coretan tentang autocad dan excel

April 12, 2016

[XLS-MAP-11]: Plotting Poligon dalam Koordinat TM3 ke Google Earth dengan Microsoft Excel

Filed under: Excel, Geodesy, Map, Tukang Ukur — Tags: , — cadex @ 22:24
Referensi : [XLS-MAP-10]: Plotting Koordinat UTM Ke Google Earth Dengan Microsoft Excel
Lokasi File :  
Platform : Microsoft Excel dan Google Earth
     

Pada posting sebelumnya telah diuraikan bagaimana cara memplot titik koordinat UTM ke Google Earth dengan menggunakan microsoft excel. Kali ini akan diuraikan bagaimana cara memplot jika koordinat tersebut dalam sistem proyeksi TM 3. Keterangan tentang sistem proyeksi TM3, silakan click link [CAD-MAP-05]: Proyeksi Koordinat Ke TM3 Di AutoCAD MAP atau [XLS-MAP-08]:14 Langkah Membuat Rumus Nomer Lembar TM3 Di Excel.

Misalkan list urutan poligon yang akan diplot adalah:

image

Berdasarkan pendekatan di google earth atau berdasarkan peta, lokasi koordinat geografis (koordinat lintang, bujur) tersebut terletak sekitar di 110derajat Bujur Timur dan 6derajat Lintang Selatan.

Silakan download file terlebih dahulu untuk mengikuti tahapan di bawah. Jika file suah terdownload dan file sudah dibuka:

  • Pada sheet [list] masukkan koordinat di atas. Delete baris di bawahnya jika sebelumnya ada list koordinatnya
  • Pindah ke sheet [Parameter], kemudian masukkan parameter untuk proyeksi TM3 sebagai berikut:

image

  • Pilih [Ellipsoid Reference]: WGS 84 dan [Map Projection] : TM3
  • Isikan [Longitude] atau bujur pendekatan 110
  • Isikan [Latitude] atau lintang pendekatan –6. Jika lintang pendekatan ada di lintang utara, maka masukkan tanpa tanda negatif.
  • pindah ke sheet [Grid2Geo] untuk melihat hasil perhitungan koordinat TM3 ke Geografis (Lintang,Bujur).
  • pindah ke sheet [point(xml)], kemudian hapus baris yang bertanda error #REF!
  • pindah ke sheet [polygon(xml)],kemudian hapus baris yang bertanda error #REF!
  • Apabila list koordindat lebih dari 4 titik, maka dapat dilakukan insert rows sesuai dengan jumlah titik. Sedangkan rumus pembentukan xml dapat dicopy dari rumus baris di atasnya
  • khusus untuk poligon, masukkan lagi koordinat terakhir=koordinat pertama
  • Pada sheet [point(xml)], `copy` range [G3:G10], kemudian `paste` ke notepad lalu simpan sebagai file kml. Misal nama filenya titik.kml
  • Pada sheet [polygon(xml)], `copy` range [E3:E17], kemudian `paste` ke notepad lalu simpan sebagai kml. Misal nama filenya : poligon.kml
  • Jalankan Google Earth
  • Pada menu [File], pilih [Open]
  • Pilih file [titik.kml] untuk menampilkan lokasi titik TM3.
  • Kemudian [Open] lagi file [poligon.kml] untuk menampilkan garis poligonnya
  • Setting properties polygon sesuai selera. Untuk contoh ini saya setting properties poligon di Google Earth:

image

 

  • Pilih tab [Measurement], maka didapat hitungan luas dan panjang kelilingnya

image

  • Hasil di google earth:

image

 

+selamat mencoba

January 1, 2016

[XLS-MAP-10]: Plotting Koordinat UTM ke Google Earth dengan Microsoft Excel

Filed under: Excel — Tags: , — cadex @ 02:04
Referensi :

[XLS-MAP-01]: Rumus Excel untuk Mencari Zone UTM dan TM3

[XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2)

Platform : Microsoft Excel, Google Earth
Lokasi File :  

 

Posting kali ini akan diuraikan cara mengeplot koordinat UTM ke dalam program google earth melalui file kml menggunakan program Microsoft Excel.

Program Microsoft Excel digunakan untuk merubah file koordinat UTM ke koordinat Lintang, Bujur kemudian berdasarkan koordinat Lintang, Bujur tersebut dibuatkan file KML yang dapat dibuka dengan program Google Earth.

Sebagai panduan langkah-langkah di bawah, silakan download file terlebih dahulu.

Contoh list koordinat UTM yang akan diplot:

image

Berikut adalah tahapan-tahapan yang saya lakukan:

1. Konversi Koordinat UTM ke Koordinat Geografis (Lintang, Bujur).

Rumus untuk merubah koordinat UTM ke Koordinat Geografis, menggunakan rumus yang telah diuraikan dalam [XLS-MAP-09]:Speadsheet Proyeksi Traverse Mercator di Excel (Versi #2).

