengan “-“

[N4]

=IFERROR(IF(C4=”SS”,MOD(M4-L4,360),”-“),”-“)

Jika C4 sebagai titik detail, hitung sudut horisontal dengan mengurangkan sudut azimut detail ke azimut statiion (M4-L4)

[O4]

=IFERROR(IF(C4<>”ST”,SQRT((E4-I4)^2+(F4-J4)^2),”-“),”-“)

Hitung jarak horisontal dari ST ke detail (SS)

[P4]

=IFERROR(G4-K4,”-“)

Menghitung beda tinggi ST ke SS

[Q4]

=””””&D4&””””

Merubah format nama titik menjadi diapit tanda ” agar bisa diproses di FBK

[R4]

=LOOKUP(“ZZZzzz”,A$4:A4)

Copy kode JOB

[I4:R4]

 

Copy rumus di range tersebut ke bawah sampai akhir data

Pada tahap ini jarak datar, sudut horisontal dan beda tinggi sudah didapatkan. Tahap berikutnya adalah merubah data di atas menjadi FBK

 

Cell

Rumus

Keterangan Rumus

[T4]

=INDEX($D$22:$D$24,MATCH($C4,$C$22:$C$24,0))

Merubah kode di kolom C menjadi kode di FBK

[U4] [V4] [W4] [U4:W4]

=IF($C4<>”SS”,”-“,TRUNC($N4)) =IF($C4<>”SS”,”-“,TRUNC(($N4-TRUNC($N4))*60)) =IF($C4<>”SS”,”-“,3600*($N4-TRUNC($N4))-60*TRUNC(($N4-TRUNC($N4))*60))

Mengambil nilai derajat dari hitungan sudut dari [N4] Mengambil nilai menit dari hitungan sudut dari [N4] Mengambil nilai detik dari hitungan sudut dari [N4] hasil konversi sudut dari desimal menjadi derajat-menit-detik

[X4] [X4]

=IF(C4<>”SS”,”-“, U4&”.”& TEXT(V4,”00″)& TEXT(INT(W4),”00″)& INT(MOD(W4,1)*10000))

Jika C4 tidak bidikan detail (SS), maka isikan dengan “-“, tetapi jika SS, maka Ambil nilai derajatnya diikuti dengan simbol “.” Ambil nilai menit dengan format dua digit “00” Ambil angka bulat dari nilai detik format dua digit “00” Ambil nilai desimal dari nilai detik jika ada. Hasil konversi suder derajat-menit-detik menjadi format d.mmss00

[Y4]

=REPT(TEXT(O4,”0.0000″),$C4=”SS”)

Rubah nilai jarak menjadi text format 4 digit desimal

[Z4]

=REPT(TEXT(P4,”0.0000″),$C4=”SS”)

Rubah nilai beda tinggi menjadi text format 4 digit desimal

[AA4]

=T4&” “&H4&REPT(” 0.0000 “,C4<>”SS”) & REPT(” “&X4&” “&Y4&” “&Z4&” “&Q4,C4=”SS”)

Rubah data menjadi format FBK

[AA3]

PRISM 0.000

Set tinggi target menjadi 0.000 meter

[T4:AA4]

 

Copy rumus di range tersebut dampai akhir data

Pada tahap ini, file ukuran sudah dirubah menjadi format FBK dan siap untuk di proses di civil 3d. Pilih range [AA3:AA17], kemudian paste di notepad lalu simpan dengan ekstensi *.fbk

 

((Lanjut ke Bagian-2))

CAD-MAP-21: Autocadmap 2012 error menutup sendiri saat click ribbon dan membuka file di Windows 7, 8, 8.1, and 10

Reference: https://knowledge.autodesk.com/support/autocad/troubleshooting/caas/sfdcarticles/sfdcarticles/AutoCAD-2013-and-2014-crashing-on-Windows-10-systems.html

Menurut referensi di atas, ketika menjalankan program AutoCAD 2012, 2013, 2014 and 2015 di Windows 7, 8, 8.1, and 10 systems, program menjadi crashed dan menutup dengan sendiri disebabkan oleh  .NET Framework 4.7 atau yang terbaru telah terinstall dalam system windows. Windows 10 tidak lagi support AutoCAD 2014 atau yang lebih rendah.