Konversi atau proyeksi UTM ke Koordinat Geografis dengan asumsi menggunakan Ellipsoid Reference WGS 84, maka pada sheet [Parameters] dilakukan setting sebagai berikut:

image

[C2] Pilih WGS 84 Parameter a dan 1/f akan otomatis terisi
[C6] Pilih UTM Parameter proyeksi UTM akan terisi sendiri
[C14]   Masukkan koordinat Bujur pendekatan
[C15]   Masukkan koordinat Lintang pendekatan. Masukkan nilai negatif jika terletak di lintang selatan (South)

 

Setelah dilakukan setting parameter proyeksi, pindah ke sheet [Grid2Geo] untuk selanjutnya dilakukan proses proyeksi/konversi koordinat:

image

[A:C]   Masukkan koordinat UTM dengan urutan Nama Titik, East (X), North(Y)
     
[D8] =lat menghitung nilai Koordinat Lintang dalam satuan desimal
[E8] =lg menghitung Koordinat Bujur dalam satuan desimal
[F8] =gConv menghitung konvergensi grid dalam satuan desimal
[G8] =pntScale menghitung faktor skala titik
     
    copy rumus di [D8:G8] ke bawah sampai ke titik terakhir yang akan dihitung

2. Setting XML untuk plotting koordinat dalam bentuk titik.

Pindah ke sheet [point(xml)] untuk membuat file kml dam bentuk titik.

image

KML generator di atas akan membuat kumpulan titik dalam folder yang didefinisikan dalam cell [C4], nama titik dan koordinatnya dimulai dari cell [C6] dan cells [E6] sampai titik yang diinginkan. Cells yang berwarna kuning adalah cells yang berisi rumus atau formula dengan menggunakan referensi [Grid2Geo].

image

KML generator di atas akan membuat kumpulan titik dalam folder yang didefinisikan dalam cell [C4], nama titik dan koordinatnya dimulai dari cell [C6] dan cells [E6] sampai titik yang diinginkan. Cells yang berwarna kuning adalah cells yang berisi rumus atau formula dengan menggunakan referensi [Grid2Geo]. Sedangkan text dalam kolom G atau kolom XML adalah file KML yang akan diexport atau dibaca oleh Google Earth.

Rumus yang disgunakan dalam worksheet [point(xml)]:

[C4]   Masukkan nama group atau folder titik
[C6] =Grid2Geo!A8 mengambil point desc dari sheet [Grid2Geo] sebagai nama placemark
[E6] =TEXT(Grid2Geo!E8,"0."&REPT("0","14"))&","&TEXT(Grid2Geo!D8,"0."&REPT("0","14"))&","&TEXT(list!D2,"0.00") memformat koordinat Bujur, Lintang dari sheet [Grid2Geo] dalam unit desimal dengan format 14 digit desimal
[G6] =B6&C6&D6&E6&F6 Menggabungkan text di kolom B, c d e dan F
     
    copy rumus di [A6:G6] sampai ke titik terakhir di sheet [Grid2Geo]
[G19] </Folder> jangan lupa akhiri dengan text </Folder>

3. Membukan file KML di Google Earth.

[G3:G19]   Block range [G3:G19]>> kemudian click kanan>>Copy

Jalankan program note pad, kemudian paste hasil copy dari excel

Kemudian simpan notepad dengan extensi kml. Misal disimpan dengan nama [titik.kml]

image

Jalankan program Google Earth kemudian bukan file [titik.kml]

Untuk kumpulan titik yang berbentuk polygon tertutuo silakan dicoba template di sheet [polygon(xml)].

 

===terimakasih telah berkunjung di blog saya===

December 25, 2015

Filed under: Excel — cadex @ 22:45

January 26, 2015

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase) Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil (lanjutan)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 16:13

Referensi

:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File

:

 

Uraian di bawah adalah lanjutan dari posting sebelumnya

A. Input Data Pengamatan

image

Data pengamatan dimasukkan dengan format table seperti di atas dengan terlebih dahulu memasukkan tanggal pengamatan pertama di cell [C6]. Data pengamatan muka air tiap jam pada tanggal yang sama dimasukan sesuai mulai dari kolom [D:AA].

B. Konstanta Astronomis untuk 9 Konstituent

image

Cell

Rumus

Keterangan

[E27]

=360/D27

Merubah periode menjadi kecepatan satuan derajat/jam

   

Copy rumus di [E27] ke bawah untuk menghitung kecepatan sudut tiap konstituen

[F27]

=RADIANS(E27)

Merubah kecepatan sudut dalam satuan radian/jam

   

Copy rumus [F27] ke bawah untuk menghitung kecepatan sudut di tiap konstituen

C. Membuat Persamaan Observasi dan Menghitung dengan Hitung Kuadrat Terkecil

C.1. Matrix Observasi [L]

image

Cell

Rumus

Keterangan

[E74]

=COUNT(B6:B20)

Menghitung lama pengamatan dalam satuan hari

[E75]

=E74*24

Menghitung banyaknya pengamatan atau observasi

[AC6]

=IF(COUNT($AD$6:AD6)<=$E$75,COUNT($AD$6:AD6),NA())

Urutan pengamatan atau urutan persamaan observasi.