Agar program AutoCAD 2012, 2013, 2014 and 2015  dapat berjalan di system Windows 10, maka perlu dilakukan perubahan di file C:\Program Files\Autodesk\AutoCAD 20xx\acad.exe.config dengan menambahkan syntax di tag <runtime></runtime> :

<AppContextSwitchOverrides value=”Switch.System.Windows.Input.Stylus.DisableStylusAndTouchSupport=true”/>

Berikut langkah-langkah untuk merubah acad.exe.config:

1. Set folder  C:\Program Files\Autodesk\AutoCAD 20xx\ menjadi full control.

  • [Click kanan] folder , kemudian pilih [Properties]
  • Pilih tab  [Security]
  • Pada tab [Security], pilih [Edit]
  • kemudian pilih [Full Control]
  • Kemudian click OK
  • image

    2. copy file C:\Program Files\Autodesk\AutoCAD 20xx\acad.exe.config  kemudian edit file asli / file sebelum dicopy.

    • File sebelum diedit

    <configuration>
         <startup useLegacyV2RuntimeActivationPolicy=”true”>
             <supportedRuntime version=”v4.0″/>
         </startup>
         <!–All assemblies in AutoCAD are fully trusted so there’s no point generating publisher evidence–>
         <runtime>
             <generatePublisherEvidence enabled=”false”/>
             <assemblyBinding xmlns=”urn:schemas-microsoft-com:asm.v1″><probing privatePath=”bin\FDO;bin;Plugins\Workflow\Activities”/></assemblyBinding></runtime>
    </configuration>

    File setelah diedit:

    <configuration>
        <startup useLegacyV2RuntimeActivationPolicy=”true”>
            <supportedRuntime version=”v4.0″/>
        </startup>
        <!–All assemblies in AutoCAD are fully trusted so there’s no point generating publisher evidence–>
        <runtime>
            <generatePublisherEvidence enabled=”false”/>
            <assemblyBinding xmlns=”urn:schemas-microsoft-com:asm.v1″><probing privatePath=”bin\FDO;bin;Plugins\Workflow\Activities”/></assemblyBinding>

    <AppContextSwitchOverrides value=”Switch.System.Windows.Input.Stylus.DisableStylusAndTouchSupport=true”/>

    </runtime>
    < /configuration>

    %%selamat mencoba%%

    [CAD-MAP-20]:Autolisp untuk Menampilkan Tabel Peta Bidang di Autocadmap dan Microsoft Excel

    Reference : [CAD-MAP-19]: Membuat tabel Microsoft Access dari Hasil Topology Analysis di AutoCAD Map (Lanjutan-2: Menjalankan Autolisp)
    Platform : AutocadMap
    Download : download
         

    Pada tulisan [CAD-MAP-19]: Membuat tabel Microsoft Access dari Hasil Topology Analysis di AutoCAD Map (Lanjutan-2: Menjalankan Autolisp) tabel hasil topology analisis disimpan dalam bentuk database microsoft access. Pada tulisan kali ini akan diuraikan bagaimana cara melakukan topology analisis dengan menggunakan autolisp dan menampilkan hasilnya dalam bentuk block attribute dan spreadsheet excel.

    Fungsi isi block attribute diambil dari fungsi yang dibuat oleh Lee Mac sedangkan untuk proses penulisan ke Microsoft Excel diambil dari http://cadtips.cadalyst.com/export/export-text-a-drawing-excel-spreadsheet.