   

Copy rumus [AC6] sampai ke [AC365]

[AD6]

=1

Masukkan angka 1 untuk hari pertama

[AD7]

=AD6+($AE7=1)

Jika periode jam di cell [AE7]=1, maka masuk ke hari berikutnya

   

Copy rumus [AD7] sampai ke [AD365]

[AE6]

=IF(MOD(ROWS($AD$6:AD6),24)=0,24,MOD(ROWS($AD$6:AD6),24))

Membuat urutan atau deret periode jam dari jam ke-1 sampai ke-24

   

Copy rumus [AE6] sampai ke [AE365]

[AF6]

=OFFSET($C$5,$AD6,)+OFFSET($C$5,,$AE6)

Mengambil tanggal dan jam pengamatan

   

Copy rumus [AF6] sampai ke [AF365]

[AG6]

=OFFSET($C$5,$AD6,$AE6)

Mengambil nilai muka air sesuai dengan tanggal dan jam pengamatan

   

Copy rumus [AG6] sampai ke [AG365]

     
C.2. Matrix Koefisien [A]

image

Cell

Rumus

Keterangan

[AI1]

=MOD(COLUMNS($AI$2:AI2),2)

Membuat deret angka 1,1,2,2,3,3,4,4,…..,9,9

   

Copy rumus [AI1] sampai ke [AZ1]

[AI2]

=OFFSET($F$26,AI1,)

Mengambil kecepatan sudut untuk masing-masing konstituen

   

Copy rumus [AI2] sampai ke [AZ2]

[AH6]

=1

δht1/δZo

   

Copy rumus [AH6] sampai ke [AH365]

[AI6]

=IF(LEFT(AI$5,1)="A",COS(AI$2*$AC6),-SIN(AI$2*$AC6))

Jika huruf pertama di cells [AI5]=A, maka dihitung δht1/δA1, jika B maka δht1/δB1

   

Copy rumus [AI6] sampai ke [AI6:AZ365]untuk menghitung nilai derivative untuk setaip persamaan observasi

Buat Named Range dengan properties sebagai berikut:

image

C.3. Menghitung Parameter

image

Cell

Rumus

Keterangan

[BD6]

=MMULT(MMULT(MINVERSE(MMULT(TRANSPOSE(MatrixA),MatrixA))
,TRANSPOSE(MatrixA)),MatrixL)

Menghitung Parameter

   

Untuk mengcopy rumus di [BD6}, lakukan langkah berikut:

· Block atau pilih range [BD6:BD24], kemudian tekan tombol F2

· Kemudian tekan bersamaan CTRL+SHIFT+ENTER

[BF6]

=INDEX(MMULT(MatrixA,$BD$6:$BD$24),AC6)-AG6

Menghitung koreksi ukuran

   

Copy rumus di [BF6] sampai [BF365]

[BG6]

=BF6+AG6

Tinggi muka air terkoreksi

D. Menghitung Amplitudo dan Phase

image

Cell

Rumus

Keterangan

[D81]

=BD6

Tinggi muka air rata-rata

[E82]

=VLOOKUP(E$80&$B82,$BC$6:$BD$24,2,0)

Mengambil parameter A1

   

Copy rumus [E82] ke range [E82:F90]

[G81]

=D81

 

[G82]

=SQRT(E82^2+F82^2)

Menghitung amplitude

   

Copy rumus [G82] sampai [G90]

[H82]

=MOD(DEGREES(ATAN2(E82,F82)),360)

Menghitung sudut phase dalam satuan derajat/jam

[I82]

=RADIANS(H82)

Menghitung sudut phase dalam satuan radian/jam

Dengan acuan hitungan di atas, maka untuk pengamatan 30 hari atau lebih bisa dikembangkan lebih lanjut. Demikian juga jika diperlukan untuk perhitungan konstanta pasut yang lebih atau kurang dari 9 konstituent.

Silakan download file di sini untuk dipelajari lebih lanjut.

==semoga bermanfaat==

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase) Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 09:41

Referensi

:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File

:

 

Pada posting [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel hitungan kontanta pasut yang terdiri dari Amplitudo dan Phase dengan metode hitung kuadrat terkecil menggunakan VBA Excel atau macro. Sedangkan pada posting kali ini akan diuraikan proses hitungan yang sama tetapi hanya dengan menggunakan rumus/fungsi Microsoft Excel tanpa menggunakan VBA Excel.