    Contoh aplikasi penggunaan fungsi overlay ini adalah membuat table peta bidang pada pekerjaan PTSL yaitu membuat tabel yang berisi informasi kolom / field nomer urut bidang, nomer identifikasi bidang dan luas tanah.

    Secara garis besar, tahapan untuk melakukan proses pembuatan tabel bidang tanah:

    1. Persiapan dan Pengecekan Standard Layer.
    2. Melakukan Proses Overlay Topology.
    3. Membuat Tabel Daftar Tanah

    1. Persiapan dan Pengecekan Standard Layer.

    1.a. Copy file program autolisp dan block ke folder Support File Search Path.

    Copy files dibawah ini ke salah satu folder Support File Search Path:

    image

    Sedangkan cara menegetahui file support path, ketik pada command: options

    kemudian pilih File>>Support File Search Patah :

    image

    1.b. Load/Panggil program autolisp.

    • Ketik pada command:appload
    • pilih file: tab_nib.lsp
    • click Load

    Agar program selalu dipanggil atau di-uploaded saat program autocadmap dijalankan, tambahakan program tab_nib.lsp di [Startup Suite]

    1.c. Cek insertion point text dan standard layer

    Syarat proses overlay untuk pembuatan table adalah:

    No Keterangan Tindakan
    1. Topology bidang sudah terbuilt sempurna atau topology dengan centroid NIB sudah bebas dari kesalahan Lakukan re-build topology sebelum proses dilakukan
    2. Harus ada hanya satu NUB (Nomor Urut Bidang) dan Satu Nama di dalam gambar bidang tanah Geser insertion point text NUB dan Nama ke dalam bidang tanah, jika ditemukan insertion point NUB dan Nama ada di luar bidang tanah
    3 Nama harus tertulis dalam satu baris Jika nama tertulis dalam lebih dari satu baris, maka penulisan nama tersebut harus digabung menjadi satu.
    4 Layer untuk text nub: tn_nub
    Layer untuk text nama: tn_nama
    untuk merubah layer ke tn_nub, ketik di command:z_lu
    untuk merubah ke layer tn_nama, ketik di command:z_ln

    2. Melakukan Proses Overlay Topology.

    Proses overlay dijalankan setelah syarat-syarat pada langkah 1.c sudah terpenuhi.

    Ketik pada command:z_xdata

    sehingga keluar notifikasi:

    Overlay successfully created.

    Hasil proses overlay ini akan terbentuk object titik pada layer [nub_nib] di tiap-tiap insertion point text NUB dan text Nama. Jika object titik tidak terlihat, ketik di command:pdmode, kemudian masukkan value=3.

    Command: pdmode
    Enter new value for PDMODE <3>:

    image

    Titik merah adalah, titik hasil topology overlay yang berisi informasi NIB, NUB, Nama dan Luas.

    Untuk melihat data hasil overlay, ketik di command:adeeditdata

    kemudian pilih salah satu titik di dekat nub, misal nub 18, maka akan ditampilkan informasi sebagai berikut:

    image

    Pada tabel di atas sudah terbentuk tabel korelasi atau link antara NIB dan NUB.

    kemudian pilih juga titik di dekat text nama, maka akan ditampilkan informasi sebagai berikut:

    image

    Pada tabel di atas sudah terbentuk korelasi atau link antara NIB dan Nama Pemilik.

    Gabungan antara NIB,NUB dan luas akan dibuat pada tahap berikutnya.

    3. Membuat Tabel Daftar Tanah.

    Ketik di command:Z_TABELPBT

    Kemudian pilih lokasi tabel di autocadmap.

    Hasil tabel di autocad dan excel:

    image

    ==selamat mencoba===

    [GEN-PMG-07]: Menghitung upah lembur dengan excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) Bagian 3

    Referensi : [GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004)
    [XLS-PMG-07]: Menghitung upah lembur dengan excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) Bagian 2
    Platform : Microsoft Excel
    Download : Download

     

    Pada tulisan sebelumnya telah diuraikan tahapan untuk menghitung lembur dengan kondisi 5 (lima) hari kerja/minggu dan 6 (enam) hari kerja/minggu dengan input jam kerja yang sudah diketahui. Pada tulisan ini akan saya sharing template yang pernah saya buat untuk aplikasi di suatu proyek dengan kondisi yang lebih komplek yaitu:

    • 1. Data yang dimasukkan adalah [Jam Masuk] dan [Jam Keluar].
    • 2. Jam Istirahat bisa diatur fleksibel atau bisa dirubah.
    • 3. Perhitungan lima(5) hari kerja, jika karyawan bekerja di kantor pusat dan menggunakan perhitungan 6 (enam) hari kerja jika bekerja di lapangan
    • 4. Slip gaji sudah dilengkapi dengan perhitungan BPJS dan Pajak Penghasilan (PPH21).

    Berikut tutorial cara penggunaan spreadsheet excel yang sudah di download:

    1. Memasukkan Setting Hari Libur di Sheet [hr_libur]

    Masukkan tanggal hari libur di kolom [tgl] atau kolom [A] dengan format tanggal yang sesuai dengan settingan di windows. Contoh setting tanggal di komputer saya yang terlihat di task bar windows adalah image, maka untuk tanggal 30 Mei 2018 dimasukkan dengan format 5/30/2018 atau 5/30/18.

    Setelah memasukkan tanggal sesuai dengan format yang benar, masukkan juga keterangan hari libur di kolom [Keterangan]. Bagian kolom [No] tidak perlu diisi karena kolom ini akan terisi otomatis tiap ada penambahan record atau dta baru.

    2. Memasukkan Setting Jam istirahat di sheet [jm_istrht]

    image

    Kolom [No], [Hari] dan [Kode Hari] berisi formula. Input jam kerja dimasukkan di kolom:

    [Rest01 Start], [Rest01 End] : untuk jam istirahat pertama

    [Rest02 Start1], [Rest02 End] : untuk jam istirahat kedua

    [Rest03 Start], [Rest03 End] : untuk jam istirahat ketiga

    Jam dimasukkan dengan format hh:mm, dalam format ini jika akan memasukkan jam 1 siang atau 1:00 PM maka jam dimasukkan dengan format 13:00 demikain juga untuk jam 11:00 pm dimasukkan dengan format 23:00.

    Format hh:mm ini juga berlaku saat pengisian jam masuk kerja dan jam keluar kerja.

    3. Memasukkan Isian di sheet [ts] dan [slip]

    Jika diinginkan format tanpa detail perhitungan gaji, dapat mengunakan format di sheet [ts] sedangkan jika diinginkan input jam kerja disertai dengan detail perhitungan gaji dapat menggunakan format di sheet [slip].

    Pada prakteknya di lapangan, saya menggunakan 2 (dua) sheet tersebut untuk aplikasi yang berbeda. Sheet [ts] diberikan ke karyawan digunakan untuk mendapatkan approval dari atasan, sedangkan sheet [slip] digunakan untuk menghitung gaji atau sebagai slip gaji.

    Masing-masing sheet [ts] dan [slip] terdapat kolom [Q]:[AE] yang berisi rumus bantu untuk perhitungan timesheet, Anda bisa hide kolom ini saat pencetakan atau distribusi form ke karyawan. Jangan dihapus atau dimodifikasi rumus ini, kecuali Anda benar-benar memahami isi dan maksud dari rumus tersebut.

    Format sheet [ts]:

    image

    Isikan ID, Nama dan Posisi atau bila diperlukan bisa ditambahkan nama supervisi, department atau isian lain pada area K2:O3

    Pilih Bulan dan Tahun di cell [D2] dan [E2], maka kolom [Tgl] dan [Hari] akan terisi otomatis, kolom berwarna hijau berisi formula, sehingga tidak perlu diisi kolom hijau akan otomatis terupdate jika ada perubahan tanggal termasuk perubahan warna huruf jika tanggal bertepatan dengan hari libur, jumat, sabtu dan minggu.