Mengacu ke rumus pengembangan rumus Tidal Harmonic Analysis di bawah :

image

Mengacu ke Rumus-5, jika akan mencari 9 nilai Konstanta Pasut, maka nilai yang akan dicari (parameter) ada 19 parameter yaitu nilai Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9. Selanjutnya nilai masing-masing Amplitudo dan Phase dihitung dengan Rumus-6 dan Rumus-7.

Nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 adalah suatu konstanta kecepatan sudut untuk masing-masing constituent yang didapat dari 5 (lima) dasar kecepatan astronomi (5 (Five) Basics astronomical speeds). Silakan baca di link berikut untuk rumus mendapatkan nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 dari Five basic astronomical speeds.

Persamaan observasi untuk pengamatan muka air tiap jam selama 15 hari akan didapatkan (15 hari x 24 jam /hari )=360 jam atau 360 persamaan dengan uraian sebagai berikut:

image

Dengan menggunakan prinsip least square (hitung kuadrat terkecil), persamaan observasi di atas kemudian dibentuk dalam format matrix:

[L]+[V]=[A].[X]

[L] : matrix data ukuran (observasi), [V]: matrix koreksi, [A]: matrix koeffisien dan  [X]: matrix parameter  dihitung dengan rumus sebagai berikut:

image

Matrix [A] dihitung dengan men-derivatifkan atau “menurunkan” tiap persamaan observasi terhadap Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9 atau terhadap parameter yang dicari

image

Klik di sini untuk penerapan rumus excelnya

October 12, 2014

[CAD-MAP-15]: Import Kontur dari SHP File dengan AutoCAD MAP

Filed under: Excel — cadex @ 22:39
Referensi :
Platform : AutoCAD Map atau Civil 3D
Lokasi File :

Saya akan berbagi pengalaman tentang proses import file .shp ke AutoCAD dengan menggunakan program AutoCAD MAP.

File SHP atau kadang disebut juga sebagai ESRI SHP file adalah file berbasis GIS (Geographical Information System) yang biasa digunakan dalam program GIS buatan ESRI seperti ArcView maupun ArcGIS. Seiring dengan perkembangan software GIS saat ini, file SHP sudah bisa dibaca atau diimport dengan software selain software dari ESRI salah satunya adalah program AutoCAD MAP.

Salah satu ciri utama dari file berbasis GIS adalah adanya hubungan antara object grafis (data spasial) dengan object table atau (data attribute) selain ciri lainnya yaitu terdapat file proyeksi koordinat atau sistem koordinat.

Program yang aku gunakan saat menyusun tutorial ini adalah Autodesk Civil 3D 2011, jadi tampilan pada tutorial ini adalah mengacu ke Civil 3D 2011. Jika Anda menggunakan program Civil 3D yang lain atau AutoCAD MAP silakan disesuaikan langkah langkah yang aku tulis dibawah:

A. Mengecek data spatial dan attribute dengan [Connect Feature Source] dan [Display Manager]

  • Jalankan program AutoCAD MAP atau Civil 3D. Pilih satuan [metric]
  • Jika menggunakan Civil 3D, click icon [workspace switching] ganti [workspace] ke [Tool based – Geospatial]
  • Pada group ribbon [Data], click icon
  • Pada [Data Connection by Provider] pilih [Add SHP Connection]
  • Masukkan nama connection dan pilih lokasi folder SHP, kemudian click [Connect]
  • Sesuai dengan informasi di atas, nama file SHP adalah KonturDarat dengan sistem koordinat UTM84 Zone 50N
  • Click [Add to Map], untuk menampilkan file SHP di AutoCAD MAP
  • Tampilkan [AutoCAD MAP Task Pane]
  • Ketik di Command:mapwspace
  • Kemudian pilih [On]
  • Pada [AutoCAD MAP Task Pane] pilih tab [Display Manager]
  • Pilih grup [KonturDarat] , kemudian click icon [Table] untuk menampilkan data attributenya.
  • Tampilan hubungan data grafis dengan attributenya :
  • Pada AutoCAD MAP, [Display Manager] digunakan untuk membuat peta atau [View Map]dari beberapa data source dan querynya lengkap dengan symbol garis, titik, polygon dan label. Contoh tampilan peta kontur setelah diatur warna garis kontur sesuai dengan elevasinya. Note: Cara mengatur symbol dalam [Display Manager] tidak dibahas dalam webpage ini.
  • Object yang ditampilkan dalam [Display Manager] bukan merupakan object AutoCAD. Agar menjadi object AutoCAD, maka [View Map] harus dieksport ke AutoCAD atau di [Save As] DWG.