    Kolom yang perlu diisi manual adalah:

    Nama Kolom Keterangan
    Kode Hari Kerja Masukkan angka 5 jika bekerja untuk 5 hari kerja/minggu dan masukkan angka 6 jika untuk bekerja 6 hari kerja / minggu
    Masuk , Keluar Isikan jam masuk, jam keluar sesuai dengan format tanggal di windows
    Kolom [Durasi] akan terisi otomatis jika jam masuk dan jam keluar sudah terisi. Format durasi adalah dalam satuan desima sehingga jika durasinya adalah 8 jam 30 menit, maka masukkan angka 8.5
    Koreksi Isikan koreksi jam kerja jika diperlukan dalam satuan desimal. Misalnya dalam ada koreksi penambahan jam setengan jam atau 00:30 maka dimasukkan 0.5 atau sebaliknya ada pengurang jam 00:30, maka dimasukkan -0.5

    Sedangkan tampilan untuk sheet [slip]:

    image

    Ada tambahan input yaitu:

    Nama Input Keterangan
    Gaji Dasar Masukkan gaji pokok atau gaji dasar /bulan
    Tunjangan Tetap Masukkan Tunjangan tetap /bulan
    Rate Lembur Masukkan unit rate lembur / jam.
    “maaf tulisan di template masih /bulan, mohon untuk dikoreksi /jam”
    Tunj. Makan Masukkan tunjangan makan /hadir
    Tunj. Transport Masukkan tunjangan transport /hadir
    Tunj. Kehadiran Masukkan tunjangan kehadiran /hadir
    PTKP Karyawan Masukkan golongan PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) karyawan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Detail perhitungan gaji disertai dengan perhitungan BPJS dan PPH21 adalah:

    image

    Silakan dicoba dan mohon koreksinya jika ada kesalahan.

    Terimakasih telah berkunjung di blog saya.

    [CAD-MAP-19]: Membuat tabel Microsoft Access dari Hasil Topology Analysis di AutoCAD Map (Lanjutan-2: Menjalankan Autolisp)

    Reference : [CAD-MAP-018]: Aplikasi Topology Analysis di AutoCAD Map untuk Mengambil Nilai Text dalam Polygon (disertai dengan tahapan pembuatan Autolisp)
    Platform : Autocad Map
    Download File :  

    Tulisan sebelumnya di [CAD-MAP-018]: Aplikasi Topology Analysis di AutoCAD Map untuk Mengambil Nilai Text dalam Polygon (disertai dengan tahapan pembuatan Autolisp) telah diuraikan langkah-langkah untuk membuat topology analysis melalui perintah / tools yang ada di autocadmap. Pada langkah-langkah tersebut juga disertakan tahapan untuk membuat program autolispnya. Autolisp di bawah hasil salinan code autolisp yang telah di post tersebut:

    (defun c:atop ()
      (setq cmddia_old (getvar "cmddia"));simpan setting cmddia sebelumnya
     
      (setvar "cmddia" 0);set kotak dialog off
      ;setting list object data di bawah bisa dirubah sesuai data yang ada

      (setq list_od (list "OD_NIB" "OD_BERKAS" "OD_NAMA"));list object data yang akan dibuat
      (setq list_fld (list "NIB" "BERKAS" "NAMA"));list nama field atau header
      (setq list_type (list "C" "C" "C")); list object type dari list object di atas
      (setq list_layer (list "080201" "tn_lai_berkas" "tn_lai"))

      (setq i -1);setting index untuk ambil
      (foreach od list_od
        (setq i (1+ i))
        ;;1. Membuat object data tabel
        (command  "ADEDEFDATA" "N" od (nth i list_fld) "" (nth i list_type) "" "N" "X")
       