  • Pada contoh file kontur SHP di atas, setelah proses save as ke DWG atau [Save Current Map to DWG], garis kontur menjadi object LWPOLYLINE yang dikelompokkan dalam satu layer. Contoh tampilan object LWPOLYLINE setelah di list:
  • Hasil list di atas, nilai elevasi =0.000 atau Z=0.000. Apabila diinginkan LWPOLYLINE mempunyai elevasi sesuai dengan nilai CONTOUR, maka penggunaan fasilitas [Save Current Map to DWG] menjadi tidak sesuai. Pada langkah berikutnya dijelaskan cara membuat LWPOLYLINE dengnan nilai elevasi sesuai dengan nilai CONTOUR dan dipisakan dalam layer yang berbeda sesuai dengan elevasinya.
  • B. Import data grafis dan attribut file SHP
  • Langkah A digunakan untuk mengecek data gafis dan data attribute file SHP. Berdasarkan pengecekan file SHP di atas, data grafis sudah benar berupa object kontur dengan nilai elevasi yang diambil dari data attribute kolom CONTOUR.
  • Tutup file autocad hasil langkah A
  • Buat file baru lagi dengan satuan metric.
  • Pada menu [Insert] pada group [Import], pilih [Map Import] , kemudian pilih file SHP
  • Click tulisan <none> di bawah kolom [Data], kemudian pilih [Create Object data]
  • Click [Select Fields]
  • Pilih hanya field [CONTOUR] , kemudian [OK] sampai kotak dialog [Map Import] tertutup dan proses import dimulai.
  • Lakukan cek object data setelah proses import selesai. Ketik pada command:adeeditdata
  • Pilih salah satu garis kontur, sehingga ditampilkan :
  • Object data sudah terimport sempurna. Object data ini sebenarnya adalah data attribute dari garis kontur yang dipilih.
  • Sampai tahap ini nilai elevasi di LWPOLYLINE masi 0.000 dan masih tersimpan dalam satu layer.
  • C. Menjalankan Topology Query untuk mengisi elevasi LWPOLYLINE dan membuat Layer sesuai dengan nilai elevasinya
  • Aktifkan [AutoCAD MAP Taskpane] dengan mengetik Command: mapwspace
  • Click kanan folder [Topologies], pada tab [Map Explorer] di [AutoCAD MAP Task Pane]
  • Pilih [Create]
  • [Topology Type]: Network, [Topology Name]: GarisKontur kemudian click [Next]
  • [Select Links]: All, [Layers]: KonturDarat, kemudian clicl [Finish]. Tunggu sampai proses topology selesai
  • Click kanan Topology GarisKontur di bawah folder [Topologies]. Pilih [Analysis] >> [Topology Query]
  • Pada [Topology Query], pilih [Define Query]
  • Click [Location] pada Query Type kemudian pilih [All]
  • Click [Draw] pada Query Mode
  • Click [Alter Properties] pada Options
  • Pada [Select Property], pilih [Layer], kemudian click [Expression]
  • Pilih CONTOUR di folder [Object Data] >> [KonturDarat] . Click [OK] kemudian [Add]
  • Pada [Select Property], pilih [Elevation], kemudian click [Expression]
  • Pilih CONTOUR di folder [Object Data] >> [KonturDarat] . Click [OK] kemudian [Add]
  • Tampilan properties alteration menjadi:
  • Click [OK], kemudian click [Execute Query]
  • Hasil perintah list di salah satu garis kontur
  • LWPOLYLINE sudah mempunyai elevasi dan disimpan di layer sesuai dengan nilai elevasinya

pada tulisan berikutnya akan dijelaskan cara membuat label di kontur dengan query topology

==selamat mencoba==

October 10, 2014

[CAD-CIV-18]: FATAL ERROR: Unhandled e0434352h Exception at 75a7812fh

Filed under: Excel — cadex @ 15:26

Referensi

:

forum.autodesk.com

Platform

:

Autocad atau Autodesk Civil 3D

Lokasi File

:

 

 

Hari ini, 10 Oktober 2014, saat saya menjalankan Autodesk Civil 3D, program Civil 3D memberikan pesan error: FATAL ERROR: Unhandled e0434352h Exception at 75a7812fh kemudian program tertutup dan tidak bisa dijalankan.

Program saya jalankan lagi, tetapi masih mengeluarkan pesan error yang sama demikian juga saat saya re-boot pesan yang sama tetap muncul.

Sempat terpikir untuk re-install program Civil 3D, tetapi tidak ada salahnya terlebih dahulu bertanya ke google untuk mencarikan web atau forum yang pernah membahas masalah tersebut. Setelah memasukkan pesan error yang sama di mesin pencari google, ternyata memang benar masalah tersebut pernah dibahas di forum.autodesk.com. Error tersebut bisa diselesaikan melalui registry editor dengan merubah keyword

“LastUpdateTimeLoWord”=dword:00000000

“LastUpdateTimeHiWord”=dword:00000000

di folder [HKEY_CURRENT_USER\Software\autodesk\AutoCAD\……………..\WebServices\CommunicationCenter]

Berikut langkah-langkah yang aku lakukan setelah membaca penjelasan dari forum tersebut dengan menggunakan OS Windows 7:

  1. Click tombol [Start]
  2. Pada isian [Search program and files], ketik : Regedit
  3. Pada [Registry Editor], pilih folder [HKEY_CURRENT_USER\Software\Autodesk\AutoCAD\
  4. Arahkan cursor ke folder di atas, kemudian tekan Ctrl+F untuk melakukan pencarian registry
  5. Pada isian [Find What], masukkan kata kunci: CommunicationCenter
  6. Click [Find Next]
  7. Tampilan registry editor:

Note: Nilai di “LastUpdateTimeHiWord” dan “LastUpdateTimeLoWord” tidak (0) jika sebelumnya ada pesan error FATAL ERROR: Unhandled e0434352h

  1. Double click “LastUpdateTimeLoWord”, kemudian masukkan di [Value Data], nilai : 0
  2. Double click “LastUpdateTimeHiWord”, kemudian masukkan di [Value Data], nilai: 0
  3. Tutup Registry Editor

Program saya jalankan ulang dan pesan error tidak muncul lagi…

Thanks to google and forum.autodesk.com

April 11, 2014

[XLS-SVY-22]: Hitungan Azimuth dari Poligon Tertutup

Filed under: Excel — cadex @ 15:45
Referensi : Kumpulan Rumus
Platform :  
Lokasi File :  

Pada gambar pengukuran poligon tertutup di bawah, azimuth awal dalam poligon tertutup menggunakan nilai pendekatan karena koordinat Titik-1 belum mempunyai nilai tetap atau Fix. Jika setelah pengukuran poligon tersebut ada pengukuran titik kontrol horisontal yang lebih teliti, misalnya dengan GPS Geodetic, di titik BM.1 dan Titik-1, maka nilai azimuth fix atau tetap dari titik BM.1 ke Titik-1 dapat dihitung.

Apabila ternyata titik yang diukur dengan GPS Geodetic adalah di titik BM.1 dan Titik-4, maka azimuth awal tidak bisa dihitung secara langsung

image

Tahap perhitungan azimuth dari poligon tertutup adalah:

Pertama, poligon tertutup dihitung dengan input koordinat azimuth pendekatan dan koordinat pendekatan :

Apabila hasil Ketelitian Sudut dan Ketelitian Linear memenuhi kriteria atau persyaratan yang diminta, maka dilanjutkan tahap berikutnya. Jika tidak memenuhi, maka perlu dicek lagi pengukuran dan input data poligonnya.

Kedua, titik awal poligon (BM.1) diganti dfengan titik tetap sehingga secara otomatis Microsoft Excel menghitung koordinata Titik-4.

Koordinat Titik-4 ini masih merupakan koordinat pendekatan. Hasil perbandingan azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Fix" dengan azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Pendekatan" akan didapatkan nilai koreksi azimuth pendekatan.

Cell

Rumus

Keterangan

[AA7]

 

koordinat (X) Titik-4 hasil hitungan poligon

[AB7]

 

koordinat (Y) Titik-4 hasil hitungan poligon

[AC6]

=DEGREES(ATAN2((AB7-AB5),(AA7-AA5)))
+IF(ATAN2((AB7-AB5),(AA7-AA5))<0,360)

azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Pendekatan"

[AD7]

 

koordinat (X) "Titik-4 Fix"

[AE7]

 

koordinat (Y) "Titik-4 Fix"

[AF6]

=DEGREES(ATAN2((AE7-AE5),(AD7-AD5)))
+IF(ATAN2((AE7-AE5),(AD7-AD5))<0,360)

azimuth dari BM.1 ke "Titik-4 Fix"

[AG6]

=AF6-AC6

koreksi Azimuth Awal

[AH6]

 

Azimuth Awal

[AI6]

=AH6+AG6

Azimuth Awal setelah dikoreksi

[AJ6:AL6]

 

konversi derajat decimal ke derajat, menit, detik

Setelah didapatkan nilai azimuth awal dikoreksi, hitungan poligon tertutup menjadi :

=selamat mencoba=

April 10, 2014

[XLS-PMG-07]: Menghitung upah lembur dengan excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) Bagian 2 (Revisi 10 April 2014)

Filed under: Excel, Project Management — Tags: , , — cadex @ 16:53

Referensi

:

[GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004)

Platform

:

Excel 2007

Lokasi File

:

 

Pada posting [GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004) telah diuraikan cara menghitung lembur atau menentukan faktor pengali lembur untuk 5 hari kerja. Kali ini akan diuraikan cara menghitung faktor pengali lembur untuk 6 hari kerja. Hitungan kali ini memasukkan hari kerja adalah Senin s.d Sabtu dengan asumsi hari Sabtu adalah hari pendek. Jam kerja normal senin sampai sabtu adalah 7 jam, sedangkan untuk hari pendek adalah 5 jam. Kutipan dari Keputusan Menteri Pasal 11 :