        ;;2. linked object data table ke string atau text.
        (setq filter (list (cons 0 "TEXT") (cons 8 (nth i list_layer))));set filter
        (command "ADEGENLINK" "O" "O" od "Y" "S" (ssget "X" filter) "")
       
        );end foreach

        ;;3. Proses Overlay

      (setq tp_node1 "BERKAS" tp_node2 "NAMA" tp_poly "Batas_Persil")
      (setq od_res1 "OD_BERKAS_PRSL" od_res2 "OD_NAMA_PRSL")
      (setq tp_res1 "TP_BERKAS" tp_res2 "TP_NAMA")
      (setq od_node1 (nth 1 list_od))
      (setq od_node2 (nth 2 list_od))
      (setq od_poly (nth 0 list_od))

      ;;overlay pertama
      (command "MAPOVERLAY" tp_node1 "o" od_node1 "y" "")
      (command tp_poly "o" od_poly "y" "")
      (command "i" tp_res1 "" "0" od_res1 "y" "")

      ;;overlay kedua
      (command "MAPOVERLAY" tp_node2 "o" od_node2 "y" "")
      (command tp_poly "o" od_poly "y" "")
      (command "i" tp_res2 "" "0" od_res2 "y" "")

      (setvar "cmddia" cmddia_old)
      );end defun

    Cara menjalankan kode di atas:

    1.  Copy code di atas ke notedpad kemudian simpan file dengan extensi .lsp misal diberi nama analisa_topologi.lsp.

    2. Buka file autocad yang akan diproses. Karena autolisp tersebut dikembangkan dari file yang sudah ada maka jika akan menggunakan fila yang lain maka syarat-syarat berikut harus dipenenuhi dalam file tersebut harus sesuai dengan perintah / fungsi yang ada di autolisp yaitu:

    Fungsi dalam Autolisp Data yang harus ada

    (setq list_layer (list "080201" "tn_lai_berkas" "tn_lai"))

    Object text NIB harus terletak di layer: 080201
    Object text BERKAS harus terletak di layer: tn_lai 
    Object text NAMA harus terletak di layer: tn_lai_berkas

    (setq tp_node1 "BERKAS" tp_node2 "NAMA" tp_poly "Batas_Persil")

    Node Topology dari object text BERKAS bernama : BERKAS
    Node Topology dari object text NAMA bernama : NAMA
    Polygon Topology dari batas persil dengan centoid object NIB bernama Batas_Persil

    Jika nama layer dan nama topology berbeda dengan di atas, code lisp pada file analisa_topologi.lsp bisa disesuaikan dengan file yang akan diproses dengan merubah di bagian statement di atas.

    3. Setelah file dibuka, pastikan bahwa topology BERKAS, NAMA dan Batas_Persil telah di-Load Topology dan juga telah ter-connect ke ODBC database.

    image

    4. Untuk memastikan bahwa topology siap diproses, setelah di load topology, lakukan re-create di masing-masing topology.

    image

    4. Load applikasi atau program autolisp dengan mengetik di command:appload

    5. Pilih file analisa_topologi.lsp kemudian click [Load]. Jika ada pesan, File Loading – Security Concern, Check pilihan [Always load this application] kemudian click [Load]

    image

    6. Ketik pada command:atop

    7. Pada saat autolisp dijalankan akan ditampilakn urutan perintah proses overlay.

    Command: ATOP
    ADEDEFDATA
    Field 1:
    Command: ADEGENLINK
    Linkage type: [Blocks/textObjects/encloseDBlocks/enclosedText]<enclosedText>: O
    Create [Objectdata/ASElinks]<ASElinks>: O
    Object data table (? for list): OD_NIB
    Use Insertion Point as Label Point: [Yes/No] <N>:Y
    Text objects to generate from: [Select/All]<All>: S
    Select objects:   22 found

    Select objects:
    22 object(s) to process.
    Processing 22…done. 22 links created.
    Command: ADEDEFDATA
    Field 1:
    Command: ADEGENLINK
    Linkage type: [Blocks/textObjects/encloseDBlocks/enclosedText]<enclosedText>: O
    Create [Objectdata/ASElinks]<ASElinks>: O
    Object data table (? for list): OD_BERKAS
    Use Insertion Point as Label Point: [Yes/No] <N>:Y
    Text objects to generate from: [Select/All]<All>: S
    Select objects:   22 found

    Select objects:
    22 object(s) to process.
    Processing 22…done. 22 links created.
    Command: ADEDEFDATA
    Field 1:
    Command: ADEGENLINK
    Linkage type: [Blocks/textObjects/encloseDBlocks/enclosedText]<enclosedText>: O
    Create [Objectdata/ASElinks]<ASElinks>: O
    Object data table (? for list): OD_NAMA
    Use Insertion Point as Label Point: [Yes/No] <N>:Y
    Text objects to generate from: [Select/All]<All>: S
    Select objects:   35 found

    Select objects:
    35 object(s) to process.
    Processing 35…done. 35 links created.
    Command: MAPOVERLAY
    Enter source topology name (? for list) <nama>: BERKAS
    Enter type of source data (Object-data/Sql-data): o
    Enter table name (? for list) <>: OD_BERKAS
    Select all available fields? (Yes/No) <Y>: y
    Enter type of source data (Object-data/Sql-data):
    Enter overlay topology name (? for list) <Batas_Persil>: Batas_Persil
    Enter type of overlay data (Object-data/Sql-data): o
    Enter table name (? for list) <>: OD_NIB
    Select all available fields? (Yes/No) <Y>: y
    Enter type of overlay data (Object-data/Sql-data):
    Enter overlay operation (Intersect/Union/iDentity/Erase/Clip/Paste) <I>: i
    Enter result topology name: TP_BERKAS
    Enter result topology description:

    Enter target layer (? for list) <080201>: 0

    Enter result data table (? for list) <>: OD_BERKAS_PRSL
    No such data table. Create table? (Yes/No) <Y>: y
    Enter table description:
    Creating TP_BERKAS topology by Overlay…
    Writing topology information to the drawing…

    Overlay successfully created.
    Command: MAPOVERLAY
    Enter source topology name (? for list) <berkas>: NAMA
    Enter type of source data (Object-data/Sql-data): o
    Enter table name (? for list) <>: OD_NAMA
    Select all available fields? (Yes/No) <Y>: y
    Enter type of source data (Object-data/Sql-data):
    Enter overlay topology name (? for list) <Batas_Persil>: Batas_Persil
    Enter type of overlay data (Object-data/Sql-data): o
    Enter table name (? for list) <>: OD_NIB
    Select all available fields? (Yes/No) <Y>: y
    Enter type of overlay data (Object-data/Sql-data):
    Enter overlay operation (Intersect/Union/iDentity/Erase/Clip/Paste) <I>: i
    Enter result topology name: TP_NAMA
    Enter result topology description:

    Enter target layer (? for list) <0>: 0

    Enter result data table (? for list) <>: OD_NAMA_PRSL
    No such data table. Create table? (Yes/No) <Y>: y
    Enter table description:
    Creating TP_NAMA topology by Overlay…
    Writing topology information to the drawing…

    Overlay successfully created.
    Command: 0

    8. Proses selanjutnya adalah Menyimpan object data OD_NAMA_PRSL, OD_BERKAS_PRSL dan ke Microsoft access seperti tahapan di [CAD-MAP-018]: Aplikasi Topology Analysis di AutoCAD Map untuk Mengambil Nilai Text dalam Polygon (disertai dengan tahapan pembuatan Autolisp) dimulai dari tahap ke E. Menyimpan Object Data ke Microsoft Access.

    ==========

    Silakan dicoba dan terimakasih telah berkunjung di blog saya