Cara perhitungan upah kerja lembur sebagai berikut :
a. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja : a.1. untuk jam kerja lembur pertama harus dibayar upah sebesar 1,5 (satu setengah) kali upah sejam; a.2. untuk setiap jam kerja lembur berikutnya harus dibayar upah sebesar 2(dua) kali upah sejam.
b. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 6 (enam) hari kerja 40 (empat puluh) jam seminggu maka : b.1. perhitungan upah kerja lembur untuk 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, dan jam kedelapan dibayar 3 (tiga) kali upah sejam dan jam lembur kesembilan dan kesepuluh dibayar 4 (empat) kali upah sejam. b.2. apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek perhitungan upah lembur 5 (lima) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam keenam 3(tiga) kali upah sejam dan jam lembur ketujuh dan kedelapan 4 (empat) kali upah sejam. c. Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi untuk waktu kerja 5 (lima) hari kerja dan 40 (empat puluh) jam seminggu, maka perhitungan upah kerja lembur untuk 8 (delapan) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah sejam, jam kesembilan dibayar 3(tiga) kali upah sejam dan jam kesepuluh dan kesebelas 4 (empat) kali upah sejam.

ayat a, b atau text berwarna biru adalah sebagai dasar untuk perhitungan lembur. Seperti posting sebelumnya [GEN-PMG-04]:Menghitung Upah Lembur dengan Excel (Kep Men. NOMOR KEP. 102/MEN/VI/2004), list hari libur dibuat terlebih dahulu. List hari libur di posting kali ini menggunakan named range dengan type dynamic, bukan static range yang telah dijelaskan sebelumnya. Static Named range mengharuskan kita untuk memlilih range terlebih dahulu sebelum mendefinisikan range, dimensi range (records) akan bertambah jika penambahan data ada di tengah static range atau dengan cara insert rows. Sedangkan Dynamic Named Range, range akan otomatis berubah dimensinya atau bertambah data secara otomatis jika record ditambahkan ataupun diiinsert. Tahapan-tahapan yang dibuat di bawah dikerjakan engan Excel 2007, jika Anda menggunakan excel versi lain, silahkan disesuaikan. Tahapan pembuatan dynamic range adalah :

  • Buat list daftar hari libur di sheet tersendiri, misalnya daftarnya sebagai berikut :

  • Pada menu group [Formula], pilih [Define Name]

Masukkan nama range, misal "_LiburNasional" Refers to: =OFFSET($B$1,1,-1,COUNT(A:A),1) maksud dari rumus di atas adalah :— membuat range dengan acuan $B$1, turun 1 baris, kemudian ke kiri 1 kolom. Hasil dari perintah ini adalah $B$2 — dilanjutkan dari B2, membuat range dengan tinggi sebanyak angka atau tanggal di kolom A:A atau COUNT(A:A) dengan lebar 1 kolom. Jika tanggal hari libur di kolom A ada 20 tanggal, maka  akhir dari perintah ini adalah $B$2:$B$20

  • Buat tabel kode hari kerja yaitu kode hari yang membedakan hari normal, sabtu, minggu, hari libur nasional dan hari libur di hari pendek (sabtu)

Buat ‘static named range’ dengan nama yang telah didefinisikan di kolom ‘named range’:

— block [J2:K5]

— dari menu [Formulas], pada group [Define Names], pilih [Create from Selection]

— Pada pilihan ‘Create names from values in the’ , centang (check) hanya di [Right Column]

  • Memberi kode hari di list tanggal absensi. misal tabel disusun sebagai berikut:

Revisi 10 April 2014

Kolom A dan B diisi manual, sedangkan untuk kolom C:H diisi dengan rumus excel. Rumus untuk kolom C:H adalah: Catatan: rumus atau formula ditulis dalam satu baris dalam excel



Cells

Rumus

Keterangan

[C2]

=IF(COUNTIF(_LiburNasional,A2)>0,IF(WEEKDAY(A2,2)=6,3,2),IF(WEEKDAY(A2,2)=6,1,IF(WEEKDAY(A2,2)=7,2,0)))

menentukan kode hari berdasarkan tanggal di A2

[D2]

=(C2=Normal)*(B2>7)+(C2=Sabtu)*(B2>5)

jam lembur x 1.5

[E2]

=IF((C2=Normal)*(B2>8),B2-8,IF((C2=Sabtu)*(B2>6),B2-6,IF(C2=LiburMinggu,IF(B2<7,B2,7),IF(C2=SabtuLibur,IF(B2<5,B2,5)))))+0

jam lembur x 2

[F2]

=(C2=LiburMinggu)*(B2>7)+(C2=SabtuLibur)*(B2>5)

jam lembur x 3

[G2]

=IF((C2=LiburMinggu)*(B2>8), B2-8,IF((C2=SabtuLibur)*(B2>6),B2-6))*1

jam lembur x 4

[H2]

=SUMPRODUCT(D2:G2,$D$1:$G$1)

total faktor pengali

Copy Rumus [C2:H2] ke bawah..

 

Silahkan download file revisi untuk contoh sample aplikasi perhitungan gaji lengkap dengan hitungan lembur untuk 6 hari kerja. File hasil download adalah simulasi perhitungan dari input daftar karyawan & unit price gaji, list hari libur, form resume absensi dan contoh form slip gaji. Jika ada kesalahan perhitungan, jangan sungkan-sungkan untuk memberi masukan.

==selamat mencoba==

March 15, 2014

[XLS-PMG-08]: Update Hari Libur di Microsot Project dengan VBA Excel

Filed under: Excel, Project Management — cadex @ 14:47
Referensi :
Platform : Microsoft Excel dan Microsoft Project
Lokasi File :  download

Salah satu setting yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Microsoft Project (MSProject) adalah memasukkan Hari Libur Nasional ke dalam kalender. Apabila proyek yang akan dilaksanakan telah disepakati atau diusulkan bahwa di hari Libur Nasional adalah bukan hari kerja, maka tanggal-tanggal hari libur tersebut harus dimasukkan dalam list exceptions di calendar yang akan dipakai.

Contoh Kalender (Calendar) yang belum dimasukkan daftar hari libur adalah:

Daftar hari libur bisa dimasukkan secara manual di tab Exceptions dengan memasukkan nama hari libur diikuti dengan tanggal awal libur dan akhir libur.

Apabila list hari libur tersimpan dalam Microsoft excel seperi di bawah:

Maka dengan bantuan Visual Basic Application for Excel (VBA Excel), proses update calendar di MSProject bisa dilakukan secara otomatis.

Berikut adalah code VBA Excel yang dimaksud:

Sub UpdateHariLiburNasional()

‘Code berikut berfungsi untuk menambahkan hari libur nasional di microsoft project (MSProject).

‘Pada visual basic editor direferensikan ke Microsoft Project Library agar dapat mengakses object di ‘Microsoft Project.

‘karena saya menggunakan microsoft project 2010, maka nama referensinya : Microsoft Project 14.0 ‘Object Library

‘untuk MSProject versi yang lain, nama referensi hanya berbeda pada angka di belakang tulisan ‘”Microsoft Project XX.X”

‘Alokasi memory untuk object aplikasi MSProject dan Project yang aktif

Dim msApp As MSProject.Application, msPro As Project

‘akan muncul pesan error jika program MSProject belum dijalankan

On Error Resume Next

‘set ke object aplikasi MSProject

Set msApp = GetObject(, “MSProject.Application”)

If Err.Number Then

Err.Clear

MsgBox ” Program Microsoft Projet Belum diaktifkan”

Exit Sub

End If

‘set ke object projek yang aktif

Set msPro = msApp.ActiveProject

‘alokasi memory untuk object kalender

Dim zCal As Calendar, nmCalendar As String

‘set ke object kalender

‘nama kalender yang akan diisi hari libur pada contoh kali ini adalah “Standard”

‘jika nama kalender tidak ditemukan, maka keluar prosedur

nmCalendar = “Standard”

On Error Resume Next

Set zCal = msPro.BaseCalendars(nmCalendar)

If Err.Number Then

Err.Clear ‘bersihkan error

MsgBox “Kalender ” & nmCalendar & ” tidak ada”, vbCritical

GoTo BersihkanAplikasiMSProject

Exit Sub ‘keluar prosedur

End If

‘membaca list tanggal pada Microsoft Excel di sheet yang aktif

‘informasi tangal ada di kolom A, sedangkan informasi keterangan ada di kolom B

‘data dibaca dimulai dari baris ke-dua

Dim rgTanggal As Range, rg As Range

‘set range tanggal di aktif sheet

Set rgTanggal = Range(Range(“a2”), Range(“a2”).End(xlDown))

‘membaca tanggal dan keterangan hari libur

For Each rg In rgTanggal

‘menambahkan exception di object calender

zCal.Exceptions.Add _

Type:=pjDaily, _

Start:=rg.Value, _

Finish:=rg.Value, _

Name:=rg.Offset(, 1).Value

Next rg

BersihkanAplikasiMSProject:

Set msApp = Nothing

End Sub

Seperti telah tercatat di code VBA Excel di atas, syarat-syarat sebelum menjalan VBAExcel di atas adalah:

  1. VBA sudah direferensikan ke object MSProject Library
  2. Program Microsoft Project dan Microsft Excel harus dibuka bersamaan.
  3. Nama Calender yang dipilih harus sudah ada di MSProject yang aktif.

Contoh calendar yang telah diupdate:

Selamat mencoba..

Older Posts »

The Shocking Blue Green Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 809 other followers